. Alyssa menatap ngeri gaun yang disodorkan oleh Silla padanya.
"Buru pakai! Gue udah perkirain ini bakal terjadi.
Dan lo harus bersyukur karna lo punya sahabat yang selalu siap siaga sama kemungkinan terburuk kayak gini.
" Alyssa mendengus, menatap kesal pada sahabatnya.
Yang benar saja dia harus berpakaian seperti itu?"Sil, kamu jangan gila deh.
Masa iya aku harus pakai baju begitu sih? Gak banget tau.
Dari pada aku pakai pakaian kayak gitu, mending pakai gaunku ini aja.
""Lo gila? Ini itu acara kita.
Lo harus tampil beda dari biasanya.
Lo gak mau kan, dikatain gak bisa move on dari mantan brengsek lo itu?" "Emangnya gaunku kenapa sih, Sil?" Seru Alyssa gemas.
Perasaan gaun yang dia bawa baik-baik saja.
Kenapa sahabatnya tidak bisa melihat hal seperti itu.
"Gaun lo, ok, cuman kurang pas kalau dipakai diacara malam ini.
" Silla mengatakan isi kepalanya.
"Emang acara malam ini kenapa?" "Please, gak usah banyak nanya, mending sekarang lo pakai ni gaun biar kita cepet turun ke bawah.
" Omel Silla yang mulai hilang kesabaran, Alyssa benar-benar menguji kesabarannya.
Dengan sedikit tidak rela akhirnya Alyssa menerima gaun yang disodorkan Silla padanya.
Dan membawanya ke kamar mandi untuk berganti baju.
Setelah hampir lima menit Alyssa di kamar mandi, akhirnya Alyssa keluar dengan gaun berwarna biru dongker.
Gaun dengan bahan sutra yang begitu pas melekat ditubuh Alyssa membuat Alyssa nampak begitu anggun dan cantik.
Dengan memamerkan sebelah bahu atas yang terbuka, leher jenjang Alyssa nampak begitu terekspos.
Bahkan punggungnya pun begitu terbuka, menunjukkan punggung polosnya tanpa penghalang.
"Good job.
Ini baru sahabat gue.
" Seru Silla memandang puas sahabatnya.
Ada rasa bangga begitu melihat Alyssa nampak cantik dengan gaun pilihannya.
"Apa ini gak terlalu berlebihan, Sil? Gaun ini terlalu terbuka kayaknya.
" Tanya Alyssa mengusap tengkuknya tidak nyaman.
"No, ini tu pas banget dibadan lo.
Dan tinggal nambah sedikit polesan diwajah lo, gue yakin lo bakal berubah luar biasa cantik dari biasanya.
""Tapi aku gak terlalu nyaman dengan gaun ini.
" "Gue gak kaget sih denger itu, Udah gue duga juga lo bakal ngomong gitu.
Tapi gue gak peduli lo nyaman atau gak.
Karna lo harus pakai itu malam ini.
Dari pada lo pakai gaun lo itu yang terkesan ala-ala anak SMA, gagal move on.
Mending lo pakai ini, gue yakin setelah pulang dari sini, lo bakal jadi bini orang.
Siapa yang gak terpesona sama kecantikan lo malam ini.
" " Sembarangan.
" Silla terkikik geli mendengar ucapan nya sendiri.
"Udah ah, buru sini gue make up pin biar kita bisa cepet turun.." Silla memandang puas sahabatnya.
"Sumpah lo keliatan cantik banget, Ly, Gue yakin mantan lo pasti bakal nyesel kalau liat lo sekarang.
"Alyssa hanya mengangkat bahu cuek.
"Tapi aku yang bakal nyesel kalau harus masih sama dia.
""Good, itu baru sahabat gue.
" "Kita berangkat?" Tanya Silla merapikan gaun berwarna hitam pekat miliknya, begitu kontraks dengan kulit putih mulusnya.
Dibandingkan Alyssa yang memiliki tubuh sedikit berisi dengan tinggi badan tidak terlalu tingga, Silla adalah gadis yang nyaris sempurna.
Memiliki tubuh semampai bak model papan atas dengan kulit mulus.
Bahkan ia masuk dalam jajaran gadis primadona di kampus dulu.
Hanya saja, karna ia gadis yang terkenal galak dan judes.
Banyak pria yang takut dekat dengannya.
Sumber:Internet