. Sore menjelang, Hendrik heran melihat Lana bersiap pulang, "Kau tidak menginap di sini?" Lana tersenyum sambil menggeleng, "Ada beberapa pekerjaan di rumah, Hen.
Tidak masalah 'kan jika aku pulang? Besok aku akan ke sini.
" Hendrik tersenyum, "Ya, hati-hati di jalan.
Ari akan datang besok, siapa pun dia, jangan sungkan memberi tahuku.
" Lana mengangguk, "Aku pulang dulu.
" Entah, dia seolah ingin memberi kejutan kecil untuk Pras, dia memang secinta itu dengan suami sirinya, dan karena itu dia menjemput Pras di pabrik.
"Pras sudah pulang, Lan.
" Yuda baru saja mengeluarkan motor.
"Benarkan? Aku pulang dulu kalau begitu.
" Lana langsung berbalik.
"Ayo!" Yuda mendekati Lana dan membiarkan wanita itu naik ke boncengan.
"Kata mas Pras, Nita orangnya baik dan ramah, aku tidak sabar bertemu dengannya.
" Yuda terkekeh, "Mungkin Sabtu aku akan mengajaknya ke rumahmu.
Mamak sudah bertemu, dan dia menyukainya, mamak minta agar aku segera menikah dengan Nita, setelah itu rumahku akan jauh dari pabrik.
" "Tetapi kamu tidak pindah kerja, kan?" Lana merasa saudaranya hanya Yuda dan kehilangan Yuda akan membuatnya rindu.
"Tidak, tenang saja.
" Motor pun sampai, "Aku langsung pulang, ya?" Melihat Lana mengangguk, Yuda pun kembali ke kosan.
Lana berbalik, berencana masuk rumah, tetapi melihat gembok tetap tersampir ke pintu, membuatnya bingung, "Mas Pras belum pulang?" Masuk untuk membersihkan diri dan kembali ke pabrik, "Apa mas Pras lembur?" Lana melihat pabrik terlalu sepi, dia mengintip ke dalam, dan satpam langsung mendekatinya.
"Cari apa, Mbak?" Lana tersenyum, "Apa ada yang lembur? Sepertinya suamiku belum pulang, ada sesuatu yang ingin kubicarakan, apa aku boleh masuk?" Satpam itu menggeleng, "Tidak ada lembur hari ini.
Apa suamimu bekerja di sini juga?" "Ya, dia mandor di sini, namanya Pras.
" "Oo ... pak Pras.
Sudah pulang, Mbak.
Mungkin belum sampai rumah.
Tidak ada lembur hari ini.
" Lana tersenyum, "Terima kasih, Pak.
" Pulang dengan pikiran bingung, seolah ada yang salah di situasi ini, apa dia dan Pras berpapasan di jalan tanpa disadari? *** Lana terjingkat.
Masih gelap di luar, tetapi dia tak menemukan siapa pun di sampingnya, Pras juga tak ada, di mana dia? Untuk hari ini, Lana tidak akan bekerja, lebih memilih pergi lagi ke pabrik, dan menemui lagi satpam kemarin.
"Mbak, cari pak Pras?" Lana mengangguk, "Bekal mas Pras ketinggalan.
Maaf, ya, Pak, jadi ... merepotkan.
" Satpam itu tersenyum, "Kupanggilkan dulu, Mbak.
" Masuk ke gudang tiga, "Pak Pras, ada yang nyari.
" Pras yang sibuk seperti biasa, menyelesaikan catatannya, dan mendekati satpam, "Siapa?" "Katanya istri Bapak.
" Pras kaget mendengar itu, "Tolong, suruh saja dia ke sini, aku tidak bisa pergi sebelum jam istirahat.
" Setelah menunggu dengan cemas, Pras langsung menarik Lana ke belakang meja kerjanya, "Kenapa ke sini?!" Kawatir tindakan Lana membuatnya dalam masalah.
"Aku mengantar ini, Mas.
" Lana mengangkat rantang, "Semalam kamu tidak pulang.
" "Aku lembur, Lan.
Aku bekerja juga karena masa depan kita, apa kamu berpikir aku sedang main gila?!"
Sumber:Internet