. Sudah tiga minggu setelah kejadian di bali itu, tidak ada pertemuan atau perbincangan apa pun lagi antara Arga dan Alyssa.
Alyssa sendiri, ia sudah menikmati hari-harinya seperti biasa.
Pagi berangkat bekerja, pulang sore dan istirahat di malam hari.
Tidak ada yang membahas kejadian di bali.
Kedua orang tuanya pun tidak pernah bertanya tentang liburannya.
Seakan kejadian tiga minggu yang lalu adalah sebuah mimpi di siang bolong.
Mimpi yang sama sekali tidak berarti apa-apa.
Dan harus Alyssa lupakan.
Bahkan Alyssa yang kemarin-kemarin merasa resah dan khawatir kini sudah merasa sedikit lega.
Ia sama sekali tidak memikirkan masalah di bali.
Karna ia yakin jika keluarga Arga dan Arga sudah melupakan kejadian tiga minggu yang lalu.
Karna tidak ada yang tau kejadain itu selain Arga dan keluarganya, dan otomatis Alyssa merasa sedikit lega karna tidak ada yang mengetahuinya.
Bahkan sahabatnya pun, Silla.
Dia sama sekali tidak mengetahui masalah yang menimpanya.
Tiga minggu yang lalu.
"Alyssa, kamu dari mana?" Tanya Silla begitu Alyssa masuk ke dalam kamar inapnya.
"Oh, aku dari jalan-jalan sekitar pantai.
""Maaf Alyssa, kamu pasti panik karena ku meninggalkanmu di sini sendiri.
" Ucap Silla sedikit panik.
Alyssa mengerjab.
"Oh iya.
Aku hampir lupa.
Kemana saja semalam kamu Silla? Kenapa tidak mencariku?" "Maaf Ly, semalam aku ada masalah mendadak.
Jadi tidak bisa mengabarimu.
Tapi kamu semalam baik-baik saja kan, tidur tanpa aku?" Alyssa sedikit kaget mendengar ucapan sahabatnya.
"Ya--- aku baik-baik saja.
""Syukur lah.
""Tapi, kamu semalaman tidak pulang Silla?""Ya?""Kamu tidur di mana semalaman?""Aa-----aku, tidur di-- di ... Kamar temanku.
Iya maksudku, aku menginap di rumah temanku..""Benarkah?" Tanya Alyssa heran.
Aneh sekali gelagat sahabatnya itu.
"Iya sudahlah, bagaimana jika kita sarapan?""Tidak aku tidak lapar, lagian aku akan kembali ke jakarta.
""Sekarang?""Ya.
""Baiklah, aku juga akan kembali ke jakarta.
""Bagaimana dengan liburannya?""Aku rasa lain kali juga tidak masalah.
Karna ... Aku juga sedang ada urusan""Baiklah, ayo kita bersiap-siap.
""Hmmm.
""Tapi Silla?" Ucap Alyssa memperhatikan wajah Silla seksama.
"Ada apa dengan wajahmu?""Apa?""Lihatlah, sudut bibirmu berdarah.
Bahkan pipimu terlihat terluka.
""Aku baik-baik saja..""Kamu yakin?""Ya.
""Kamu tidak ingin mengatakan sesuatu, kenapa kamu terluka?""Aku baik-baik saja Alyssa.
Ini hanya luka kecil, karna semalam aku terlalu terburu-buru jadi terpeleset dan jatuh.
Ini bukan masalah besar, sudah lah.
""Oh baiklah.
" Ingatan Alyssa melayang pada percakapan ia dan Silla sebelum ia meninggalkan penginapannya hari itu juga.
Sumber:Internet