. Berita bubarnya grup Kuncup Mekar bagai petir yg menyambar di siang bolong bagi Sri Rejeki maupun Mbah Sonto atau para penabuh gamelan yg menggantungkan hidup dari tanggapan tayub.
Mbah Sonto tidak begitu sedih tidak ikut grupnya Joko, toh ia juga punya profesi sebagai dukun untuk mengobati orang sakit serta pasang susuk.
Tapi ketika Sri Rejeki kembali membuat tape dan mau jualan di pasar Legi, ia jadi terharu.
" Coba minta tapenya dikit aja " kata Mbah Sonto sambil mengambil sepotong tape singkong di dalam bakul.
" Mana sudah sebulan gak ada langganan datang.
Duit habis Mbah" kata Sri Rejeki mengeluh.
" Biasane siapa yg suka kasih duit banyak ? Tak puter giling biar dateng ke rumah.
" tanya Mbah Sonto.
" Camat Purwodadi Hendro.
"" Ada fotone ?"" Kayaknya ada kok.
Sik takgoleki Yo Mbah.
" kata Sri Rejeki sambil beranjak masuk kamar.
" Manuke kok lemes to Mbah" tanya Tuty yg duduk dibawah kursi Mbah Sonto sempet merogoh benda didalam sarung dukun tua itu.
" Huss !! Angger mbokpijeti terus mesti atos.
" jawab Mbah Sonto sambil mengambil tape lagi sepotong.
" Ini Mbah.
" kata Sri Rejeki sambil meletakkan foto camat Hendro ke pangkuan dukun itu.
Mbah Sonto leyeh2 sambil menerawang foto Hendro, Tuty malah duduk di pangkuannya sambil mainin benda dalam sarung Mbah Sonto.
Makin keras makin seneng Tuty memijiti benda itu.
Mbah Sonto juga suka mengelus paha dan mengobel milik Tuty yg masih SD itu.
" Oke, nanti tak garap ya.
Paling juga nanti malem datang.
" kata Mbah Sonto sambil mengelus- elus paha Tuty yg sengaja melepas celana dalamnya duduk di pangkuannya.
Tuty bersandar di dada Mbah Sonto sambil merasakan sensasi nikmat miliknya dikobel jari panjang Mbah Sonto.
" Sik nduk, tak menyat disik.
" kata Mbah Sonto sambil melepaskan Tuty duduk di kursi dan berdiri mau pulang.
'" Nanti dulu Mbah.
"" Hayah !! Nanti saja kamu ke rumah Mbah.
Aku lagi ada perlu nih.
" kata Mbah Sonto.
***Benar juga dugaan Sri Rejeki yg didatangi Lesmana juga karena butuh bantuan magis dari Mbah Sonto.
" Emang kenapa kalau tidak pakai dukun ? " tanya Sri Rejeki sambil tersenyum.
" Bukan kenapa2 mbak.
Tapi saya kan gak enak toh kalau ngajak mas Joko dan Raisa, kok gak ngajak seniornya.
Seperti sampeyan juga harus bantu.
" kata Lesmana yg datang ke lokasi dagangan Sri Rejeki.
" Ah dienakin aja.
Aku gak ikut film juga bisa hidup kok mas" kata Sri Rejeki yg agak kecewa.
" Tapi saya minta tolong mbak.
Nanti buat adegan tarian kan mesti rombongan Kuncup mekar harus tampil.
Film itu kan cerita tentang Tayub.
"" Ada grup tayub selain Kuncup Mekar kok.
" kata Sri lagi.
" Banyak, ada Gandrung, Janggrung, dan ronggeng yg juga punya nama.
Tapi kan boss butuh grup Kuncup Mekar yg akan difilmkan.
" kata Lesmana.
Sri Rejeki yg punya nama besar itu tentu merasa tak dihargai kalau di produksi film hanya jadi figuran.
Apalagi peran utamanya dicari dari anak muda yg mantan anak buah Kuncup Mekar.
" Honornya besar lho mbak" " Ah kan saya cuma jadi figuran.
" " Tidak begitu mbak, bos tetap menghargai mbak yg punya nama besar.
Malah kata bos honor mbak Sri Rejeki terbesar.
Kalau Mbah dukun memang figuran.
" kata Lesmana meyakinkan.
" Ya sudah nanti saya pikir dulu ya mas.
Mungkin besok ada tawaran main di grup sebelah.
" kata Sri Rejeki seolah menolak ajakan Lesmana secara halus.
*** Mbah Sonto memang hebat.
Baru saja tadi sore ia pamit pulang mau kerjain foto pak camat, sore ini habis magrib pak camat datang ke rumah Sri Rejeki.
Tuty yg sedang duduk di teras langsung berjingkat masuk rumah melihat ada tamu ibunya membawa mobil.
Sumber:Internet