Gelap

Mendadak Menikah 5

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Mendadak Menikah 5

. Pagi ini.
Alyssa bangun lebih pagi dari biasanya.
Ia mempersiapkan semua kebutuhannya untuk pergi ke acara reuni.
Dari semalam sahabatnya Silla sudah menerornya agar jangan lupa menyiapkan semua kebutuhannya untuk pergi reuni besok.
Dan Alyssa hanya bisa pasrah mengikuti sahabatnya.
Toh sahabatnya sudah meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk mengajak Alyssa reuni sekalian berlibur.
Pukul enam pagi pas, Alyssa selesai berkemas.
Semua perlengkapannya sudah ia masukan ke dalam koper kecil.
Ia tidak membawa banyak perlengkapan, hanya beberapa stel baju dan peralatan mandi.
Juga satu gaun yang akan ia gunakan untuk acara reuni.
"Alyssa, nanti kamu mau berangkat jam berapa?" "Jam tujuh Silla jemput, buk.
" Jawab Alyssa menjawab pertanyaan dari ibunya.
"Hati-hati ya di sana nanti.
""Iya, buk.
" "Jangan tidur malam-malam!" Alyssa mengangguk menjawab pesan singkat ibunya.
"Ya udah ibu mau ke tempat bude.
Ada acara tiga bulanan di sana.
""Buk," Panggil Alyssa ragu.
"Hm?""Ibuk ... Gak papa?" Tanya Alyssa terdengar ragu.
Alyssa memperhatikan wajah penuh kerutan milik ibunya yang nampak tak lagi menunjukkan cahaya di wajahnya setelah kejadian itu.
Dan itu berhasil membuatnya merasa bersalah dan juga kasian.
Dia tidak menyangka jika kedua orang tuanya akan ikut menanggung beban hidupnya.
Sebagian hatinya merasa ingin berteriak, marah, dan benci pada dirinya sendiri.
Kenapa dia lagi-lagi mengecewakan kedua orang tuanya? Apa tidak cukup selama ini dia selalu menyusahkan kedua orang tuanya? Dan sekarang lagi-lagi dia mengecewakan kedua orang tuanya dengan pilihannya.
"Seharusnya yang bertanya seperti itu ibu, nak.
Kamu gak papa dengan keadaan seperti ini?" Alyssa tersenyum mendengar ucapan ibunya.
Hatinya seperti diremas kuat.
Sekuat tenaga dia menahan genangan air mata yang bisa tumpah kapan saja.
Dia merasa benar-benar buruk.
Disaat seperti ini, ibunya masih mengawatirkan dirinya.
Padahal dia sudah mennyoreng nama baik keluarganya.
"Lyssa gak papa, buk.
Maaf ya buk karena Alyssa ibuk jadi merasa canggung dengan keluarga bapak.
" Alyssa menggigit ujung bibirnya, menahan untuk tidak menangis.
"Gak perlu minta maaf, nak.
Kita gak salah apa-apa.
Kalau mereka punya hati seharusnya yang meminta maaf itu mereka bukan kamu.
" Alyssa diam mendengar ucapan ibunya.
Dari kejadian itu, Alyssa tau jika kedua orang tuanya tidak sedekat dulu jika bertemu dengan keluarga ayahnya.
Banyak yang mengatakan hal-hal tidak menyenangkan bahkan kadang menyindir secara terang-terangan terhadap keluarganya.
Apa lagi jika mengingat dari seluruh keluarga ayahnya hanya keluarganya saja yang hidup sederhana.
Sisanya mereka masih masuk dalam golongan keluarga berada.
Karna itu ibunya tidak terlalu dekat dengan keluarga iparnya.
Apa lagi setelah kejadian ini Alyssa yakin kedua orang tuanya semakin merasa tidak nyaman dan serba salah.
"Tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak penting, nak.
Semua itu hanya akan membuat kamu jadi merasa bersalah.
Kita gak salah jadi gak usah merasa gak nyaman.
Jangan terlalu banyak pikiran.
Nikmati saja keadaan kamu sekarang.
Apapun yang dikatakan orang di luar sana biarkan saja.
Toh mereka tidak ikut menjalani hidup kamu.
Mereka hanya bisa berkomentar tanpa tau bagaimana jalan cerita yang sebenarnya.
" Alyssa tersenyum mendengar nasehat ibunya.
Dalam hati ia bersyukur karna memiliki keluarga yang selalu mendukung semua keputusannya.
Pagi itu Alyssa pergi dengan perasaan lebih ringan.
Mendengar semua ucapan ibunya membuat ia merasa lebih baik.
"Lo udah bawa apa yang gue bilang, kan?" Tanya Silla begitu mereka duduk di atas pesawat.
"Udah.
" "Bagus.
Kali ini kita bakalan liburan yang benar-bener liburan.
""Emangnya selama ini kalau kita liburan.
Kita gak bener-bener liburan?" Tanya Alyssa geli.
"Yah enggak lah, secara setiap kita liburan kan lo gak pernah fokus sama apa yang lo jalani.
Bawaanya lo itu laporan mulu sama mantan lo.
Dan parahnya lagi cowok lo dulu selalu larang lo ini, itu.
Kita gak bisa bebas kemana aja.
Dan gue harus nahan diri buat gak bakar hidup-hidup tu mantan lo.
Ya seenggaknya gue bersyukur lo udah terbebas dari cowok brengsek sialan itu.
""Maksud kamu, kamu seneng aku diselingkuhin, gitu?" Dengusan kesal lolos dari bibir Alyssa.
Wajahnya berubah kesal, meski dia hanya pura-pura tapi dia yakin pasti Silla akan panik.
Silla langsung menggeleng panik begitu suara Alyssa terdengar serius di telinganya.
"Gak gitu, Ly, maksud gue---""Hahaha "Sialan lo! Lo tadi ngerjain gue?""Habisnya ekspresi kamu lucu, Sil.
""Sialan lo!" Omel Silla membuat Alyssa semakin tertawa puas karna berhasil mengerjain sahabatnya.
Setelah tiba di bali, mereka langsung menuju penginapan yang sudah disediakan.
"Sil, kamu yakin ini penginapan kita?" Tanya Alyssa heran.
"Yap, kenapa?" Tanya Silla yang sibuk memainkan ponsel di tanganya.
Hanya menoleh sekilas pada Alyssa baru kembali sibuk dengan ponselnya "Siapa sih yang buat acara reuni ini kok kayaknya mewah banget? Aku kayak gak percaya kita ke sini cuman buat menghadiri acara reuni.
Mana semua tempat penginapan dan acara bukan tempat biasa.
Kita kayak lagi mau perjalanan bisnis dengan proyek besar.
" "Apa diotak lo cuman ada kerjaan?" Sindir Silla.
Menatap tak habis pikir dengan sahahatnya ini.
"Kamukan tau kalau aku tu gak terlalu suka liburan.
Cuman buang-buang uang dan waktu.
""Pantes lo kalau jomblo lama dapet pacar.
Kerjaan lo cuman kerja, kerja, kerja, sih.
" Ejek Silla yang dibalas dengusan oleh Alyssa.
"Tapi kayaknya tuduhan lo bener deh, Ly.
""Soal apa?" Tanya Alyssa begitu mereka sampai di dalam lift.
"Penginapan ini mewah banget gue jadi ikut penasaran siapa yang buat acara ini.
" "Jadi?" "Gue bakal cari tahu.
Kayaknya bisa deh, cowok ini gue jadiin calon laki masa depan gue.
" "Dasar matre.
" Cibir Alyssa.
"Wajar kali cewek matre.
Realistis Beb, secara hidup itu butuh biaya dan juga uang.
" Alyssa cuman menggeleng tak percaya mendengar ucapan sahabatnya.
Sahabatnya ini benar-benar pantas saja dia tidak pernah terlihat menggandeng pria selama ini.
Soalnya standar pria impiannya sangat lah tinggi.
"Wow.
" Ucapan Silla membuat Alyssa ikut berdecak kagum saat mereka masuk dalam kamar yang akan mereka tinggali beberapa hari ke depan sebagai tempat liburan.
Mereka tidak berhenti berdecak kagum begitu kamar bernuansah putih itu terlihat begitu mewah dan juga elegant.
Pintu-pintu kaca yang menghubungkan antara kamar dan halaman belakang begitu indah.
Bahkan mereka bisa melihat luasnya hamparan pantai dengan pemandangan yang begitu sempurna.
"Apa gue udah bilang kalau ini kamar luar biasa keren?" Ucap Silla diangguki setuju oleh Alyssa.
"Kayaknya aku gak nyesel ikut liburan kamu kali ini, Sil.
" Silla memutar bola mata malas mendengar ucapan sahabatnya.

Sumber:Internet