. " Jung berjanji lah pada eomma kau benar benar akan menghapus perasaan mu itu " Jungkook yang tadinya sedang membuka kancing kemeja milik eunha pun berhenti, beralih memandang ke dua manik indah itu " Berjanji lah " pinta eunha " Jungkook tak bisa " balas sang putra pelan Eunha tersenyum miris, lalu setelah itu mendorong pelan tubuh jungkook agar menyingkir dari hadapannya.
Mengubah posisinya menjadi duduk dan menyenangkan tubuhnya ke punggung ranjang Tak lupa kembali mengkancing lagi kemejanya dan berusaha menutupi kewanitaan miliknya dengan kemeja yang ia pakai, untung dirinya memakai kemeja putih besar Jungkook hanya diam memandang ibunya yang sedang sibuk sendiri, tapi tak lama eunha memandang dirinya " Tidak jadi saja " katanya Jungkook tak terima, langsung saja dia membalas perkataan eommanya itu " Tidak bisa! Punya ku sudah bangun eomma " tolak jungkook, bahakan namja itu masih sempat melirik miliknya yang sudah bangun di balik celana hitam pendek yang ia kenakan " Kau pikir punya eomma juga tak basah? Jika kau ingin ini di lanjukan maka berjanji lah, apa susahnya? " Jungkook termenung sesaat, lalu membalas " Berjanji memang tak sulit eomma, tapi menjalaninya itu yang sulit.
J-jungkook tak tau apa anakmu ini bisa menghapus perasaan tak di inginkan ini dengan benar, aku takut ingkar janji " jelasnya " Oh sebentar, jadi maksudmu jika kita melakukan itu atau tidak.
Perasaan mu belum tentu kau hapus? Ah aku lega kita belum melakukannya jung, kau saja tak tahu bisa atau tidak menghapusnya " " Kau tak mau berjanji, maka aku akan keluar sekarang " eunha menurunkan ke dua kakinya dari atas ranjang, menyentuh lantai kamar yang dingin Namun saat dirinya ingin melangkah, pergelangan tangan eunha di tarik cepat oleh jungkook.
Membawa tubuh mungil itu dalam pangkuannya, tubuh eunha dengan cepat menegang karena bersitatap dengan ke dua mata jungkook dalam jarak yang cukup dekat.
Dan juga di bawah sana, eunha merasakan bagaimana penis jungkook yang terasa keras menusuk tepat di vagina miliknya.
Walaupun terhalang dengan celana tipis itu, tetap saja ini membuatnya terangsang.
Eunha mengeliat tak nyaman di atas pangkuan jungkook " diam eomma, punyaku semakin keras jika kau terus bergerak " " Ugh ini tak nyaman jung, punya mu menusuk milik eomma engh " Jungkook tersenyum, jelas menusuk karena dirinya dengan sengaja tak memakai calana dalam " Eh sebentar, kurang ajar! Aku eomma mu lepas " eunha berusaha melepas ke dua tangan jungkook yang sedang melingkar indah di pinggang miliknya " Eomma eomma sebentar " berusaha menenangkan ibunya yang sedang meronta ronta tersebut " Aku berjanji eomma, anak mu ini berjanji akan menghapus perasaan ini " pada akhirnya jungkook pun menurut dan berjanji dengan kepala menunduk karena tiba tiba saja air matanya ingin keluar dan membuat aliran sungai kecil di pipinya Eunha mulai diam saat mendengar suara anaknya yang terdengar sedikit bergetar, lalu menyentuh ke dua pipi jungkook agar mendongakkan " Kau menangis? " tanya eunha, baru kali ini dirinya melihat jungkook menangis lagi setelah sekian lama anak tampan ini tak menangis di hadapannya Dan juga, tangisan jungkook kenapa terlihat begitu menyakitkan.
Tak pernah eunha melihat ini sebelumnya, ini bukan tangisan saat anaknya terjatuh dari sepeda ataupun merengek ingin naik wahana
Sumber:Internet