. Duduk di depan cermin dengan baju kebaya putih melekat di tubuhnya.
Alyssa masih tidak percaya dengan apa yang ia alami saat ini.
Ya, hari ini.
Tepat tanggal dua puluh oktober hari di mana akan dilangsungkan pernikahan dadakan Alyssa.
Setelah satu bulan lamaran dadakan Arga, hari ini adalah hari di mana pernikahan mereka akan di langsungkan.
Tak ada persiapan apapun yang Alyssa persiapkan selain mental juga tubuh yang selalu berpikir waras.
Arga.
Terutama keluarga besarnya tidak memberikan Alyssa, maupun keluarganya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan segala keperluan pernikahannya.
Yang otomatis, semua rencana sekaligus persiapan pernikahan mereka, keluarga besar Agra lah yang mempersiapkannya.
Sama seperti Alyssa, kedua orang tua Alyssa hanya perlu mempersiapkan diri.
Menatap pantulan dirinya di depan cermin, Alyssa mendesah panjang ketika rasa gugup menyerang hatinya.
Meski ini bukan pernikahan yang ia inginkan, namun tetap saja dia merasa gugup luar biasa.
Bahkan tangannya terasa berkeringat.
"Alyssa?"Dari ekor matanya, Alyssa melihat seorang pria berdiri di tengah pintu kamarnya.
"Boleh aku masuk?" "Ada apa, Bagas?" Tanya Alyssa yang menatap mantan tunangannya dari pantulan cermin didepannya.
Mata mereka bertemu tubruk saat Bagas juga menatap Alyssa.
"Bisa kita bicara sebentar?" Belum Alyssa menjawab, Bagas dengan cepat masuk ke dalam kamar.
Mengabaikan tatapan mata penuh protes milik Alyssa.
"Keluarlah Bagas! Aku gak mau berbicara dengan kamu.
" Sungut Alyssa ketika Bagas sudah berdiri di sampingnya.
Ini adalah pertama kalinya Bagas menemuinya setelah beberapa bulan mereka batal menikah.
"Alyssa, aku minta maaf.
" Alyssa mendengus, membuang muka begitu Bagas semakin beringsut maju.
"Jangan menyentuhku!" Sentak Alyssa pada tangan Bagas yang berniat menyentuh pundak Alyssa.
"Alyssa--""Aku minta lebih baik kamu keluar, Bagas! Aku gak sudi satu ruangan dengan pria seperti mu.
" Sentak Alyssa berdiri dari duduknya.
Berdiri menjauh dari Bagas.
Tidak berniat untuk dekat-dekat dengan pria yang pernah melukai hatinya.
Menghancurkan mimpi juga angan-angannya.
"Alyssa aku mohon, jangan seperti ini.
""Seperti ini?" Ulangnya mengejek.
"Bisa jelaskan maksud kata-kata mu seperti ini yang bagaimana, Bagas?" "Alyssa," Bagas maju, Alyssa mundur.
"Aku tau, aku sudah menyakitimu, Alyssa.
Tapi aku mohon.
Tolong maafkan aku.
" Pinta Bagas memelas.
"Maaf?" Ulang Alyssa sinis.
"Lebih baik simpan rapat-rapat permintaan maaf kamu, Bagas.
Karna aku gak akan pernah sudi memaafkan orang seperti kamu.
" Karna kamu sekarang aku harus menikah dengan Arga! Batin Alyssa menjerit marah.
Tapi tidak bisa mengeluarkannya secara gamblang.
"Setelah apa yang telah kamu lakukan di hidupku.
Kamu kira, kamu masih pantas mendapatkan maaf?" Alyssa menggeleng tegas.
"Aku gak akan pernah memaafkan mu, Bagas! Gak akan pernah.
"Melirik ke arah pintu.
"Lebih baik kamu keluar, sebelum ada tamu atau keluargaku memergoki mu ada di kamar ini.
Karna aku gak tertarik untuk berurusan dengan keluarga istri mu.
" Sarkas Alyssa.
Sumber:Internet