. Ruang makan yang sedari awal terasa mencekam kini semakin terasa begitu mengerikan.
Aura yang di keluarkan Arga juga pria yang bernama Brian terasa begitu mencekam.
Alyssa bahkan sampai lupa cara bernafas ketika tatapan mata mereka seolah ingin saling menusukkan pisau di jantung satu sama lain.
"Berhenti bersikap kekanak-kanakan, Arga!" Tegur nenek Arga membuatnya mendengus.
Sedang Brian mengukir senyum kemenangan.
Wajahnya yang tadi terasa kaku kini semakin terlihat dingin dengan sorot mata tak bersahabat.
"Nenek mengumpulkan kalian di sini karena nenek ingin kalian akur mulai sekarang.
""Mengapa nenek berpikir jika Arga akan menuruti semua kata-kata, nenek?" Tanya Arga kaku.
Meski nada suaranya terdengar lirih namun terasa kaku.
Tanpa memberikan kesempatan kepada neneknya Arga langsung berdiri dari duduknya.
"Arga sudah kenyang.
" "Jangan pernah berpikir jika kamu bisa meninggalkan meja makan ini Arga!" Tegur nenek Arga menghentikan tubuh Arga yang sudah bersiap berbalik.
"Selangkah saja kamu pergi dari meja makan ini.
Nenek akan pastikan kamu kehilangan semua.
" Arga merasa ingin terbahak mendengar ancaman neneknya.
Namun dia juga tidak berniat untuk berbalik.
"Brian akan menggantikan posisi kamu di perusahaan.
" Baru dua langkah Arga beranjak.
Kini dia sudah berhenti.
Tubuhnya terasa kaku hingga dia merasa kesulitan untuk meneruskan langkah kakinya.
Seakan semua itu belum cukup sampai di situ nenek Arga beranjak hingga berdiri di samping Arga.
"Bereskan seluruh barang-barangmu! Mulai sekarang kamu pindah ke rumah, nenek.
" "Arga tidak akan pergi kemana pun nek!" Geram Arga dengan suara tajam.
Hilang sudah rasa hormat Arga pada wanita yang selama ini dia anggap seperti orang tuanya sendiri.
Jika selama ini Arga selalu menuruti keinginan neneknya.
Berbeda dengan hari ini.
Dia merasa marah dan kecewa secara bersamaan.
Nenek yang selama ini dia anggap membelanya ternyata tidak lebih dari wanita curang.
Yang bisanya pilih kasih.
"Kamu tau nenek tidak suka penolakan kan, Arga?" Arga tertawa.
Tawa gamang yang terlihat menyeramkan.
Bahkan kini tatapan mengarah pada neneknya Gresia Tajima Surya.
Ibu kandung dari almarhum ayahnya.
Yang hampir setengah hidup Arga, selalu Arga hormati juga sayangi.
Dia bahkan harus mengorbankan semua mimpi dan cita-citanya demi menuruti keinginan neneknya.
Dan sekarang ketika dia sudah merasa nyaman dengan semua itu, neneknya dengan sesuka hati ingin menyuruhnya pergi.
Memberikan perintah yang bahkan tidak pernah Arga tau apa keinginannya.
"Dan nenek tau jika Arga tidak suka di perintah.
" "Tapi selama ini kamu selalu mengikuti semua perintah nenek.
" Nafas Arga terasa memburu.
Siap membakar apa pun yang berada di dekatnya.
Bahkan tatapannya sudah terlihat menyeramkan.
"Pengecualian hari ini.
Akan Arga pastikan jika Arga tidak akan pernah tunduk kepada nenek.
" "Apalagi sampai mengikuti semua keinginan gila nenek!" Lanjutnya sinis.
"Bagus.
Berarti kamu sudah siap kehilangan semuanya.
" Gresia mundur beberapa langkah kebelakang.
Ekor matanya melirik pada Alyssa penuh arti.
Hingga kepalan tangan Arga mengeras dengan kuku memutih.
Bahkan gigi bergemelatuk hebat.
Siap meremukkan apapun di depannya.
"Jangan coba-coba memancing Arga, nek.
"
Sumber:Internet