Gelap

Life Of An 2nd 4

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Life Of An 2nd 4

. Ira membuka celanaku, dan tak mungkin kan aku sendirian yang telanjang bulat.
Jadi aku juga melepas dalemnnya Si Kalem.
Kini aku bisa menikmati tubuh sempurna istriku dengan leluasa.
Ira tersenyum manis, "Mau diliatin aja?" tegurnya.
Ya enggak lah.
Aku mendorong tubuhnya ke belakang dan membuat dia rebah di ranjang.
"Mas, biar Ira aja ya?" bisiknya.
Aku menggelengkan kepala.
"Nggak pa-pa.
Aku mau bikin Ira bahagia," jawabku.
Ira meraih kepalaku dan mencium keningku, "berdoa dulu Mas," bisiknya pelan.
Aku memejamkan mata sejenak, meminta perlindunganNya dari campur tangan setan dan diberi anak yang sholeh-sholehah, nggak kayak Bapaknya yang bejat.
Wkwkwkwk.
Setelah itu, aku menikmati apa yang menjadi hakku.
Tubuh Ira kujelajahi dari atas sampai ke bawah dengan bibir dan lidahku.
Ira berkali-kali mendesah dan menggelinjang.
Aku juga meninggalkan bekas cinta dimanapun aku mau.
Di perutnya, di pahanya, di betisnya, tanda merah bertebaran dimana-mana.
Biar aja, toh Ira memang milikku.
Tapi aku masih belum menyentuh mahkotanya.
Itu main course, hidangan utama yang paling special.
Masak iya digasak duluan.
Aku duduk di samping Ira sambil membersihkan bibirku.
Ira yang sedari tadi memegangi kontolku dan mengocoknya, membuka matanya yang terpejam.
Aku tersenyum dan Ira tahu kalau sekarang saatnya hidangan utama dinikmati.
Aku menundukkan kepala ke arah memeknya, dan Ira kembali memejamkan mata, dia menggigit bibirnya pelan.
Saat bibirku menyentuh mahkota Ira, dia mengeluarkan suara desahan yang terdengar enak dan seksi di telingaku.
"Aaahhhhhhh," Itulah alasanku pengen punya rumah sendiri.
Aku suka sekali kalau gadisku mengekspresikan dirinya sepuas hati.
Jangan ditahan, lepaskan saja.
Erangan, desahan, dan teriakan mereka adalah salah satu suara terindah di dunia bagiku.
"Mmmmhhhhh," Ira mulai menggerakkan pinggulnya saat aku mulai menggunakan lidahku untuk menikmati memeknya.
Aku makin bernafsu ketika merasakan sensasi rasa asin yang sudah familiar di lidahku.
"Maaassss," Ira mendesah dan melihatku dengan tatapan mata memohon.
Aku mengangkat kepalaku dan membersihkan wajah dan bibirku dengan tissue yang ada di meja samping ranjang kami.
Aku suka lendir yang keluar dari memek Ira, tapi mungkin Ira sendiri nggak suka.
Makanya kubersihin dulu, kalau habis ini kami ciuman terus ada rasa asin kan jadi awkward moment pasti.
Ira menatapku sayu tak berkedip.
Dia nunggu, nunggu dipuasin.
"Mas, sayangi Ira ya?" pintanya mesra.
Aku menganggukkan kepalaku lalu membuka kedua paha Ira.
Memeknya yang terawat dan dicukur rapi kini ada di depanku.
Ira memejamkan matanya dan kembali mengigit pelan bibirnya saat aku memasuki tubuhnya.
Aku memompa memeknya pelan dan menikmati setiap ekspresi wajah dan tubuhnya.
Dadanya yang bergerak turun naik, matanya yang terpejam, bibirnya yang mengigit dan merintih pelan seolah sedang kesakitan.
Aku menikmati setiap detail keindahan dan kecantikannya.
"Mmmhhhhhhh," Beberapa menit kemudian, Ira yang awalnya cuma mendesah pasif dan keenakan, mulai ikut menggerakkan pinggulnya.
Kami memang menggunakan gaya orthodok atau normal saja, tapi kami tetap menikmatinya.
Kedua kaki Ira yang tadinya mengangkang ke samping, tiba-tiba saja mengait ke pinggangku.
Gerakan pinggulnya juga makin tak karuan.
Ira membuka matanya dan menatapku mesra, dengan cepat dia menarik punggungku dan meletakkan kepalaku di dadanya.
"Ira dah mau pipis Massss," bisik Ira tersengal-sengal.
Aku pun menghisap nenennya yang makin mengeras.
Kami semakin cepat dan menggila hingga akhirnya Ira tanpa sadar berteriak.
"Aaaaahhhhhh.
" "Massss Aaaaaannnnnnn.
Ira pipis Massss "Emhhhhhhh.
" "Enak Masssssss," Ira memelukku erat sekali, aku juga mulai kehilangan kendali dan tak sampai semenit kemudian, aku menumpahkan calon bayiku ke rahim istriku.
Tubuh kami berdua saling berpelukan dengan napas terengah-engah.
Setelah sepuluh menitan kami saling berpelukan dan beristirahat, aku berbisik lirih, "Tadi kan dah dibilang jangan teriak.
" Ira terlihat bingung, tapi hanya sesaat, sedetik berikutnya, dia sudah menyembunyikan kepalanya ke dadaku dengan wajah yang memerah karena malu.
***** Turut berduka cita atas musibah Gunung Tangkuban Perahu.
Semoga saudara kita yang ada disana, diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

Sumber:Internet