Gelap

Misteri Tayub 11

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Misteri Tayub 11

. Sri Rejeki sudah siap mau naik panggung setelah membaca mantra  Semar mesem.
" Niat ingsun amatek ajiku Semar mesem, mutmutanku  inten kang cahyane manjing sajroning  pilinganku kiwo utowo tengen kang nyawang kegiwang, opomaneh Yen sing nyawang wong kang tumancep, kumanthil ono telenging sanubariku yo iku jabang bayine..     Sambil bergoyang pinggul Sri Rejeki sudah naik panggung mengalunkan tembang dolanan mengiringi musik gamelan yg ditabuh.
Penonton memandang Sri Rejeki seperti artis yg sangat cantik dan penuh karisma.
Pak Camat yg duduk di deretan kursi paling depan sampai berdiri membulatkan mata memandang wajah dan dada bintang panggung itu.
Wajah Sri Rejeki terlihat bercahaya imut seperti gadis umur 17 tahun yg tidak kenal dosa.
      " Silahken naik panggung pak" kata perangkat desa Wardi dan Bodong yg menjadi Manggolo yudo saat mengiring pengantin.
Senengnya pak lurah karena bisa membuat pak Camat berbahagia joget berduet dengan Sri Rejeki.
  Seharusnya menunggu si penari membuang sampur/ selendang untuk bisa naik ke atas panggung.
Tapi dalam acara itu bebas jika penonton sudah terpikat dan ingin nyawer serta gemes ingin mencium atau meremas susu penari yg hanya dibungkus kain kemben.
       Sri Rejeki sudah melirik ke pak Camat yg terus menari di depannya sambil terus memandang kecantikan gadis itu.
Uang segepok 2 juta dipegang tangan kiri, sedang tangan kanan menyelipkan selembar demi selembar ke dalam belahan dada Sri Rejeki.
Duhh pak camat sudah kantil ke ajian semar mesem yg dibaca Sri Rejeki.
Batin Mbah Sonto yg berdiri di emperan rumah pak lurah.
       " Aku tak munggah yo " kata pak Modin       " Injih pak Monggo " kata anak buahnya dari kecamatan yg ikut datang mengawal jagong.
     Aji Semar mesem yg mau praktek harus puasa mutih/ tidak makan asin2 garam selama 31 hari dan ngebleng tidak makan dan minum selama 24 jam baru bisa kabul keinginannya.
     Kalau sudah ketiban sampur, atau sudah ditunjuk oleh penari tayub yg rata2 punya susuk pemikat, pengunjung tidak mungkin terlepas dari jeratan asmara.
     Beda dengan yg nyawer, kalau penari tidak merespon, atau sekedar dicolek teteknya, mungkin tidak sampai baper.
Penari bisa melihat pengunjung yg banyak duit dan pantas dikalungi selendang/sampur.
     Seperti pak Camat yg lebih dulu terpikat Kiki penari yg baru duduk di SMP itu, tak bisa menghindar dari jeratan asmara aji Semar mesem yg diucapkan gadis belia itu.
Itu sangat beruntung karena bukan Sri Rejeki yg usianya sudah 50 tahun tetapi masih terlihat segar dan imut.
      Mbah Sonto melirik kepada deretan pengusaha yg duduk di kursi paling depan.
Sri Rejeki lantas melempar sampur kepada Sukir di juragan kaya raya di desa itu.
Sukir yg tadinya malas naik karena merasa dirinya jelek dan gemuk, langsung melompat ke panggung mendekati Sri Rejeki yg wajahnya makin bercahaya menatap Sukir.
        Kiki yg tampil sangat memukau dengan goyang pinggulnya yg sangat sexy ditambah dadanya yg mentek2 disangga kain kemben membuat pak Camat suka nyawer uang merah ke belahan dada itu.
      Lebih satu juta pak Camat menyawer yg akhirnya meminta Kiki keluar panggung untuk dibookingnya.
Joko Gedek sudah membebaskan para penari untuk pergi demi grupnya yg makin laris.
Sedang Mbah Sonto tetap tersenyum saja bakal kecipratan rejeki kalau ada penari yg dibooking.
   ***     Kiki masuk kamar ganti ditunggu Mbah Sonto yg menghalangi pak Camat ikut masuk melihat tubuh bugil gadis belia itu.
Tapi siapapun dia tidak boleh masuk kamar ganti penari yg sudah dipasang rajah oleh Mbah Sonto kecuali para crew dari grup kuncup mekar.
     " Disembur sik to Mbah.
" ucap Kiki kepada Mbah Sonto yg langsung membantu melepas kemben serta stagen yg membungkus tubuh mulus gadis itu.
Mbah Sonto tersenyum.
     " Wui semok tenan"      " Uwis Mbah ..gek disembur"     Mbah Sonto tersenyum memandang wajah cantik Kiki yg makin bersinar .
      Usai disembur air kembang dan doa pemikat kumbang ali2, gadis itu baru mengenakan celana jean serta kaos singlet dan jaket hitam.
     " Wes ayu to Mbah ?" tanya Kiki saat mau keluar menemui Sukir yg siap dengan mobil Alphardnya.
***      Joko Gedek yg bekerja sama dengan produser film Gatot ingin memproduksi film horor yg hasilnya sudah pasti besar.
Gatot hanya butuh cerita dan skenario serta artisnya diambil yg muda dan cantik saja tidak perlu pakai dukun seperti Mbah Sonto.
     " Tapi saya kasihan sama penari senior yg hidupnya dari Tayub mas"     " Lho kan kamu tidak perlu larang mereka menari, " kata Gatot.
     " Tapi grup itu yg mimpin saya mas.
Kalau saya ikut ke film, siapa yg ngurus grup yg suka ditanggap orang ?" kata Joko Gedek.
      " Grup kamu tetep jalan, Aku cuma minta kamu ikut kerja denganku di film.
Ini ada uang muka  20 juta.
kamu teken kontrak kalau mau.
" kata Gatot.
     Joko Gedek ngiler juga melihat tumpukan uang segitu.
Kalau tiap bulan terima duit 20 juta gak perlu gotong perabot dan gamelan enak dong.
Kata Joko dalam hati.
    Akhirnya Joko menandatangani kontrak dengan Gatot kerja di film.
Grup kuncup mekar resmi bubar.
Joko hanya mengambil bintang muda Kiki, Raisa dan Yunisa.
Semua anggota penabuh gamelan serta dukun Sonto tidak dipakai alias nganggur.
Sri Rejeki yg sudah kondang suka dibooking orang yg biasa memakai jasa ojeknya.

Sumber:Internet