. Hari ini Naya sudah kembali bekerja seperti biasanya tapi ada sedikit yang berbeda dengan wajahnya ia lebih banyak melamun hari ini bukan karena Aldrich yang mengganggunya dengan memberinya banyak. pekerjaan melainkan ia memikirkan kedua anaknya yang terlalu rakus mengikuti eskul disekolah.
"Semogah mereka berdua tidak kelelahan jika mereka mengikuti dua kegiatan disekolah.
"batin Naya dengan memikirkan Kenzi dan Keanand.
"Apa yang sedang kau pikirkan?.
"tanya Aldrich yang tiba-tiba saja datang dimejanya dengan menatapnya.
Naya sedikit terkejut dan gugup karena Aldrich terlalu dekat menatapnya.
"Tidak ada.
"ucap Naya singkat lalu kembali berkutat dengan pekerjannya.
"Oh ya hari ini aku ada rapat diluar,kau selesaikan pekerjaan dikantor lalu jika ada yang ingin bertemu denganku bilang saja untuk bertemu besok dan titipkan pesannya padamu.
"ucap Aldrich dengan perintahnya.
" anda tidak akan kembali ke kantor?.
"tanya Naya dan menatap Aldrich.
"Kenapa kau merindukanku?.
"goda Aldrich dengan senyuman menawannya.
Naya langsung menatap Aldrich dengan tatapan datar tidak bersahabatnya.
"Bukan seperti itu mr.
Aldrich,jika tamu anda datang kemari saya dapat memberikan alasan yang tepat.
" " bilang saja saya ada urusan mendadak yang harus saya kerjakan diluar kantor dan tidak akan kembali.
" ucap Aldrich.
"Apakah mr.
Arlan juga ikut dengan anda?.
"tanya Naya lagi namun ia tetap masih menggunakan keformalitasnya.
"Tidak ia sedang menghadiri rapat dikantor cabang,baiklah aku pergi dulu.
"ucap Aldrich dan berpamitan lalu pergi tapi langkahnya harus kembali terhenti saat suara Naya menyapa indra pendengarannya.
"Mungkin hari ini diprediksikan hujan jadi siapkan diri anda.
" pesan Naya dengan nada datarnya meski terlihat tidak peduli nyatanya Naya tetap mempedulikan kondisi Aldrich.
Sedangkan Aldrich sendiri terlihat mengulas senyumnya.
"Terimakasih.
"ucap Aldrich singkat lalu pergi meninggalkan Naya sendirian.
Setelah kepergian Aldrich tak lama pintu kantor ruangan Aldrich dibuka begitu kasar hingga Naya yang begitu fokus mengerjakan tugasnya harus dibuat terkejut bukan main dan langsung menatap sang pelaku pembuka pintu ruangan itu dengan kasar.
"Maaf,ada yang bisa saya bantu?.
"tanya Naya dengan sopan menatap tamunya yang terdiri dari dua orang wanita bernampilan cantik dan menarik meski salah satunya Naya tahu dia adalah Lena wanita yang kemarin selalu datang mengunjungi Aldrich.
"Siapa kau?.
"tanya salah wanita yang Naya tidak ketahui siapa namanya dan wanita itu bertanya menggunkan nada tidak suka.
"Dia asisten pribadi Aldrich,asisten yang selalu dipandang Aldrich dengan cara yang berbeda.
"ucap Lena menjawan pertanyaan wanita itu.
"Maaf apa maksud anda?.
" tanya Naya dengan wajah bingungnya.
"Jadi ini wanita yang mencoba merebut Aldrich dengan wajah polosnya,dia tidak cantik.
"ucap wanita itu dengan nada menghinanya.
Naya sungguh tidak mengerti maksud kedua wanita cantik yang berada dihadapannya itu.
" Maaf ibu saya tidak mengerti maksud anda dan apa tujuan anda,mr.
Aldrich tidak ada dikantor dan jika anda mempunyai pesan anda dapat menitipkannya pada saya.
" "Berani sekali kau memanggilku ibu....." "Lalu saya harus memanggil anda apa?.
"potong Naya cepat.
"Panggil aku miss Leana.
"ucap wanita itu yang akhirnya Naya tahu siapa nama wanita itu.
"Apakah anda berdua adalah bersaudara nama anda terlihat sama.
?"ucap Naya polos dengan pertanyaanya.
"No,aku adalah calon istrinya.
" ucap Leana dengan bantahannya.
Sumber:Internet