. Perjalanan cukup dilalui dengan kondisi yang begitu hening dan dingin,Naya memasang wajah datar yang sesekali ditatap Aldrich tanpa ia sadari.
Mobilpun sampai disebuah gedung apartemen yang tinggi menjulang,Naya membantu Aldrich dengan pelan dan hati-hati keluar dari mobil lalu memapahnya berjalan menuju kamar apartemen Aldrich.
Naik lift dengan hitungan detik dan tak lama sampailah mereka didepan kamar apartemen Aldrich.
Aldrich memasukkan beberapa digit angka hingga pintu pun dapat dibuka,ruangan apartemen Aldrich terlihat sangat gelap dan dengan inisiatifnya Naya menekan saklar lampu hingga semua lampu apartemen Aldrich menyala dengan begitu terang.
Tampaklah sebuah ruangan mewah dan mainly ciri khas seorang pria lajang menyapa indra penglihatan Naya lalu kembali dengan penuh kehati-hatian dan lembut Naya mendudukkan Aldrich disofa ruangan tamunya.
"Apa kau punya es batu?.
"tanya Naya membuka suara tanpa basa-basi dan embel-embel Mr.
"Untuk apa di kulkas dibelakang tembok itu adalah dapur,kau ambil saja sendiri.
" jawab Aldrich dan Naya mengangguk mengerti lalu pergi mencari benda yang ia butuhkan.
Saat membuka lemari pendingin Aldrich terlihat lemari pendingin Aldrich yang hanya terisiย beberapa bahan makanan siap saji saja dan sepertinya baru diisi.
Saat mendapatkan benda yang diinginkan Naya segera mengambil dan mencari kain disekitar dapur Aldrich meski ia sedikit lancang dengan membuka beberapa lemari didapur Aldrich hingga menemukan tempat penyimpanan kain serbet/lap.
Setelah itu ia menungkan beberapa es batu kedalam kain lap lalu baru kembali lagi keruang tamu menemui Aldrich.
Setelah sampai diruang tamu terlihat Aldrich yang menutup mata dan menyandarkan tubuhnya kebadan sofa dengan nyaman.
Sedangkan Naya melepaskan kedua sepatu Aldrich dari kedua kakinya berserta koas kaki hitam yang Aldrich pakai lalu menggulung celana panjang sebelah kanan Aldrich seperti tadi siang.
Dan benar saja pergelangan kaki Aldrich memang terlihat sedikit membiru dan bengkak padahal Naya pikir dia hanya mendorong Aldrich pelan tapi tidak ia sangkah sampai membuat kaki Aldrich terkilir.
Masih dengan gerakan perlahan Naya memegang pergelangan kaki kanan Aldrich lalu sedikit memijatnya pelan sedangkan Aldrich terlihat menikmati meski ia sebenarnya merasakan sedikit mengiris sakit lalu setelah itu Naya langsung mengompresnya dengan dinginnya es batu. yang terselimuti kain dan itu membuat Aldrich membuka mata dan menatap Naya.
"Apa yang kau lakukan?.
"tanya Aldrich berbasa-basi.
"Jangan berpura-pura tidak tahu aku hanya ingin mengurangi sakit dan bengkak pada pergelangan kakimu.
"jawab Naya dingin tanpa menatap Aldrich.
Aldrich mengulas senyumnya dan memperhatikan apa yang dilakukan Naya.
"Nay,bisakah kau membuatkanku makan malam lapar.
"ucap Aldrich dan seketika itu juga membuat aktifitas Naya terhenti.
"Aku bukan pembantumu yang bisa membuatkanmu makanan aku hanya pegawai kebersihanmu.
"jawab Naya dengan dingin dan kembali mengompres kaki Aldrich.
"Aku tahu tapi hanya ada kau disini dan aku lapar jadi buatkan aku makanan,aku meminta tolong padamu.
"ucap Aldrich pelan dan memelas.
"Jika aku bisa berjalan dengan baik aku tidak akan meminta tolong padamu Nay,kumohon.
" lanjutnya lagi dan membuat Naya tidak tega.
" tapi jangan protes jika masakanku tidak enak.
"ucap Naya yang akhirnya menuruti permintaan Aldrich.
"Kau lanjutkan mengompres kakimu,kau bisa bukan?.
"ucap Naya dan memberikan kain lap yang sudah basah karena lelehan air es batu.
"Iya aku bisa.
"ucap Aldrich mengambil alih dan Naya pergi kedalam dapur Aldrich.
Sumber:Internet