Gelap

Misteri Tayub 9

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

Misteri Tayub 9

. Saat malam hitam itu mengguyur bumi hingga menelan seluruh cahaya dan benda apapun kecuali kehidupan roh halus dan makhluk yg tak terlihat kasat mata sedang berpesta.
Mbah Sonto sudah melakukan kewajibannya tidak makan dan tidak minum agar bisa berbicara dengan roh halus yg memberinya kekuatan dan kesaktian.
Puisi mantra telah ia bacakan di tengah gelapnya malam di depan rumahnya yg tidak satupun lampu menerangi selain sinar mata Mbah Sonto yg sudah terbiasa melihat dalam gelap.
      Sesaji telah ia siapkan berupa asap Bakaran kemenyan dan makanan jajan pasar, kembah mawar, kantil, menor serta telor ayam.
Dari langit yg gelap itu, terlihat bayangan putih seperti gumpalan awan disiang hari turun ke bumi berdiri di hadapan Mbah Sonto.
      " He he memanggilku Sonto.
Bukannya setiap saat aku selalu masuk ke dalam ragamu.
"      " Terimakasih Btoro Kolo.
"      " Carilah gadis2 yg muda dan cantik Sonto.
Aku akan beri ilmu lebih tinggi kepadamu selain pasang susuk.
Kamu juga bisa mengobati.
" kata gumpalan awan itu.
       " Terima kasih Btoro Kolo, aku pasti akan memberimu yg terbaik.
"      Usai bersemadi menemui setan penguasa dunia Mbah Sonto sudah ditunggui Yuyun dan Midah yg minta diruwat karena sering kram saat pentas di panggung.
     " Sabar ya neng..aku tak ngopi sek" kata Mbah Sonto keluar dari kamarnya.
Yuyun sudah datang membawa teman Lusi yg malah minta dipasangi susuk saja.
     " Diih orangnya sudah tua " bisik Lusi ke kuping Yuyun.
    " Kalau muda ya masih sekolah "    " Aku ogah kalau disuruh buka baju" kata Lusi lagi yg masih klas 2 SMP juga.
      " Nanti aku dulu, kamu nunggu di luar ya ! Kamu lihat hasilnya.." kata Yuyun yg bersiap masuk kamar.
      " Itu siapa ?" tanya Mbah Sonto menunjuk ke tamunya yg belum pernah dilihat di grup.
      " Midah Mbah, katanya ia mau ikut masuk ke sanggar tari pak Joko.
"      " Udah bisa nari belum ?"      " Sudah kursu jaipong.
"      " Ya ikut aku dulu kalau mau masuk ke sanggar.
" kata Mbah Sonto mengajak Midah masuk kamar.
Tiba2 Lusi tersipu ketika melihat di dalam kamar yg agak gelap itu ada sosok cowok yg memandanginya sambil tersenyum.
Lusi lalu merangsek berbisik di belakang Yuyun.
      " Di dalam kamar ada cowok yg ngeliatin aku terus.
Malu aku Yun " Yuyun tentu kaget mendengar bisikan Lusi tentang cowok ganteng yg memandanginya terus.
Yuyun tahu dia itu jelmaan Mbah Sonto saat meruwat para penari .
      " Nah, kan..itu nanti yg akan meruwat kamu.
" kata Yuyun.
       " Hah ??? Bukannya orang tua tadi yg bisa membuat para penari memijat penonton ?" tanya Lusi penasaran.
        " Bukan.
Dia cuma mengantarkan kita masuk kamar.
" kata Yuyun lagi      Waah kalau yg meruwatku cowok tampan tadi, aku menyerah dah  Kata Lusi dalam hati.
    Midah sudah dimandikan air kembang tapi tidak mau lepaskan dasternya karena malu dilihat Mbah Sonto.
Mbah Sontopun mengikuti maunya gadis remaja itu untuk mandi dengan kain basahan.
     " Kalau kamu malu, ya terserah, penonton juga malu meliha diberi susuk itu tubuhmu, bukan pakaianmu.
" kata Mbah Sono sambil mengguyur tubuh yg berbalut kain daster itu dengan gayung.
     Akhirnya Midah mau juga melepas bajunya takut kalau di panggung nanti malah kram gak bisa menari.
Tapi Midah sangat terkejut ketika di belakangnya dilihat ada seorang cowok yg sangat tampan dan berbau wangi tersenyum kepadanya.
Siapa dia sebenarnya ? Midah berpikir itu pasti anak atau cucu Mbah Sonto.
Midah jadi gemeter saat pemuda itu memegang pundaknya.
     Cowok ganteng itu adalah jelmaan Mbah Sonto saat hendak meruwat dikendalikan oleh makhluk halus Btoro Kolo yg bisa berujud sangat mempesona .
Dengan menjelma menjadi pemuda tampan akan membuat semangat bagi para penari yg mendapat ruwatan walau harus kehilangan mahkota kesuciannya.
     ***       " Orasah Melu njoget tayub Yen malah tombok perawan diobok- obok wong tuwek koyo Sonto.
" kata Menuk yg anak gadisnya merengek minta daftar masuk ke grup tayub  kuncup mekar asuhan Joko Gedek.
         " Tapi Bu..Kiki temanku itu sekarang dikontrak produser film.
Kan kalau sudah kondang bisa jadi artis top.
Ke sekolah saja bawa motor matic.
Banyak yg naksir.
"         " Tapi itu haram.
Jadi ledek itu kalau nggak nyambi nglonte gak hidup.
Gajinya saja sekali manggung cuma 20.
000.
"          " Nglonte itu apa sih Bu?"          " Nglonte itu ya jual bawukmu"          " Dijual gimana sih Bu ?"           " Kamu tanyakan temanmu Kiki itu pernah nggak dibawa ke hotel oleh pak camat.
Trus kalau manggung disawer uang ke teteknya sambil diremet.
Ibu dulu pernah ingin masuk ke grup itu, tapi melihat teman yg harus diruwat dukun tua itu, ibu mundur.
Ngapain belum apa2 sudah diobok- obok bawuke " kata Menuk.
      " Ya sudah  kalau ibu tidak boleh aku juga tidak jadi ikut.
" kata Maya.
      " Tuh diajak ommu ikut gih.
kamu pasti minta apa2 dibeliin.
Om Gatot kan orang kaya.
" kata Menuk sambil membuatkan makanan pesanan om Gatot.
        " Nduk.
ikut om yuk!"        " Ikut kemana ?"        " Ke mall lah shopping.
"Enggan dimakan harimau masuk ke mulut buaya, itu ibaratnya bila Menuk melarang Maya masuk grup Joko Gedek, eee diperbolehkan dibawa Gatot yg mucikari.
     Maya diajak naik mobil, diajak makan di resto dan dibius lewat minuman hingga tak sadar dan dibawa ke hotel.
Maya yg masih prawan kencur itu tak tahu apa2 dan tak berdaya ketika harus kehilangan mahkota perasannya dan dikenthu hingga larut malam baru pulang.
     Menuk yg menunggu di teras sampai tertidur, melihat putrinya diantar pulang cuma membawa sekantung kresek martabak dan uang selembar ratusan ribu.
     " Kamu diapain sama om Gatot ?" tanya Menuk.
Maya hanya menangis dan jalannya pun pincang karena barangnya sakit digenjot Gatot berkali - kali.
Maya gak mau lagi kalau besok mau dijemput untuk kerja di cafe jadi purel.
     " Purel itu Opo to mak ?"Menuk tidak menjawab.
Menuk hanya bisa menangis dan menyesali sikapnya yg malah mendukung putrinya ikut buaya darat di Gatot.

Sumber:Internet