Gelap

Milf Sensasi 7

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Milf Sensasi 7

. / ch 6 bagian 2bagian 2 : Dua belas Jam, Tiga LobangJumat jam 05.
40Gw bangkit dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi.
Lina tampak sedang merias diri di depan cermin westafel.
Lina pagi itu akan berangkat wisata bersama teman2nya ke pulau dewata untuk beberapa hari, makanya sejak subuh sudah bangun untuk siap-siap.
“Morning honey” sapanya.
“Morning say” jawabku dan memulai ritual pagi dengan cuci muka dan gosok gigi yang membuatku terasa segar dan terbangun.
Gw lalu memeluknya dari belakang.
Dia hanya mengenakan V-Thong dan Bra warna abu-abu keperakan.
Kulitnya terasa licin karena Body Cream dengan aroma Cocoa Butter yang lembut.
“Mau jalan jam berapa?“Jam enam lah.
Aku mesti jemput si Gina dulu” balasnya sambil membubuhkan blush-on tipis di pipinya.
“Yang lain juga pada berangkat pagi ini?”“Iya banyakan hari ini.
Cuman Rena dan Verro yang udah jalan duluan kemarin”Gw kenal hampir semua wanita-wanita teman perjalanan Lina kali ini.
Kecuali Rena dan Verro yang berstatus janda, yang lainnya masih binor dan gw malahan kenal beberapa suami mereka.
“Gw turun duluan yah” gw melangkah keluar kamar mandi namun sempat memperhatikan lekukan pantatnya.
Thong yang terselip di belahan pantatnya membuat kedua bongkah bokongnya terlihat mencuat dan bulat.
Hmmm… pagi-pagi disuguhi pemandangan begitu, darah gw jadi terpompa kencang.
Srrrr….
Jam 06.
05Gw menikmati kopi susu sambil membaca koran ketika Lina turun.
Dia menghampiri dan mencium bibirku.
“Aku jalan dulu yah say”“Hmmm… hati-hati ya, kalau udah sampe WA.. dan jangan naughty-naughty” balasku menggodanya sambil menyunggingkan senyuman iblis dan meremas pantatnya.
Lina hanya mencibirkan mulutnya dan melenggang pergi.
Sayup-sayup gw mendengar suara mobil menderu meninggalkan garasi.
Pagi itu rumah terasa begitu senyap.
Kedua anak-anakku sudah melanjutkan pendidikan di luar negeri dan Lina pergi keluar kota.
Pikiranku terbang membayangkan kedua bongkah bokong Lina yang hanya terbungkus V-Thong mini.
Ehhh… gw jadi teringat kalau diam-diam gw membeli Thong secara online, yang rencananya akan gw berikan ke Nita.
Dengan semangat gw langsung ke lemari dimana kami menyimpan jaket dan jas.
Gw sudah seminggu menyembunyikan Thong itu di kantong dalam salah satu jaket.
Gw membentangkan CD seksi warna hitam dengan bahan renda jala dan darah terasa berdesir membayangkannya membalut bagian selangkangan Nita.
Libidoku terdorong untuk bercinta dengannya apalagi kalau pagi hari gw terkadang memiliki hasrat seks yang tinggi.
Jam 06.
17Gw segera turun kembali ke ruang keluarga dan memanggil Nita via telfon.
Tidak sampai semenit kemudian Nita sudah berdiri di hadapanku yang sudah menantinya duduk di sofa ruang keluarga.
“Iya pak?”“Santi dibawah?” Gw bertanya kepadanya keberadaan sang tukang masak.
“Dia ke pasar pak, tadi ikut mobil non Lina”Gw bersorak dalam hati.
Sempurna! Gw sejak lama memang sudah mendambakan sensasi bercinta di ruang tamu dan pagi itu adalah kesempatan sempurna!“Ini saya beli sesuatu untuk kamu” Sambil menyodorkan Thong kepadanya.
“Cobain.
Pas nggak”Dia menerima gumpalan celana dalam itu dan membentangnya.
Pupil matanya sedikit terbeliak tak menyangka gw akan memberikan barang intim begitu untuknya.
Bibirnya menyungging senyum simpul dan tertawa kecil.

Sumber:Internet