Gelap

Malam Kemarin 22

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Malam Kemarin 22

. Pras baru saja pulang kerja, duduk di teras ditemani kopi dan sisa ceriping buatan Lana.
“Ada apa, Mas?” Lana merasa Pras terlalu banyak diam sepulang kerja, apa ada yang salah dengan dirinya? Ataukah Pras menyesal mengajaknya ke sini?Pras menoleh dan tersenyum, “Tidak.
Aku hanya lelah, Lan.
Perjalanan kemarin dan permasalahan ini, membuatku merasa sangat lelah sekali.
”Lana berdiri dan memijat pundak Pras, “Maafkan aku, Mas.
”“Bukan salahmu, Lan.
” Andai Pras bisa bercerita seperti apa tekanan Teni, mungkin akan lebih baik, tetapi itu berarti dia akan melukai Lana, dan Pras tidak akan pernah melakukannya.
“Ayo masuk! Aku pijit.
” Lana membawa kopi dan ceriping itu, setelah Pras melepas baju, dia segera membalur punggung Pras dengan GPU, dan memijit.
“Mas, dari mana pagi itu? Apa Mas ke rumah?” Lana sudah menanyakan ini beberapa kali, meski Pras tidak mengaku, dia akan tetap menanyakannya.
Jujur, sebenarnya dia tak ingin Pras semakin jauh dengan keluarga begini.
Pras terkekeh, “Aku ke rumah Yuda, membicarakan pernikahan kita, jangan kawatir, Lan.
” Pras tahu Lana selalu menyuruhnya pulang dan itu hal yang sangat dibenci Pras.
Lana mengangguk, “Aku bertemu dengan pria baik tadi, Mas.
”“Pria?”“Namanya Hendrik, dia menawariku pekerjaan menata taman dengan gaji bagus katanya.
”“Jangan mudah percaya pada orang asing, Lan.
Ini kota besar, bukan kampung seperti rumah Yuda, semua bisa terjadi di sini.
” Pras bahkan tak menyangka Lana akan dapat kenalan secepat itu.
Lana terkekeh, “Rumahnya katanya di belakang pabrik tempat kerja, Mas.
Kalau Mas boleh, biarkan aku bekerja di sana, Mas yang antar, sore juga pulang, jadi tiga warung yang kuberi ceriping bisa tetap kuberi, bagaimana, Mas?”Pras menghela napas.
Dia tahu uangnya sudah habis untuk mengontrak rumah ini karena pemiliknya minta langsung satu tahun penuh, gajian juga masih lama, belum lagi untuk mengangsur hutang itu, tetapi dia tak ingin Lani bekerja.
“Kalau ternyata ada apa-apa di sana, Mas bisa menjemput dan mengajakku pulang, dan aku tidak akan mencari pekerjaan lagi, bagaimana?” Lana menambah tenaga pijatannya agar Pras mengabulkan permintaan kecil itu.
Pras pun tertawa, “Baiklah.
Janji, ya, sebelum aku pulang kerja, kamu harus sudah di rumah.
Katakan itu padanya.
”Lana memeluk Pras yang masih tengkurap, “Terima kasih, Mas.
” Pria yang dipeluknya ini memang tak pernah gagal menyenangkan hatinya.
***Setelah sarapan bersama, Pras mengantar Lana, mencarikan jalan tercepat untuk istrinya, dan berhenti di depan rumah yang dibicarakan semalam, “Jadi kalau lewat sini, kamu tidak capek, Lan.
”Lana mengangguk.
“Aku langsung ke pabrik, ya?” Pras mengulurkan tangan.

Sumber:Internet