Gelap

My Bad Boy 7

🇲🇾 Malaysia
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear ⚙ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple () > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

My Bad Boy 7

. Carissa membuka matanya, rasanya tangan sebelah kanannya mengenggam sesuatu yang hangat.
Ia membelalakkan matanya saat tahu bahwa tangannya dan tangan Alvaro berpegangan erat.
Tidak jauh dari sana terlihat wajah pria itu sedang tertidur dengan badan terduduk dan palanya bersandar di tepi ranjang Carissa.
Niat Carissa untuk melepaskan genggaman tangan mereka diurungkan, tertutup oleh rasa kasihan akan muka polos saat Alvaro tidur.
Tanpa Carissa tahu, Alvaro masuk ke kamar Carissa kemarin malam untuk mengecek suhu tubuhnya.
Namun tidur Carissa terlihat tidak nyenyak karena Carissa terus-menerus membenarkan posisi badannya yang tidak nyaman dan sesekali mengigau.
"Kau berharap aku akan merawatmu sepanjang malam lalu tertidur ditepi ranjangmu seperti para pria romantis yang menjijikkan? Mustahil.
" Gumam Alvaro.
Namun sepertinya ia harus menjilat ludahnya sendiri.
Melihat air mata Carissa yang terus mengalir, entah kenapa hatinya terasa hancur.
"Ini bukan cinta, tapi hanya kasihan.
Perasaan kasihan adalah sifat yang manusiawi.
" Ujar Alvaro dalam hati.
Tidak, ia belum sanggup untuk mempercayai adanya keberadaan cinta lagi.
Tidak dalam waktu dekat ini.
Alvaro mengambil handuk kecil dan air hangat.
Matanya masih sibuk mempelajari secara detail apa yang ia tonton di youtube.
Ya, ia harus belajar mengompres dengan benar agar hasilnya maksimal.
Setelah ia mempraktekkan semua pelajaran baru yang telah ia telan di otaknya, ia mengambil obat-obatan yang harus Carissa minum sementara pada pagi hari.
Setidaknya, Carissa harus diberikan penanganan pertama sebelum ia pergi kerumah sakit besok siang.
Setelah mengganti kompresan, ia menatap gadis yang tertidur lelap di depan matanya.
Sepertinya Carissa sudah tidur nyenyak, badannya tidak banyak bergerak dan raut wajahnya sudah tenang.
Alvaro membenarkan selimut Carissa yang sedikit tersingkap.
Dan entah kenapa wajahnya yang polos saat tidur membuat birahinya seakan tak terbendung.
Tangannya memegang pipi Carissa, dan wajah mereka hanya berjarak beberapa centimeter, bahkan nafas panas Carissa dapat Alvaro rasakan menerpa wajahnya.
Bibir Alvaro menyentuh bibir Carissa, terasa hangat dan kenyal.
Alvaro mengulum bibir bawah Carissa lalu berhenti mendadak ketika Carissa tiba-tiba sedikit meracau.
Alvaro segera mengangkat badannya berdiri tegap dan tidak percaya ia bisa lepas kendali.
Ia mencoba menenangkan diri dengan pergi ke dapur dan meminum segelas air putih.
"Don't be crazy Al, dia sedang sakit.
Control yourself, go back to her room and take care of her.
" Ujar Alvaro sambil mengacak-acak rambutnya.
Lalu Alvaro kembali ke kamarnya, menyandarkan kepala di tepi ranjang Carissa sambil mengenggam erat tangan Carissa.
*** Carissa yang sudah bangun tidak tahu harus berbuat apa.
Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanya berpura-pura tidur sampai Alvaro bangun dan melepaskan genggamannya.
"Sudah bangun kenapa tidak dilepaskan? Nyaman ya?" Ujar Alvaro.
Suara bariton miliknya cukup membuat darah Carissa berdesir kencang.
Mendengar itu, Carissa langsung melepaskan tangannya, dan hanya melirik wajah pria itu dengan sinis.
"Setidaknya ucapkan terimakasih kepada orang yang sudah merawatmu semalaman.
" "Kau merawatku ikhlas atau hanya ingin ucapan terimakasih?" "Tentu tidak, aku ingin imbalan.
" "Whatever, aku ingin bersiap ke dokter.
" Ujar Carissa langsung turun dari ranjangnya dan melangkah pergi.
Alvaro tersenyum melihat tingkah lucu wanita itu.
Dan baru ia sadari, sepertinya dalam waktu yang sangat lama, baru kali ini ia dapat tersenyum lagi.

Sumber:Internet