. Alyssa memandang pantulan dirinya di depan cermin dengan gamang.
Setelah kejadian siang tadi, Alyssa sama sekali tidak beranjak dari kamarnya.
Pikirannya melayang pada kejadian-kejadian janggal yang menimpanya, terutama sore tadi.
Alyssa tidak menyangka jika orang yang ia percaya dan sayangi bisa bersikap semenjijikan seperti itu.
Bahkan lebih parahnya dia berselingkuh dengan sepupunya sendiri.
Dengan tangan meremas ujung dressnya, Alyssa tersenyum kecut saat lagi-lagi hatinya menertawakan dirinya.
Menertawakan kepolosannya selama ini.
Bagaimana mungkin dia bisa begitu mudah percaya dengan Bagas selama ini?Lihat, Alyssa kamu lagi-lagi dibodohi.
Semua itu pasti karna dirimu yang terlalu percaya dan bodoh hingga tunanganmu sendiri berselingkuh hingga hamil kamu sama sekali tidak mengetahuinya.
Ck.
Batin Alyssa menertawakan kebodohannya.
Melirik jam dinding di meja nakas, Alyssa mendesah pelan saat waktu sudah menunjukan jam makan malam.
Jika ia tidak cepat keluar ia pasti akan mendapat omelan dari ibunya.
Mengabaikan rasa patah hati dalam dirinya, Alyssa memilih melangkah keluar kamar.
Melangkah ke arah meja makan, tapi lagi-lagi langkahnya terhenti saat sayub-sayub ia mendengar perbincangan kedua orang tuanya.
"Gimana, yah? Apa yang harus kita katakan pada Alyssa?" Ayah Alyssa mendesah pelan saat menatap wajah murung istrinya.
"Bagaimana lagi, Bu, kita harus jujur pada Alyssa.
Kita tidak mungkin diam saja, dan pura-pura tidak tau dan menyembuhkan semuanya.
""Kasian anak kita, yah, Alyssa pasti sedih saat tau ternyata Bagas sudah menghamili keponakanmu.
Memilih menikahinya ketimbang putri kita.
""Kita harus tetap bersyukur, Bu, setidaknya kita tau sebelum terlambat.
" "Belum terlambat gimana? Dia sudah melamar Alyssa, yah.
Tapi malah nikah dengan Ayu.
""Mungkin mereka gak jodoh, bu.
""Terus aja belain ponakan kamu itu, yah, dari dulu kamu memang gak peduli sama kebahagian putrimu.
" "Bukan begitu, Bu,"Alyssa semakin menatap nanar kedua orang tuanya yang nampak terluka dengan semua perbuatanya.
Bagaimana mungkin ia begitu tega menyakiti kedua orang tuanya?Menghapus air matanya pelan, Alyssa melangkah semakin mendekat hingga membuat kedua orang tuanya tersentak kaget.
"Alyssa, nak, kamu?""Alyssa gak papa, Bu.
" Jawab Alyssa memotong ucapan ibunya.
"Ayah, ibu, maafin Alyssa.
" Sambung Alyssa menuduk dalam.
"Alyssa sudah tau, Bu, kalau Bagas dan Ayu akan menikah.
" Ucap Alyssa membuat kedua orang tuanya pun terbelalak kaget.
Ibu Alyssa membekap mulutnya memandang Alyssa tak percaya.
"Alyssa sudah mendengar dan melihat dengan mata kepala Alyssa sendiri, Bu, kalau mereka--" Ucapan Alyssa terputus begitu isak tangisnya tak terbendung lagi.
"Seharusnya Alyssa, gak begitu aja percaya dengan Bagas.
Seharusnya Alyssa dengar kata-kata ibu kalau Bagas sepertinya buka pria baik-baik.
" Ucap Alyssa terisak semakin dalam.
Hingga ibu Alyssa pun mendekat dan memeluk tubuh putri satu-satunya yang bergetar hebat dengan erat.
"Gak papa, nak, dia bukan jodoh mu.
" Hibur ibu Alyssa menenangkan.
Meski hatinya ikut perih dengan apa yang menimpa putrinya.
"Maafin Alyssa karna selalu bikin malu, Bu.
" Racau Alyssa dalam dekapan ibunya.
"Ibu bersyukur, nak, tuhan masih berbaik hati untuk menunjukan semua ini.
Dengan begini kita bisa tau bagaimana sikap mereka yang sebenarnya.
Kamu gak usah berpikir yang tidak-tidak.
Biarkan mereka menjalani apa yang sudah mereka rangkai selama ini.
Ikhlaskan Bagas.
Ibu yakin jika kamu bisa melepaskan dia kamu akan mendapatkan yang jauh lebih baik dari Bagas.
" Alyssa semakin terisak begitu nasehat ibu semakin membuat rasa bersalahnya semakin menggunung.
Sumber:Internet