Gelap

Misteri Tayub 3

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Misteri Tayub 3

. Sri Rejeki sehari - hari mengurus dagangannya jualan tape ayu yg berderet di trotoar depan pasar Legi.
Suaminya sudah lama meninggal hingga ia sekarang menjadi janda kembang.
Minggu depan ia diajak main lagi keluar kota bersama Mbah Sonto dan rombongan tayub Kuncup Mekar.
Mbah Sonto selaku spiritual yg bisa ngruwat para penari agar lebih menarik dan cantik2 hingga banyak saweran yg datang.
Sri Rejeki yg sudah kondang punya nama besar tentu butuh ruwatan juga agar tetep terlihat muda dan cantik.
Ruwatan adalah perawatan spiritual.
Mbah Sonto yg kini sudah berusia 75 tapi masih segar bugar karena ia sering diminta tidak hanya pemilik rombongan tari Tayub, jatilan, Ebek dan Ronggeng, para pekerja malam atau purel pun banyak yg datang meminta pelarisan dan pasang susuk.
" Semalam dikasih saweran berapa nduk ? Katanya lurah di desa juga nginep disini ?" tanya Mbah Sonto saat mau ngruwat para penari yg mau tanggapan di Kaliyoso.
" Ya lumayan..bisa buat makan sebulan.
Ini bagianmu Mbah.
" kata Sri Rejeki sambil melempar duit yg dikareti ke Mbah Sonto.
" Uwes orasah.
koyo karo sopo ae"" Udah gak usah nolak rejeki.
" kata Sri Rejeki.
" Yoo maturnuwun keno nggo tuku mbako/ buat beli mbako.
" kata Mbah Sonto sambil memasukkan uangnya ke kantong dibaju luriknya.
Sri Rejeki tumbuh jadi penari Tayub yg dipimpin kang Asep telah sejak remaja kenal Mbah Sonto .
Bahkan ia diruwat sampai sekarang lengganan dengan Mbah Sonto.
Setiap ada penari baru harus dibekali ilmu gaib untuk naik panggung yg sudah dipasangi rajah keliling.
" Kok kamu nggak kawin lagi to nduk.
?" tanya Mbah Sonto iseng.
" Kawin aja apa mesti laporan " " Maksudku nikah.
" " Udah gak laku Mbah.
Udah punya anak dua.
Banyak laki2 yg mau ngeret doang.
Buat apa ?"" Si Parmin emang nganggur ?"" Parmin tuh sudah mau nikah bulan depan.
Aku cuma buat mainan"" Oalah nduk... Yo sing sabar.
" kata Mbah Sonto sambil mengusap punggung Sri Rejeki yg putih mulus itu sambil mencium pipinya.
" Di dalam kamar saja, nanti disini dilihat anakku.
" kata Sri Rejeki sambil beranjak berdiri.
Mbah Sonto lebih daripada suami Sri Rejeki yg mati karena dibunuh langganan istrinya.
Mbah Sonto telah meruwat Sri sejak masih perawan kencur hingga setiap mau main tayub mesti bercinta.
Itulah sebabnya Sri Rejeki selalu siap melayani jika Mbah Sonto datang minta jatah sawer.
Di dalam kamar, Sri Rejeki sudah melepas Jarit dan kutangnya hingga tak lagi ada kain yg menutupi tubuhnya.
Mbah Sonto melihat tubuh Sri masih seperti anak belasan tahun.
Padahal anaknya sudah prawan.
" Wah awakmu kok iseh mrusuh to iseh luluran ?"Sri Rejeki tidak menjawab pertanyaan Mbah Sonto karena cuma Mbah Sonto yg bisa membuatnya bahagia.
Mbah Sonto juga ngajari agar Sri minum jamu sari rapet yg bisa membuat milik Sri selalu sempit jika bercinta dengan pengagumnya.
" cepetan Mbah.
"" Mbok..aku pengin diruwat Mbah Sonto.
" teriak Tini yg ngintip saat ibunya sedang bersanggama dengan dukun Sonto.
" Tenanto Mba anakku.
Wes la wes kesel.
" kata Sri yg sudah kelelahan.
Tini pulang sekolah juga sore begini bikin Sri Rejeki mangkel karena diintip anak gadis itu.
" Wah manuke Mbah Sonto guedi tenan Yo mbok.
"" Lambemu "***Ada dua orang gadis masih umur 15 dan 17; mau ikut tayub besok ke Kaliyoso.
Raisa dan Kiki yg masih SMA pengin diajari biar terkenal seperti Bu Sri Rejeki.
Kalau sudah kondang tawaran banyak dan uang terus mengalir.
Kiki kan juga ikut belajar nari jaipong di sekolah.
" Tulung Mba anak saya pengin ikut tayub biar bisa kondang seperti mbak Sri Rejeki.
" kata Bu Mitro.
" Abot Ki nduk.
Opo Kowe gelem nglakoni prihatin ?" tanya Mbah Sonto kepada Kiki.
" Apa itu Mbah ?" " Kowe kudu diruwat gen kuat isoh munggah nok panggung.
"" Cuma naik ke panggung sih aku udah sering Mbah.
" jawab Kiki.
" Panggung tayub tuh lain.
Yowes Kowe mengko ikut untul bawang dulu.
Kalau belum kuat nanti baru tak ruwat.
" kata Mbah Sonto.
Maklum anak sekarang paling bisa ngeyel.
" Kowe Ki nek dikandani ora ngeyel ngono nduk.
" kata ibunya Kiki.
Sore itu Kiki tidak mau diruwat ya yg sudah siap langsung masuk ke dalam kamar.
Usai diruwat, gadis remaja itupun diperbolehkan keluar dari kamar.
" Wes nduk..wes rampung.
Sesuk meluo tayub.
" kata Mbah Sonto.
***Di Kaliyoso memang tanggapan untuk bersih desa dan ruwatan yg bersamaan dengan Sadranan.
Tapi kepala desa yg sudah nego dengan sesepuh kam itu tidak boleh nanggap tayuban karena akan berbahaya.
Kalau wayang kulit boleh karena tidak ada acara tarian perempuan yg menimbulkan hawa nafsu dan fitnah.
Ruwatan untuk bersih desa atau pembangunan tidak diperbolehkan karena mengandung pujian sakral kepada penguasa jin setan.
" A itu cuma teori kuno.
Jaman sekarang tidak ada iringan seperti itu.
" kata wakades Kiwil.
Akhirnya rombongan tayub Sri Rejeki jadi datang setelah di kontak oleh kepala kampung yg suka dangdutan malah.
Kades akhirnya juga setuju dengan usul Kiwil.
Kades yg orang asli daerah itu sangat menyukai budaya tayub karena sesuai dengan seleranya yg pecinta musik tradisional.

Sumber:Internet