. Sri Rejeki sudah mulai menari berpasangan dengan pegawai kecamatan yg hadir dalam pesta tanggapan pelantikan pejabat setempat.
Uty dan Tini sudah ikut rombongan untul bawang sekalian belajar joget.
Para pengunjung yg mbludak sampai jalan raya membuat ramai dan senang para penari.
Kiki yg bertubuh tinggi dan dilulur jadi putih itu disawer para pemuda yg ikut joget.
Senangnya Kiki kutangnya dimasuki duit biru sambil teteknya diremet.
Penarinya cantik2 yg dibawa Mbah Sonto karena dicampur dengan penari baru dan ruwatan yg sempurna.
Memang Sri Rejeki sudah kondang hingga jadi maskot grup.
Pak Wignyo yg sejak tadi joget dengan Sri Rejeki sudah nyawer uang biru lebih sejuta ke dalam kutang Sri.
Senangnya pak Giman yg jadi pawang hujan sekaligus sesepuh desa karena acara bisa berlangsung aman tanpa hambatan.
Tapi tiba2 ada petir yg menyambar benda diatas panggung.
" Glegerrr !!"Markuat seperti kesurupan berjoget sambil berteriak - teriak menendang para ledek dan pengunjung yg ikut joget.
Keamanan desa langsung menangkap pemuda itu untuk disingkirkan dari arena.
Sayangnya Markuat malah menyerang dengan memecahkan botol bir dan menyerang para pengunjung.
Satu pengunjung roboh bermandikan darah karena ditusuk pecahan botol oleh Markuat.
" Duaaaarrrr!!" geledek kembali menyambar disertai turunnya hujan dan angin yg sangat besar.
Tenda panggung pun bergoyang dan roboh menimpa para nayogo dengan air hujan yg deras.
Lampu mati setelah terdengar suara trafo meledak tersambar petir.
Acara dihentikan sementara sambil menyalakan disel untuk penerangan.
Joko Gedek yg bertanggung jawab tentu berpikir negatif kepada Mbah Sonto yg jadi sesepuh grup.
" Iki mau piye Mbah.
Opo itungane salah ? " tanya Joko Gedek di dalam kamar ganti.
" Tenanglah.
Ini bukan kesalahan kita.
Pasti pihak penyelenggara yg salah pasang panggung" kata Mbah Sonto yg duduk di dekat kamar solek.
Lampu sudah nyala kembali, tapi hujan tidak reda malah anginnya bertiup sangat kencang hingga memutuskan tali pengikat tenda hingga rubuh.
Pengunjung yg berada diluar gedung bubar entah kemana.
Nayogo jadi tidak aman jadi memilih tidak menabuh.
Sri Rejeki berkumpul di dalam kamar ganti sambil mengeluarkan uang dari dalam kutangnya yg ikut basah.
Mbah Sonto sudah punya firasat ketika datang ke desa itu sudah ada burung bence dan burung kolik yg terus2 an ngoceh di atas langit.
Itu pertanda akan ada kematian.
" Saya harap pak Joko tidak panik ya.
Ini semua karena kami tidak punya spiritual yg ampuh hingga musibah ini datang mendadak.
'" kata pak kades yg masuk ke kamar para penari.
Pak Joko dan Mbah Sonto sudah memaklumi.
" Mboten nopo2.
Sing penting sami Slamet.
" kata Mbah Sonto.
" Slamet piye to.
Genah Ono pengunjung sing mati ketusuk wong edan ngamuk no" bisik Joko.
" Jangan kuatir, pertunjukan tetap dilanjut kalau hujan sudah berhenti.
"kata pak Kades yg merasa bertanggung jawab dalam acara tanggapan tayuban milik Joko Gedek.
***Pak Noto wakil camat sudah masuk kamar ganti memanggil Kiki untuk diajak ke rumahnya.
Sri Rejeki juga diajak pak Basir kaur pertanian naik Jeep hardtop.
Pasti mereka dapat bookingan.
Batin Mbah Sonto yg manggut2 senang karena biasanya dapat persen dari Sri atau penari lain bila disawer atau dibooking.
Ditambah lagi ada bonus gembus.
" Kikii..ini dicari pak Noto.
" kata Joko Gedek.
Kiki sebenarnya tidak mau karena ia tidak ingin kencan dengan orang tua.
kan ia masih sekolah dan tidak mood.
" Raisa saja.." kata Kiki.
" Eh kamu tuh bodoh.
Rejeki kok ditolak.
Ini kesempatan emas lho.
Siapa tahu kamu dapat mobil.
" kata Atun.
Akhirnya Kiki ditarik tangannya oleh Sri Rejeki keluar kamar.
" Udah ayo sama ibu.
" kata Sri yg kesenangan sudah pasang susuk NYI Roro Kidul.
Mbah Sonto sempat menepuk pantat Sri yg semok diganjel korset.
Sri malah nyedit ngece.
Kiki sudah dirangkul pak Noto yg umurnya sebaya bapaknya.
40 an.
Sedang Kiki masih bocah kencur.
Baru SMP juga naik klas 9 kemarin baru 15.
Di jok belakang, Sri cekikikan tertawa diremet dadanya oleh tangan Basir yg usianya sebaya.
" Kamu masih sekolah ya dik ?" tanya Noto sambil merangkul gadis remaja itu.
" Iya Om.
SMP klas 9.
" jawab Kiki polos.
Kiki yg sudah ganti baju tidur daster dan berjaket itu tentu membuat Noto makin bergairah meraba paha Kiki yg putih mulus dibalik dasternya.
Kiki menoleh ketika pak Noto mencium bibir gadis itu.
Kiki sebenarnya tidak mau karena Noto selain sudah tua, juga berwajah jelek.
Di dalam mobil yg berjalan lambat itu Noto memberi uang satu juta kepada Kiki sambil mencium bibir gadis itu.
" Ini pegang dulu..dik Nanti kamu kubelikan motor matic kalau sudah pulang dari hotel.
" kata Noto.
Hotel ? Kiki merinding mendengar kalimat Noto.
Ia akan dibawa ke hotel pasti akan dikeloni.
Tapi apa artinya perawan kalau ia sudah berapa kali disetubuhi Mbah Sonto yg malah sudah lansia.
Sesampai di kamar hotel, Kiki langsung ambruk ke atas kasur karena lelah tadi sore joget kehujanan pisan.
Noto habis buang air kecil ke toilet langsung buka celana dan safari lalu melompat menerkam tubuh mungil Kiki yg menelungkup.
Tanpa basa- basi Noto melepaskan celana dalamnya dan menyergap milik Kiki yg masih terbalut celdam.
Kiki memejamkan mata dan pasrah ketika daster disingkap hingga leher.
Buah dada yg masih kuncup itu disergap mulut Noto yg dower.
Dan miliknya sudah langsung digenjot burung emprit milik Noto.
Buah dada yg putih mulus itu sangat lezat diisep mulut Noto sambil tangannya gerayangi pinggul dan paha yg putih licin itu.
hhhh nikmat sekali Noto bisa menggenjot milik gadis SMP itu yg dikiranya pasti masih perawan karena diusia itu Kiki juga tampak ketakutan.
Sesungguhnya Kiki sudah pernah merasakan sakitnya digenjot milik Mbah Sonto yg lebih besar dan dengan mantra membuat Kiki menikmati kepuasan.
" sangat cantik dik.
' desah Noto yg tak sampai lima menit terkulai lemas karena sudah peltu.
Noto sambil masih menjilati tubuh mulus itu menggombali Kiki dengan iming2 jadi istri ke 2.
" Nanti aku belikan kamu rumah dan tabungan kalau mau jadi isteri ke duaku dik.
" kata Noto sambil kembali menggenjot milik Kiki.
Genjotan yg kedua tentu lebih ganas karena Noto kehabisan air .
mani.
Sedang tenaga Noto masih kuat mencangkul saingan dengan merbau.
" Oghh " lenguh Noto yg kemudian ambruk ke atas dada mulus Kiki.
Noto menggigil dengan mata mendelik hingga menakutkan Kiki.
teriak Kiki sambil berdiri melepaskan pelukan Noto.
Kiki buruan pakai bajunya sambil memencet tombol alarm yg menghubungkan ke satpam hotel.
Kiki masih berdiri ketakutan sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan.
Ketika satpam datang melihat Noto yg telanjang di kasur masih sekarat.
Kiki yg terlihat masih anak2 diduga dipaksa hidung belang untuk melayani nafsunya.
Tapi Noto yg mati dalam perjalanan ke rumah sakit dinyatakan akibat serangan jantung.
Sumber:Internet