Gelap

Malam Kemarin 31

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Malam Kemarin 31

. "Pulanglah.
Aku tidak mau berdebat denganmu.
" Yuda sebisa mungkin langsung masuk agar tak sampai berseteru dengan Pras.
"Kalau kamu marah karena Teni, aku akan menjauhnya mulai sekarang, aku tidak punya perasaan sedikit pun padanya.
" Muak! Yuda berbalik dan mendorong Pras agar menjauh darinya, "Pikirkan Lana, Berengsek! Buat apa kau memikirkan aku atau pelacur itu, hah?!" Pras menggeleng.
Ke arah mana Yuda bicara.
"Aku menolongmu, menganggapmu saudaraku, mengajakmu ke sini, semua karena Lana! Aku menginginkan kebahagiaan kalian dan sekarang apa yang kau lakukan, hah?! Setelah dia diper kosa oleh Ari dan Ridho, kau mencampakkannya seperti ini?! Apa kau masih pantas bersama Lana sekarang?!" Napas Yuda terengah-engah.
Dia menahan amarahnya sekuat tenaga agar tak sampai menghajar Pras.
Tubuh Pras menjadi lemas, dia duduk di lantai sambil memegangi kepala, "Aku bahkan begitu takut menyentuhnya, aku tidak becus menjaganya, menjaga permataku yang paling berharga, dan sekarang dia sedang bersedih karena dikotori oleh orang lain yang bahkan tak bisa kubalaskan dendamnya.
Aku pun tidak tahu harus melakukan apa.
Aku ... aku ... aku putus asa.
" "..." "Aku ingin menangkap mereka, menghajarnya di depan Lana, dan membiarkan Lana balas dendam, tetapi aku tidak bisa melakukan apa pun, Yud.
Aku bodoh dan sembrono.
" Pras berdiri, menghampiri motor, dan pulang.
Sesampainya di rumah pun, dia membiarkan lampu tetap mati, diam dalam gelap.
Beban yang semakin berat seolah tak ada artinya karena Lana tetap tak bisa tersenyum seperti dulu.
*** Hampir semalaman Pras tak tidur dan dia tetap ke pabrik.
Dengan wajah kusut dan tubuh gontai, tetap berjalan ke gudang tiga.
"Pras!" Teni menyamakan langkah dan berjalan di samping Pras.
"Aku sedang sibuk, Ten.
Aku juga tidak berniat lembur.
Jangan menggangguku.
" Pras masuk gudang tiga dan mengambil buku laporannya.
Menunggu truk pertama masuk dan mulai bekerja tanpa memedulikan Teni lagi.
"Pekerjaanmu sudah selesai?" Teni menjingkat dan tersenyum melihat Hendrik di belakangnya, "Bapak ... sudah pulang?" Mengekor ke kantor.
"Ya, aku ingin melihatmu bekerja atau mungkin beberapa orang yang terlalu senang kutinggal.
" Hendrik membiarkan Teni masuk ruangannya, "Duduk.
" Teni menurut.
"Aku tidak tahu apa ini mengejutkanmu.
" Hendrik memberitahu Teni rekaman yang sama yang diberitahukan ke Pras, "Kulihat kau sangat menyukainya.
Apa dengan pria lain memang kamu seperti ini?" Teni jadi gugup, "Anda akan memecat saya, Pak?" Hendrik terkekeh, "Untuk apa? Bukankah itu hal yang wajar dilakukan semua orang yang masih hidup?" "Anda ... menginginkan say-" "Buang jauh-jauh pikiranmu itu padaku.
" "Maafkan saya, Pak.
" Teni menunduk seolah menyesal sudah berkata lancang seperti itu.
Hendrik menghela napas, "Kau menyukai Pras?" Teni mengangguk meski tetap tertunduk.
"Kalau begitu, aku akan mengajakmu bekerja sama.
" Barulah Teni berani mengangkat wajah.
"Aku menyukai istri Pras," "Istri?" Teni bingung, bagaimana Hendrik tahu kalau Pras sudah punya istri? Dia saja tidak.
Padahal sebagai bos besar, tak mungkin 'kan memperhatikan anak buahnya sampai seperti itu?
Sumber:Internet