Gelap

Malam Kemarin 33

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Malam Kemarin 33

. Tangan Pras menurun yang sisi kiri, merangsek, menyentuh apa yang pernah dimasukinya, "Berjanjilah untuk tak memnta apa pun padaku, Ten.
" "Ahhhh ... jangan-oughhh ... menyiksaku, seperti, ini, Pras.
Oouughhhh ... aaahhhhh ...." Menengadah, membiarkan tubuhnya menyandar di tubuh Pras, bahkan Teni mematikan juga kompor yang harusnya digunakan untuk membuat kopi.
Tak mau dengar, Pras tetap mengocoknya kasar dengan seringai yang tak bisa dibayangkan, "Berjanjilah padaku, Ten.
" ucapnya tepat di telinga Teni.
Napas itu terlalu membuai, hangat dari embusan pun seolah membuat pipinya semakin panas, dan Teni hanya bisa mengangguk, "Ya, ya, Pras, oughhh ... aku ... aku tidak-aahhhh ... aku tidak akan-ough! Menuntutmu-aaahhhh ... ooouughhhh ... aahhhh ...." Pras mengeluarkan tangan dari liang Teni yang membasah dan mencuci tangannya di wastafel, "Aku akan menunggu kopimu, Ten.
" Tersenyum dan pergi ke ruang tamu.
Teni menggigit bibir bawahnya sendiri, "Berani sekali aku membuatku jadi seperti ini, Pras.
" Sungguh, apa yang baru saja terjadi, membuat Teni begitu frustrasi, dia gelisah, bahkan untuk kembali menyalakan kompor saja, tangannya masih bergetar.
Miliknya basah dan meminta lebih, harus bagaimana dia menekan gejolak yang menyiksa ini? Pras menekan rokok ke asbak saat Teni ke luar, "Kau lama sekali membuat kopinya.
" Teni duduk dan kedua tangannya saling meremas, "Kenapa kamu ke sini, Pras?" "Aku hanya ingin ke sini.
" "Kau ... juga merokok.
" Pras terkekeh, "Aku hanya mencobanya.
" "Kau sangat berbeda dengan saat kita bertemu pertama kali.
" Teni merasa Pras menjadi liar sekarang, "Apa ada masalah?" "Tidak, semua baik-baik saja.
" Pras mengangkat kopi yang masih panas itu.
"Aku akan mendengar apa pun yang kamu ceritakan, meski itu tentang Yuda atau bahkan istrimu sekali pun.
" Teni tersenyum saat Pras menoleh padanya.
Pras terkekeh, meletakkan kopinya kembali, dan merentangkan tangan kanan agar Teni duduk di dekatnya.
Teni datang, bahkan tubuhnya menempel dengan Pras, dia juga meletakkan tangan di dada Pras.
"Cium saja aku.
" Pras hanya membuka bibir, membiarkan Teni berbagi lidah dengannya, dan tangan yang terus merayap tak tentu arah.
Bahkan saat Teni menurunkan reselting dan mengeluarkan miliknya yang setengah bangun, mengulum serta menghisap, Pras hanya membiarkan semua terjadi begitu saja.
"Dia tertekan di sana, Pras.
" Teni turun untuk berlutut di depan Pras, membantu pria itu melepas celana, dan kembali mengulum yang sudah telanjang.
"Hmmm ... lakukan saja sesukamu, Ten.
" Pras mengusap rambut Teni untuk melihat sepenuh apa mulut itu mengulum miliknya.
Teni tersenyum dengan mulut penuhnya sambil melepas celana dalam dan naik ke kursi untuk menindih Pras, "Di sini lebih seru, Pras.
" Memegangi apa yang tegak untuk disapukan ke miliknya yang sudah mendamba sejak tadi, "Aaahhhh ... aku menyukaimu, Pras.
" Menekannya perlahan hingga memenuhi miliknya sendiri.
"Apa kau akan terus bicara saja, Ten?" ejek Pras.
Teni malah terkekeh sambil memaju mundurkan pinggulnya, "Aahhh, ooughhh, aahhhh, hmps, oughhhh ...." Teni melepas pakaiannya dan melemparnya sembarang.
Tak lupa, mendekatkan dadanya juga ke bibir Pras, seolah sengaja menggoda agar dikulum puncaknya yang semakin mengerucut.
Pras memeluk Teni, membantu wanita itu bergerak lebih lincah, sambil menyusu seperti bayi besar, "Oughh ... kau memang pandai mempermainkanku, Ten.
" Teni malah tertawa, "Aku? Mempermainkanmu?" Bukannya lanjut, Teni melepas milik Pras begitu saja, dan naik ke pangkuan Pras dengan membelakangi, "Aku akan memulainya kalau begitu, Pras.
" Tak memasukkan, hanya membiarkan milik Pras menyentuh perut.

Sumber:Internet