Gelap
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear โš™ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Malam Kemarin 10

. Lana baru saja selesai makan, segera mematikan lampu yang tak perlu dan memastikan semua pintu terkunci, merebahkan diri di depan TV saat deru motor semakin dekat, dan berhenti di depan rumah.
Segera menarik selimut, dia sangat tahu itu bukan motor Yuda karena motor Yuda bukan bebek seperti deru malam ini.
Ketukan di pintu menambah suasana semakin menakutkan, sepertinya ini yang direncanakan mamak Pras padanya, datang di malam hari dan menyelesaikan amarah.
"Lana?!"Lana menajamkan telinga, hanya satu nama yang menyebutnya dengan nama seutuh itu, Lana pun memberanikan diri, berjalan perlahan tanpa menyalakan lampu, mengambil balok kayu yang selama ini disiapkan untuk berjaga-jaga.
Ada sela di tengah tirai, Lana mengintip dari sana, dia terkejut, itu adalah, "Mas Pras?!" menaruh balok yang dia bawa, segera membuka pintu itu, ditubruknya Pras yang berdiri di depan pintu, menumpahkan semua rindu di dadanya.
Pras terkekeh, mengusap punggung Lana, menciumi puncak kepala Lana juga, "Buatkan aku teh, Lana.
Dingin.
"Lana segera melepas pelukan itu, tertawa sambil menatap Pras, mengangguk, segera berbalik dan berjalan ke dapur, dia tak mau Pras sakit karena tak diperhatian setelah perjalanan jauh.
Pras mendorong sepeda motornya ke ruang tamu, mengunci pintu kembali, segera mencuci tangan dan kaki, melepas jaket, dan mendekati Lana.
Memeluk wanita yang dia cintai dari belakang, tak peduli dengan tangan yang sibuk mengaduk air panas bercampur gula itu.
Wangi keringat, rindu itu semakin menggebu, Pras mencuri satu isapan di leher Lana, membuat empunya menggeliat karena ulahnya.
Pras terkekeh, "Aku tunggu di TV.
" Pras mengingat martabak yang dibawanya, membuka itu juga, mengambil sepotong saat Lana baru saja datang dengan cangkir yang menguapkan asap tipis.
"Motor siapa, Mas Pras?" Lana menaruh teh itu sedekat mungkin dengan Pras, membuka mulut karena Pras menyuapinya martabak manis saat ini.
"Aku beli, Lana.
Patungan sama Yuda, ya ... nanti aku nyahur ke Yuda, lebih murah dari pada ke toko sepeda.
" Pras melihat Lana malah murung, "Jangan kawatir, gajiku lumayan, bulan ini kan endak hujan, banyak truk, jadi aku lembur, ada uang lebih dari gaji biasanya.
" Pras sangat paham dengan apa yang dipikirkan Lana, pasti tentang uang tabungan untuk pernikahannya.
"Aku hanya tidak nyaman berpisah denganmu, Mas Pras.
Sehari saja rasanya setahun, aku jarang bisa tidur nyenyak.
" Lana jujur akan dirinya yang tersiksa.
Pras menyeruput tehnya, terkekeh dan mendekat ke Lana, menarik tubuh yang lebih kecil darinya itu, agar naik ke pangkuan, "Bukan hanya kamu, Lana.
Aku juga tak pernah nyaman di sana, terus memikirkanmu, merindukan ini.
" Tangan yang begitu lincah, sudah ada di tengah selangkang, memijit milik Lana yang empuk dan pasti legit saat dimasuki.
"Pras, aku yakin kamu lelah, baru datang, nantiโ€”"Pras tak mau dengar, segera melumat bibir itu agar memanjakannya saja dari pada mengomel tak jelas, tangannya semakin lincah menelusup ke segi tiga, meraba apa yang terbelah di tengah, menyusuri rawa yang selalu dia rindu.
Lana selalu hebat, cepat siap dengan rasa basah di jari tengah dan manisnya, Pras menarik tangannya kembali, berganti dengan melepas semua pakaiannya sendiri dan milik Lana, segera merebahkan tubuh Lana untuk ditindih.

Sumber:Internet