Gelap

Malam Kemarin 34

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Malam Kemarin 34

. Pras tertawa.
Mengambil minuman bersoda untuk dinikmati dan menoleh ke Teni, "Kau juga banyak bertanya, Ten.
" Keduanya malah tertawa sekarang.
Lana ... beberapa kali melihat jam dinding.
Sudah jam sepuluh malam dan Pras belum juga pulang, "Ke mana mas, Pras?" Sepertinya pekerjaan Pras mulai banyak dan rumit sampai suaminya itu pulang sampai larut begini.
Dia menunggu di depan TV, entah sampai jam berapa, hingga tertidur juga di sana.
*** Hari berganti, Lana bangun dan langsung menoleh ke meja makan.
Semua makanan di sana dingin, bahkan mungkin ada yang basi, dia hanya membuka pintu dan mengecek Pras yang nyatanya tak pulang.
Lana hanya menghela napas dan merapikan meja makan agar tak membuat Pras marah nanti sepulang kerja.
Di pabrik ... Pras melihat Hendrik.
Dia bahkan tak malu untuk menghampiri Hendrik lebih dulu, "Selamat pagi, Pak.
Bapak, di pabrik?" Hendrik mengerutkan kening, "Kau main perempuan sampai tak tahu kalau istrimu sudah pulang? Suami yang buruk.
" Tersenyum dan pergi begitu saja.
Pras yang tak bisa menggambarkan seperti apa suasana hatinya saat ini, langsung ke gudang tiga, berharap tidak banyak truk dan pekerjaannya cepat selesai, dia tak sabar pulang untuk menemui Lana.
Bukan hanya saat bekerja, di jam istirahat pun Pras terus memikirkan Lana, sampai jam pulang tiba, dia segera menyelesaikan laporannya, dan pulang.
Benar saja, pintu rumah itu terbuka dengan lampu yang menyala, Pras masuk, wangi masakan yang begitu dirindukannya seolah kembali lagi setelah sekian lama, "Lana.
" Lana mengelap tangan dan menyambut Pras, "Mas, sudah pulang?" Mencium punggung tangan Pras dan tersenyum, "Aku sedang-" Tersenyum puas saat Pras memeluknya.
Lana juga membalas pelukan itu, "Bau, Mas.
Mandilah dulu.
" Pras terkekeh, "Buatkan aku kopi, ya? Hari ini masak apa?" Mengurai pelukan itu dan ke kamar mandi setelah menyambar handuk di kamar.
"Sayur bening, hanya ada itu tadi, sama tempe goreng.
" Lana menyiapkan makanan di ruang TV sambil menunggu Pras.
Setelah Pras bergabung dengannya, "Mau makan sekarang, Mas?" Melihat Pras mengangguk, Lana langsung mengambil makanan, "Semalam lembur, Mas?" Pras jadi tercekik oleh pertanyaan Lana, "I-iya, Lan.
Kamu ... pulang jam berapa?" "Mungkin jam satu.
Kami berangkat pagi dari sana.
Aku masih nifas, setelah bersih, kuharap aku bisa melayanimu dengan semestinya, Mas.
" Lana memberikan piring itu ke Pras.
Terkekeh, "Jangan terlalu dipikirkan, Lan.
Melihatmu sehat saja membuatku sangat senang.. Maaf, ya, aku ... memperlakukanmu tidak baik.
" "Mas ... jangan membahasnya lagi.
" Pras tersenyum, mengambil makanan sesendok dan menyuapkannya ke Lana, "Kamu tidak bekerja? Maksudku ... dengan keadaanmu?" Lana menggeleng, "Pak Hendrik menyuruhku kembali setelah nifas.
" Pras mengangguk, "Kamu mandi saja, setelah makan, kita ke luar, ya? Jalan-jalan.
" Lana mengangguk.
Dia membersihkan diri dan bersiap pergi, tepat setelah Pras menyelesaikan suapan terakhir.
Dia banyak tertawa bersama Pras saat diajak keliling kota dengan sepeda motor hingga sempat kehabisan bensin, sampai Lana dibuat puas saat Pras menghentikan motor itu di taman.
"Duduk sini, ya, Mas?" Menemukan bangku yang menghadap ke kolam.
Setelah me-standar motor, Pras membeli minum dan makanan ringan, baru setelahnya bergabung dengan Lana.
"Apa itu rumah sakit yang sangat besar?" Lana menggeleng, "Dia wanita yang baik.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, saat aku sadar, semua sudah berakhir, meski dia beberapa kali menanyakan tekadku, aku tetap mengambil keputusan yang kuinginkan, Mas.
"
Sumber:Internet