Gelap

My Bad Boy 2

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

My Bad Boy 2

. Gadis itu tidak menyadari bahwa pria yang sedang dipandang nya itu juga memandanginya.
Alvaro menampakkan senyum kemenangannya.
"Kena kau.
" Ujar Alvaro dalam hati.
"Wait, Al, atau siapapun aku memanggilmu, ini bukan jalan ke arah rumahku.
" Carissa kebingungan.
"Memang siapa yang bilang kita akan kerumahmu?" "Lalu?" "Rumahku.
" Carissa membelalakkan matanya.
Tidak percaya akan kata kata yang disampaikan oleh Alvaro.
Rumahnya? Apa maksudnya? Apakah benar dia diperintahkan oleh ibu? Alvaro bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Carissa.
"Ibumu meminta agar kau tinggal denganku selama ia masih berada di Ausie, karena itu akan mempermudah jika ada apa apa.
" Jelas pria itu.
Carissa pusing, ibunya tidak pernah sampai sekhawatir ini dan menitipkan dirinya kepada orang yang ia tidak kenal.
Alvaro memakirkan mobilnya di bagasi mewah miliknya.
Mereka sudah sampai di sebuah mansion yang indah.
Namun tidak lebih indah dari mansion punya Carissa.
"Ayo turun.
" Ujar Alvaro.
Carissa turun dari mobil itu dan menaiki tangga.
Disana terlihat ada beberapa pelayan pria dan 2 pelayan wanita menunduk saat Carissa masuk.
"Kamar ku dimana?" Ujar Carissa tanpa basa basi.
Alvaro mengendurkan ikatan dasi nya sambil berjalan mendekat ke arah Carissa.
Matanya lekat menatap mata milik gadis di hadapannya.
Carissa berjalan mundur pelan pelan.
Ia agak sedikit takut.
Pria ini bisa saja berbahaya.
Alvaro terus melangkahkan kakinya dan sampai Carissa tidak dapat mundur lagi karena punggungnya sudah menyentuh tembok.
"Oh, shit.
" Ujar Carissa dalam hati Alvaro mendekatkan wajahnya ke arah wajah Carissa.
Jarak mereka hanya kurang lebih 3 centi sekarang.
Jika Alvaro kehabisan kesabaran, mungkin wanita didepannya ini sudah berada di bawahnya sambil mendesahkan namanya.
Cklek.. "Ini kamarmu" suara serak pria itu dan suara pintu terbuka membuat Carissa terdiam sejenak, lalu lari memasuki kamarnya.
Alvaro yang memperhatikannya dari jauh hanya tersenyum melihat tingkah itu.
"Car.." Alvaro niatnya ingin mengajaknya makan malam.
Tetapi tidak ada jawaban.
"Anak itu tidurkah?" Pikirnya.
"Car!" Nada ketukan dan panggilannya sedikit lebih kencang dari yang sebelumnya.
Ia khawatir seolah olah ada sesuatu.
Pintunya juga terkunci.
Alvaro mencoba mendorong pintu itu, dan.. BRAK! dengan sekali dorongan, pintu itu terbuka.
Yah, memang otot ototnya selalu ia latih untuk hal yang sewaktu waktu membutuhkan tenaga.
Bersamaan Alvaro menyusuri kamarnya, Carissa keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk dan earphone menyumpal telinganya.
Ia menunduk entah sedang mencari lagu atau apapun itu.
Yang pasti, ia tidak sadar mata pria yang ada didepannya menyusuri setiap inci dari tubuhnya.
Carissa terus berjalan dan.. BRUG.."Aww!" Ujar Carissa.
Carissa berada diatas tubuh Alvaro sekarang.
Bahkan handuknya hampir terbuka.
Carissa melotot kearah Alvaro yang tersenyum menatapnya.
Saat Carissa beranjak bangun dari atas tubuh berotot itu, lengan Alvaro melingkar di pinggangnya.
"Wait a sec" Alvaro menekan tubuh Carissa agar lebih mendekat.
"Tanggung jawabmu harus kau bayar tuntas, sayang.
Kau harus tahu apa yang sudah kau bangunkan" Suara serak Alvaro membuat Carissa bergidik.
Alvaro mati matian menahan juniornya yang sudah mendesak celana nya.
"A..aku minta maaf.
L..lagi pula.
Mengapa kau tiba tiba ke kamarku!" "Aku ingin mengajakmu makan malam diluar, tetapi sepertinya dengan tanggung jawabmu aku akan kenyang.
" Alvaro tersenyum miring dan mencium Carissa lembut.
Carissa memberontak, namun lengan Alvaro jelas lebih kuat dari tenaganya.
Dengan segala pasrah, Carissa membiarkan pria itu terus melumat bibir kecilnya.

Sumber:Internet