. Bos baru itu keturunan Tibet Racet Taw, sangat paham ilmu mistik di negeri ini.
Ia kemudian minta Mikel mencari dukun atau orang pinter yang dulu bekerja dengan rombongan tari tayub Sri Rejeki.
Mbah Rekso yang sudah sepakat kerja di perusahaan film itu datang sekalian mengadakan ritual buang sial di lokasi syuting.
Mikel setuju bayar dimuka 50 juta kepada Mbah Sonto agar bisa mengusir setan di lokasi syuting yang angker.
Sri Rejeki kembali dipanggil ikut membintangi film itu.
Joko akhirnya sembuh ketika diruwat Mbah Sonto di RS.
Awalnya dokter melarang campur tangan dukun ke RS.
Tapi Mbah Sonto diam2 membaca mantra sambil memberi minum air putih kepada Joko.
Ketika Joko bisa berdiri dan bangun dari ranjang, banyak yang terkejut.
"Tuh kan!" kata orang Tibet itu.
Joko langsung memeluk Mbah Sonto sambil menangis.
Ia menyesal telah meremehkan kesaktian Mbah Sonto.
"Terima kasih Mbah.
Maaf saya tidak mengajak Mbah ikut dalam kerja saya" kata Joko.
Manoj Singh mengangguk- angguk tersenyum pertanda setuju.
Beliau yang orang dari India saja selalu setia mengikuti ritual ala mbah Sonto.
Beliau percaya setiap sudut lokasi syuting selalu ada makhluk gaib yang mungkin membantu atau malah mengganggu manusia.
Toh mereka juga minta agar manusia juga bisa hormati exestensi makhluk gaib.
"Kita harus tunda syuting sampai hari baik yaitu besok Minggu legi, dua hari lagi" kata Mbah Sonto.
Sri Rejeki akhirnya bisa tersenyum karena Mbah Sonto dapat bagian honor 50 juta dibayar dimuka.
***Akhirnya Sri Rejeki dikontrak hingga film kelar gak cuma figuran tapi peran utama, karena diganti artis baru tidak bisa.
Dikabarkan artis cantik yang turunan bule Angelita itu sekarang masuk ruang ICU di RS karena jatuh dari panggung.
"Padahal panggungnya gak tinggi lho Mbah" kata Joko.
"That is magic power" kata Racet yg jadi pimpinan produksi.
Tapi Racet diam - diam naksir Sri Rejeki yang makin hari makin cantik dan glowing.
Sri Rejeki sudah dikontrak 200 juta sekarang dapat tambahan 10 juta dibooking Racet Taw maen kuda2 an.
"I am very satisfy babe" bisik Racet ketika burungnya muntah yang ke 4 setelah bersarang ke dalam rongga Sri Rejeki yang selalu minum sari rapet.
Goyangan Sri Rejeki memang sudah dikenal kalangan jago lokal.
Ini kan bos dari manca negara yang tidak kenal sex magic.
Semua itu karena skill Mbah Sonto yang tiada tanding.
Mbah Sonto tidak cuma bikin semua crew film selamat dan film bisa meledak bila dirilis besok.
Tapi Mbah Sonto juga bikin semua artis ketagihan memakai jasanya yg bisa membuat semua glowing.
"Mau tape lagi nggak Mbah?" tanya Sri Rejeki yang senyam- senyum usai main dengan bos Racet.
"Aku capek Sri.
""Ya sudah sini tak pijeti" kata wanita cantik itu sambil meraba seluruh punggung Mbah Sonto.
Tapi Mbah Rekso masih bisa meraba yang empuk2 di bawah perut Sri Rejeki.
Masukkan jarinya yang panjang dan keras itu sambil ngempeng.
"Hhhhh.. katanya capek" gerutu Sri Rejeki ketika laki laki tua itu mulai merangkak dan menggenjot miliknya dengan liar.
Mbah Rekso memang tua tapi berasa muda saat bekerja macul.
Tuty dan Tini yang dari tadi menunggu oleh- oleh dari ibunya malah gemeter mengintip ibunya sedang mijiti Mbah Sonto.
Tuty yang baru umur 15 itu tampak sempurna bila melepas seragam SMP sambil colmek liat adegan ibunya.
Dada itu sudah merekah, dan paha yang putih mulus itu makin glowing karena sering dielus Mbah Sonto.
"Wiiih guedine manuke Simbah Tut.
" bisik Tini kepada kakaknya saat mereka asik ngintip di celah jendela kayu.
"Cepetan Mbah.. itu anak2 pada ngintip kita.." kata Sri Rejeki yg mulai mendengar bisik2 putrinya dibalik jendela kayu.
Tuty dan Tini makin sesak nafas melihat ibunya malah mengulum kepala Abang jago mbak Sonto yg tidak kunjung loyo.
"Uuhh peline Simbah malah ndangak semono guedine cah" gumam Tini.
"Kowe Yen nginjen ki ora susah ngoceh wae Tin" kata Tuty sambil mencubit perut adiknya.
"Sssssst" bisik Tini sambil menempelkan jari ke bibirnya yg mungil.
Bocah remaja itu sudah ikut ngos2 an saat melihat Mbah Sonto yg terlihat berwajah muda dan tampan melumat dompet ibunya yg glowing.
Tini dan Tuty yg hampir tiap hari melihat tontonan itu jadi makin cepat tumbuh hormon remajanya.
Selain pinggul yg makin besar, juga dadanya mulai tumbuh sebesar buah mangga.
Tuty senang bila bercermin di kaca lemari melihat dadanya sudah hampir sempurna.
Gegara tiap sore diisep mulut Mbah Sonto sambil nyepong.
Tuty yg lebih besar tentu makin merasakan gejolak birahinya bila sering bersentuhan dengan tangan lelaki dewasa.
Mbah Sonto tidak minta, tetapi gadis remaja itu yg kepengin merasakan seperti ibunya yg cantik dan memikat banyak penonton karena dipasangi susuk pemikat oleh Mbah Sonto.
Dan banyak penari yg datang minta dipasangi susuk ke rumah orang tua itu tentu melakukan ritual mesum.
Sumber:Internet