Gelap

Misteri Tayub 17

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Misteri Tayub 17

. Mbah Sonto yg datang lebih awal memberitahu kepada crew untuk tidak memakai kostum berwarna putih atau kuning yg menyala karena itu pantangan bagi penunggu lokasi shooting yg rumah tua dan angker.
Rumah yg dulu adalah gudang sebuah pabrik yg lama tidak dipakai.
Lalu sutradara menara setting menjadi sebuah panggung tinggi ditengah perkampungan.
"Kami sudah puasa hari kamis malem Jum'at Mbah" kata Joko.
"Bagus, tapi kostumnya tolong bagi para penari jangan pakai baju kuning atau putih bersinar.
Kalau ada hitam atau coklat" kata Mbah Sonto.
"Wah kalau pertunjukan ya harus kostum yg terang to Mbah, merah atau kuning yg menyala.
Kan biar menarik penonton" kata Joko.
"Kan di sini tidak ada penonton, namanya juga lokasi shooting.
" kata Mbah Sonto yg kesal karena Joko ngeyel.
Joko sudah berunding dengan produser dan pimpro agar sebagian syarat sudah dipenuhi, tapi masalah kostum dibiarkan saja pilih warna yg mencolok.
Sutradara sudah menyuruh crew serta pemain mulai action pada adegan pertama.
Musih tradisional cukup diputarkan rekaman di flasdis saja.
Sri Rejeki sudah mulai naik panggung bersama lima penari figuran.
Belum diputar di bioskop saja, sudah heboh joget Sri Rejeki yg sudah mandi air kembang dan disuwuk Mbah Sonto jadi bikin para crew serta produser yg nonton terhipnotis kagum.
Pinggul penari Sri Rejeki yg bergoyang sangat memikat dan membuat semua orang yg ikut shooting gemetar serta terpaku ikuti gerakan pinggul penari.
Tapi tidak ada yg melihat ketika disisi tubuh Sri Rejeki ada sosok wanita cantik yg ikut menari seolah menuntun penari lain bergoyang sambil melotot memandang lensa kamera.
"Duuuaaaarrrr"Suara ledakan yg cukup dahsyat terdengar dari arah kameraman yg sedang konsen.
Kamera besar yg ditutup kain putih itu meledak dan si kameraman menjerit karena matanya mendadak buta.
Tentu saja rombongan crew film ketakutan dan hentikan kegiatan.
Tapi penari tetap bergoyang diatas panggung tanpa iringan musik dari sound sistem.
"Stop stop stop!" teriak Sutradara yg juga ketakutan.
Disel mati membuat lampu penerangan juga padam hingga lokasi shooting jadi gelap.
Mendadak terdengar dentuman petir dan hujan lebat menghentikan seluruh aktifitas shooting.
Shooting Film Penari Tayub, makan korban banyak dari crew maupun pemain figuran dan bintang pengganti Sri Rejeki karena termakan kutukan.
Mbah Sonto dianggap sebagai tokoh yg tidak penting sehingga ritual yg dianjurkan tidak dikerjakan oleh produser dan sutradara.
***Film yg diputar di bioskop menjadi horor sungguhan karena penonton bioskop melihat hantu yg keluar dari layar dan membunuh banyak penonton.
Bahkan acara tv yg memutar film penari Tayub bisa kesurupan sepanjang malam.
Tapi hal itu malah menambah pamor Sri Rejeki naik hingga banyak orang hajatan meminta tanggapan Tayub.
" Horeee banyak tanggapan nih.
" kata Sri Rejeki didepan anak2nya.
Senangnya Sri Rejeki ketika Mbah Sonto juga merayakan dengan joget koplo dengar lagu dari Via Valen.
Memang benar kata Mbah Sonto yg baru menerima honor sedikit, tidak masalah asal nyawa selamat.
Karena imbas dari shooting yg tidak mau menjalankan ritual dan pantangan tentu berakhir fatal.
Sudah makan korban banyak, di pemutaran film pun akhirnya distop oleh KPI karena melanggar aturan.
Tapi nama Sri Rejeki malah melambung tinggi karena atraksi penari tayub sudah diunggah ke You Tube hingga meledak dapat jutaan subscribe.
Tawaran tanggapan mengalir dari mana2 karena bukan horornya, tapi goyang pantat Sri Rejeki yg memikat.
"Kita mulai kumpul lagi bersama para penabuh gamelan serta penari Tayub Kuncup Mekar, cihuuu" kata Sri Rejeki.
"Makanya kita nggak usah halu mikirin artis film yg banyak bohongnya.
Biar rejeki sedikit, yg penting bahagia" kata Mbah Sonto.
Lagi seneng2 Mbah Sonto dengan keluarga Sri Rejeki, datang tamu satu mobil ke halaman parkir.
Dilihat plat mobilnya, rombongan itu pasti dari luar kota.
"Permi ini rumah Mbah Sonto?" tanya seorang laki2 muda yg keluar dari dalam mobil.
"Betul.
Bapak mau cari siapa?""Ya cari sampeyanlah.
" jawab pemuda itu yg langsung menyalami Mbah Sonto.
"Monggo silahkan masuk.
" kata orang tua itu mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.
Ternyata dari dalam mobil keluar banyak orang yg rata2 perempuan muda seperti foto model saja.
Sri Rejeki masuk ke dalam kamar terpisah dengan pendopo Mbah Sonto.
"Begini Mbah, saya akan menanggap tayub yg Mbah pimpin dan mbak Jeki" kata tamu tersebut.
"Ooh boleh.
Trus siapa nih wanita2 cantik ini?" tanya balik Mbah Sonto sambil menunjuk gadis2 cantik yg duduk di hadapannya.
"Ini anak buah saya ingin saya pasangkan susuk pemikat karena nanti ikut menari tayub bersama mbak Sri Rejeki" kata pemuda itu.
"Waaah benar itu mas.
Anda sudah tanggap ya, kalau penari itu harus dipasangi susuk agar menarik perhatian penonton" kata Mbah Sonto mengangguk setuju.
"Mbak Sri Rejeki sanggup gak ya Mbah?""Nduk Sriiii sini bentar dong.. ada yg cari kamu nih" teriak Mbah Sonto memanggil Sri Rejeki yg sedang menyiapkan teh hangat di dapur.
Wanita cantik berkebaya itu keluar sambil mengantarkan minuman dan camilan buat tamunya.
Tapi semua tamu seperti terkesima memandang wajah dan bodi Sri Rejeki yg glowing dan sangat sempurna lebih cantik dari Luna Maya.
"Iya Mbah.." kata Sri Rejeki sambil meletakkan nampan berisi gelas teh manis dan camilan diatas meja.
Raditya nama pemuda berewok yg jadi tamu Mbah Sonto.
Raditya memandang Sri Rejeki sampai tidak kedip karena terkesima dengan kecantikan penari kondang itu.
     "Ini yg namanya mbak Rejeki? Kenalkan saya Raditya.
" kata pemuda itu sambil mengulurkan tangan.
Biasany Sri Rejeki selalu siap dengan bacaan mantra Semar mesem saat salaman.
Duhh tatapan mata Sri Rejeki bersinar bak malaikat menikam ke dalam jantung Raditya.
       "Saya Sri Rejeki"        "Cantik sekali Mbak Sri Rejeki.
" entah disengaja atau tidak Raditya langsung memuji kecantikan Sri Rejeki.
       "Kalau saya tanggap, tapi saya ingin titip anak buah saya biar belajar dulu dan dipasangi susuk pemikat, bisa kan Mbah?" tanya Raditya.
       "Oh bisa.. bi yg mau dipasangi susuk.
" jawab Mbah Sonto.
       "Ini ada Linggar, Saskia dan  Nurjanah yg masih sekolah SMP semua" kata Raditya sambil menunjuk gadis remaja yg dibawanya.
      "Ayo siapa dulu yg mau pasang susuk?" tanya Mbah Sonto.
       Linggar yg baru klas 8 tapi tubuhnya langsing berkulit kuning langsat  ngacung.
      "Saya Mbah.
"       "Ya sudah sini masuk.
"Tapi Raditya ingin 3 gadis kecil itu diikutkan semua.
Karena Kia dan Nurjanah yg sudah agak bongsor juga ngacung.
Akhirnya Mbah Sonto mengijinkan mereka dipasangi susuk sekaligus.
Ketiga gadis remaja itupun melangkah masuk ke dalam kamar untuk ritual.

Sumber:Internet