Gelap

Malam Kemarin 36

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Malam Kemarin 36

. Sore menjelang, Hendrik heran melihat Lana bersiap pulang, "Kau tidak menginap di sini?" Lana tersenyum sambil menggeleng, "Ada beberapa pekerjaan di rumah, Hen.
Tidak masalah 'kan jika aku pulang? Besok aku akan ke sini.
" Hendrik tersenyum, "Ya, hati-hati di jalan.
Ari akan datang besok, siapa pun dia, jangan sungkan memberi tahuku.
" Lana mengangguk, "Aku pulang dulu.
" Entah, dia seolah ingin memberi kejutan kecil untuk Pras, dia memang secinta itu dengan suami sirinya, dan karena itu dia menjemput Pras di pabrik.
"Pras sudah pulang, Lan.
" Yuda baru saja mengeluarkan motor.
"Benarkan? Aku pulang dulu kalau begitu.
" Lana langsung berbalik.
"Ayo!" Yuda mendekati Lana dan membiarkan wanita itu naik ke boncengan.
"Kata mas Pras, Nita orangnya baik dan ramah, aku tidak sabar bertemu dengannya.
" Yuda terkekeh, "Mungkin Sabtu aku akan mengajaknya ke rumahmu.
Mamak sudah bertemu, dan dia menyukainya, mamak minta agar aku segera menikah dengan Nita, setelah itu rumahku akan jauh dari pabrik.
" "Tetapi kamu tidak pindah kerja, kan?" Lana merasa saudaranya hanya Yuda dan kehilangan Yuda akan membuatnya rindu.
"Tidak, tenang saja.
" Motor pun sampai, "Aku langsung pulang, ya?" Melihat Lana mengangguk, Yuda pun kembali ke kosan.
Lana berbalik, berencana masuk rumah, tetapi melihat gembok tetap tersampir ke pintu, membuatnya bingung, "Mas Pras belum pulang?" Masuk untuk membersihkan diri dan kembali ke pabrik, "Apa mas Pras lembur?" Lana melihat pabrik terlalu sepi, dia mengintip ke dalam, dan satpam langsung mendekatinya.
"Cari apa, Mbak?" Lana tersenyum, "Apa ada yang lembur? Sepertinya suamiku belum pulang, ada sesuatu yang ingin kubicarakan, apa aku boleh masuk?" Satpam itu menggeleng, "Tidak ada lembur hari ini.
Apa suamimu bekerja di sini juga?" "Ya, dia mandor di sini, namanya Pras.
" "Oo ... pak Pras.
Sudah pulang, Mbak.
Mungkin belum sampai rumah.
Tidak ada lembur hari ini.
" Lana tersenyum, "Terima kasih, Pak.
" Pulang dengan pikiran bingung, seolah ada yang salah di situasi ini, apa dia dan Pras berpapasan di jalan tanpa disadari? *** Lana terjingkat.
Masih gelap di luar, tetapi dia tak menemukan siapa pun di sampingnya, Pras juga tak ada, di mana dia? Untuk hari ini, Lana tidak akan bekerja, lebih memilih pergi lagi ke pabrik, dan menemui lagi satpam kemarin.
"Mbak, cari pak Pras?" Lana mengangguk, "Bekal mas Pras ketinggalan.
Maaf, ya, Pak, jadi ... merepotkan.
" Satpam itu tersenyum, "Kupanggilkan dulu, Mbak.
" Masuk ke gudang tiga, "Pak Pras, ada yang nyari.
" Pras yang sibuk seperti biasa, menyelesaikan catatannya, dan mendekati satpam, "Siapa?" "Katanya istri Bapak.
" Pras kaget mendengar itu, "Tolong, suruh saja dia ke sini, aku tidak bisa pergi sebelum jam istirahat.
" Setelah menunggu dengan cemas, Pras langsung menarik Lana ke belakang meja kerjanya, "Kenapa ke sini?!" Kawatir tindakan Lana membuatnya dalam masalah.
"Aku mengantar ini, Mas.
" Lana mengangkat rantang, "Semalam kamu tidak pulang.
" "Aku lembur, Lan.
Aku bekerja juga karena masa depan kita, apa kamu berpikir aku sedang main gila?!"
Sumber:Internet