. Rumah Mbah Sonto itu bersebelahan dengan Sri Rejeki, sehingga kegiatan mereka hampir selalu terpantau keluarga.
Sri Rejeki yg ikut syuting dengan Joko Gedek sekarang tidak nampak ada di rumah.
Mbah Sonto kadang ada tamu dari luar kota yg minta pelarisan terutama dari rumah bordil atau kontrak para psk yg beroprasi di hotel besar.
Anak Sri Rejeki dititipkan ke rumahnya karena tidak ada orang yg ngopeni.
Tini, dan Tuty yg masih SD bantuin ngurus dapur Mbah Sonto.
Tini tersenyum ketika seorang tamu Mbah Sonto pergi meninggalkan amplop berisi uang dan kantong kresek hitam berisi oleh2 makanan dan anggur.
" Nih bagianmu.
" kata Mbah Sonto sambil melempar kantong kresek ke pangkuan Tini.
" Asiiik.." sambut gadis kecil itu.
Saat yg sama terdengar deru mobil berhenti di depan teras rumah Mbah Sonto.
Tini langsung masuk kamar sambil memegangi dua dadanya yg terbuka dengan kurden.
Pasti ada tamu lagi nih yg mau pasang susuk.
Tini berharap yg datang orang pasar yg suka minta pelarisan pasti bawa oleh2 jajan pasar buat syarat ruwatan.
Kan Tini dan Tuty suka makanan kecil sama gulungan duit sepuluh ribuan.
" E nduk.
" tanya Mbah Sonto kepada tamunya.
" Syuting film gagal.
" kata Sri Rejeki sambil buka sendal dan jaket.
Tini dan Tuty seketika keluar dari kamar dan langsung memeluk pantat ibunya.
Mbah Sonto memandang penuh tanda tanya, walau sebenarnya ia sudah menduga.
" Emang kenapa ?"" Mas Joko strooke.
Boss muda tele2.
Kaco Kabeh.
" kata Sri Rejeki sambil bikin teh untuk sopir yg nganter ke rumah.
Mbah Sonto tertawa terkekeh- kekeh.
" Kok isoh ?"" Orang pada sok tahu.
Aku gak berani omong, soalnya mereka kan gak percaya tahayul.
" kata Sri Rejeki sambil mengantar es teh ke meja depan.
" Ini mas diunjuk.
Cuma es teh.
" kata Sri Rejeki.
" Makasih mbak.
Ini rumah Mbah Sonto ya ? Dukun yg terkenal itu ?" tanya Dimas si sopir.
" Ini rumah saya, kan Mbah Sonto itu bapak saya" kata Sri Rejeki.
" Kalau begitu kebetulan, saya mau minta jimat sama Mbah Sonto boleh gak ya ?"" Boleh .
Boleh.
Mbaah.. Iki lho digoleki.
" teriak Sri Rejeki.
Mbah Sonto yg masih santai sambil tiduran ngeloni Tini langsung bangun.
" Ada tamu toh ?" tanya Mbah Sonto yg sudah berdiri di depan Dimas sambil menaikkan sarungnya hingga perut atas.
Dimas langsung salaman dan cium tangan.
" Anu Mba Dimas dari Mojosongo, Solo masih bujang.
Pengin punya jimat yg bisa membuat saya digandrungi cewek gitu Mbah.
" kata Dimas.
Mbah Sonto manggut2 sambil ngisap rokok lintingan.
" Mau minta atau beli.
?"" Kalau minta syaratnya apa ? kalau beli berapa ?"" Kalau minta, cukup kamu punya uang banyak dan suka bagi2 ke cewek, pasti banyak cewek yg suka"" Itu mah semua orang juga tahu Mbah.
"" Kalau pelit gak mau tahu le.
" sambung Mbah Sonto.
" Kalau beli seperti apa Mbah ?"" Aku punya rajah dan cincin batu yg kalau kamu bawa atau pakai, cewek yg kamu lihat langsung seneng, dan kamu tidak mempan dibacok.
" kata Mbah Sonto sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong kecil yg terbuat dari kain.
" Waah itu yg kucari Mbah.
Berapa harganya ?"" Yang untuk memikat cewek 2 juta, sedang yg untuk kebal 3 juta.
" kata Mbah Sonto sambil meletakkan benda2 itu diatas meja kayu di depan Dimas.
" Yang untuk memikat cewek dulu Mbah.
Duit saya cuma 2 juta sih.
Penginnya juga bisa kebal juga.
" kata Dimas.
Akhirnya Dimas membeli cincin pengikat jiwa dan pamitan pulang setelah Mbah Sonto memberi juga ajian Semar mesem agar Dimas mau berpuasa dan membaca mantra itu.
Dimas senangnya bukan main sampai sujud mencium dengkul Mbah Sonto.
***" Ambyaaar kabeh Mbah "" Sudah ku Joko gak kuat menghadapi " kata Mbah Sonto.
Sri Rejeki yang jadi bintang senior cuma dihargai sebatas figuran.
Padahal dia punya peran penting dalam setiap adegan.
Terutama karena itu cerita sakral yang butuh skill supranatural.
Kalau sutradara sudah strooke, belum nanti kalau ada kecelakaan syuting, itu firasat gagal total.
"Yang pasti karena gak ada Mbah Sonto.
""Kan mereka gak percaya tahyul.
Mereka kan orang kaya, semua kesulitan bisa dibeli Sri.
He he he.
""Padahal aku yang sudah tua begini, bisa awet joget karena bantuan demit to Mbah.
" kata Sri Rejeki sambil melepas jarik dan kebaya.
"Dapat honor berapa?""Yaa lumayan sih Mbah bisa buat makan setengah tahun.
""Aku minta buat beli mbako dikit aja.
" kata Mbah Sonto.
"Tok tok tok" Tiba- tiba pintu diketok dari luar.
Sri mau membuka gak jadi malah keburu masuk kamar karena cuma pakai kolor.
Mbah Sonto yang duluan melangkah membuka pintu.
"Mbah Sonto ya?" tanya orang yang mengetok pintu.
"Ya ? Aku Mbah Sonto" jawab Mbah Sonto yang tidak kenal dengan orang itu.
"Anu Mbah, saya dari bos film, minta agar Mbah ikut ke lokasi syuting.
"" Buat apa?""Kata bos film, harus minta tolong Mbah Sonto sebagai pawang, agar film bisa berjalan lancar.
" kata orang itu sambil memandang Mbah Sonto.
Mbah Sonto mau bilang apa ya? Mau bilang minta waktu dan honor tinggi.
Gak enaklah.
Kata Mbah Sonto dalam hati.
"Tidak sekarang kan?""Bos minta sekarang Mbah Sonto saya bawa.
""Gak bisa.
Hari itu harus dihitung neptunya.
Besok kalau mau.
" kata Mbah Sonto.
"Waduh.. gimana nih omongnya.
" gumam orang itu sambil garuk kepala.
"Kalau mau besok, dan bayaranku 2 juta sehari.
" kata Mbah Sonto jual mahal.
" Kalau soal bayaran manut saja Mbah, yang penting Mbah Sonto bisa ikut syuting.
" kata orang itu.
Waah Sri Rejeki ikut senang kalau Mbah Sonto jadi ikut.
Sumber:Internet