Gelap

Life Of An 2nd 6

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Life Of An 2nd 6

. "Kamu tu kalau pulang kok selalu mepet sih?" tanya Mama ke Putri.
"Putri sibuk banget Ma," jawab Putri sambil meluk dan mencium Mamanya.
Papa memperhatikan mereka berdua dari ruang keluarga.
Dia sedang menonton televisi.
"Kamu kemana dulu?" tanya Papa dengan suara datar.
Putri sedikit kaget.
"Nggak kemana-mana kok Pa," jawab Putri.
"Kamu itu dibiarin makin menjadi ya? Selama ini Papa diam saja, pura-pura tak tahu, Papa berharap dengan makin dewasanya kamu, kamu akan berubah dan sadar dengan sendirinya.
Tapi malah makin parah dan ngawur," jawab Papa.
Putri merasa kalau ada sesuatu yang salah disini.
Dia hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Kamu anggap Papa ini anak kecil yang gampang dibohongi?" bentak Papanya mulai dengan nada marah.
" panggil Mama dengan nada memohon sambil memegangi tangan Putri.
"Papa sudah tanya Om.
Kamu pulang pagi tadi dari Salatiga kan? Emang butuh berapa jam dari sana ke sini?" bentak Papa lagi tanpa mempedulikan rengekan istrinya.
"Dan kamu ngelakuin ini bukan sekali ini saja kan?" Putri terdiam.
Dia sadar sekarang kalau Papa dan Mama mungkin tahu kalau selama ini Putri selalu nyolong kesempatan buat nyamperin si Sempak tiap kali pulang dan baru ke rumah setelah itu.
"Papa nguliahin kamu biar kamu itu bisa mikir.
Lebih dewasa.
Nggak lagi tertipu sama cinta monyet SMAmu.
Tapi kamu tu nggak nyadar juga!!" "Papa sengaja nyuruh kamu kuliah di luar kota biar kamu tu bisa mempertimbangkan lagi kelakuan anak-anakmu itu!!" "Tapi makin hari, bukannya tambah dewasa, kamu justru makin berani dan tambah parah," omel Papanya panjang lebar.
Putri masih tetap terdiam.
Dia hanya bisa berharap kalau semua ini segera berakhir.
"Mandi sana!! Habis ini kamu ikut Papa!!" kata Papa tegas dan bernada perintah.
Tanpa berkata-kata Putri berjalan ke kamarnya.
***** Tiga orang sedang duduk di sebuah resto yang mewah dan terlihat sedikit sepi.
Dua orang laki-laki dan seorang wanita.
Dari raut wajahnya, Putri menduga kalau mereka sama seperti dirinya.
Orang tua dan sang anak.
Ketika melihat semua ini, Putri baru sadar apa yang sekarang sedang dia alami.
Perjodohan.
Dulu dia suka ngejekin Annisa saat dia dijodohin sama Abahnya.
Tapi justru kini dia sendiri yang ngalamin itu.
Dan parahnya lagi.
Dia dijodohin saat usia sudah bisa dibilang dewasa.
Kalau dulu Nisa bisa ngelak karena masih belum cukup umur, tapi Putri sekarang? Tak mungkin dia pake alasan serupa untuk menunda semua ini.
Putri sadar kalau dia sekarang sedang mengalami mimpi buruk, mimpi terburuk yang pernah dia alami seumur hidupnya.
Cuma sebuah nama yang sekarang ada di kepala Putri.
"Ayang," gumamnya dalam hati.
Entah kenapa, jalan yang dulu terlihat terang dan indah kini berubah menjadi gelap dan temaram.
Impiannya untuk bisa married sama si Sempak kini terancam.
Dan ancamannya bukan sekedar gurauan.
***** "Namaku Giovanni.
Panggil aja Jovan, tapi jangan Vani, terlalu feminim," kata cowok yang sekarang berjalan di sebelah Putri.
Putri tahu kalau cowok itu sedang mencoba untuk terlihat lucu, tapi Putri tak tertawa, tersenyum saja tidak.
Putri melirik ke arah cowok yang sekarang ada disebelahnya.
Ganteng, manis, kaya, kuliah pasti.
Dia juga lucu dan kelihatannya enak diajak ngobrol.
Sosok cowok sempurna di mata para gadis-gadis alay pecinta drama korea.
Tapi, Putri doesn't feel it.
Terserah apa kata orang, tapi Putri sama sekali tak merasa ada geletar dalam dadanya sedikit pun.
Tidak seperti apa yang Putri alami saat bersama si Brengsek, si Bejat, Si Tukang Celup yang bernama Handoyo.
Sekalipun dia selalu makan hati saat bersama si Sempak.
Sekalipun dia tahu kalau cowoknya itu terlihat tak seganteng dan sekeren si Jovan.
Bahkan tak ada seujung kukunya pun, tapi Putri merasakannya.
Dia sayang Aan, more than anything in the world.

Sumber:Internet