. Setelah menjelaskan siapa dirinya,ia segera masuk kedalam mobil dan masih memeluk anak kecil yang ia kira adalah Kenand padahal itu adalah Kenzi.
Sedangkan Kenzi sendiri ia terlihat sangat enggan melepaskan pelukannya dan memeluk Aldrich begitu erat meski ia sama sekali tidak mengenal siapa pria yang sekarang telah ia peluk namun pelukannya sangat hangat seperti pelukan seorang ayah yang. melindungi anaknya serta ia rindukan meski tubuhnya dan tubuh Aldrich basah kuyub.
"Tenanglah,Kenand.
"ucap Aldrich dan mengusap punggung Kenzi dengan lembut.
"Pak tolong matikan ac nya.
"lanjutnya.
Lalu ia mengambil ponselnya yang beruntung tidak ia kantongi hingga benda segiempat itu tidak basah dan rusak lalu ia segera menelpon seseorang dan memerintahkan orang itu untuk membelikan pakaian anak. kecil usia sepuluh tahun.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga beberapa menit ia sampai dikantor Reynand lalu keluar dari dalam mobil dengan menggunakan payung dan menggendong Kenzi meski Kenzi terlihat memiliki tubuh sedikit tinggi namun tubuh Kenzi kurus.
Pintu kantor Reynand dibuka perlahan lalu Aldrich masuk dengan Kenzi dan membuat kedua orang berbeda genre itu terkejut bukan main terlebih Reina yang melihat keponakannya datang bersama teman bosnya dalam keadaan basah kuyub.
"Ken...." "Aku bertemu dengan Kenand disekolahnya ia kehujanan,kedinginan dan ketakutan aku tidak tahu ia kenapa?.
"potong Aldrich cepat lalu Kenzi yang ia anggap Kenand minta diturunkan saat ia tahu bahwa diruangan itu ada auntynya.
"Aunty aku takut.
"ucap Kenziย berlari kearah auntynya dan memeluk auntynya erat dan Reina tahu itu bukan Kenand melainkan Kenzi.
Pelukan dan ketakutan Kenzi semakin menjadi saat suara guntur begitu keras saling menyambar yang membuatnya kembali menangis histeris.
"Tenanglah sayang,tidak apa ada aun menenangkan Kenzi dengan lembut sedangkan dua pria itu menatap keduanya dengan bingung dan penasaran.
Lalu Reynand pergi mengambil dua handuk untuk Aldrich dan juga anak kecil yang ia anggap sebagai Kenand.
"Keringkan badannya sebelum ia masuk angin.
"ucap Reynand memberikan handuknya pada Reina.
Reina segera menerima dan membelitkan ketubuh Kenzi agar keponakannya itu tidak kedinginan.
Sedangkan Aldrich sendiri saat melihat Kenand begitu ketakutan dan menangis histeris membuat perasaannya merasa diremas dan ia tidak tahu mengapa hal itu dapat ia rasakan.
"Tenanglah ada aunty disini.
" ucap Reina lagi denngan lembut dan berhasil membuat tangis Kenzi sedikit mereda.
Lalu pintu kantor Reynand dibuka dan muncullah pegawai Aldrich yang membawa sebuah paper bag berwarna cokelat.
"Ini baju untuk Kenand,cepat ganti bajunya agar ia tidak masuk angin.
"perintah Aldrich dan memberikan paper bagnya pada Reina.
Sedangkan Reina terlihat terkejut karena teman bosnya itu sangat peduli dengan keponakannya padahal mereka baru bertemu dua kali tanpa berpikir lagi ia segera menerimanya dan mengajak Kenzi masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti. pakaian basahnya.
"Kenzi,kenapa bisa pulang terlambat dan tidak pulang bersama Kenzo dan Kenand?.
" tanya Reina dengan wajah khawatirnya.
"Maafkan aku aunty tadi aku sedang ada piket kelas lalu aku menyuruh kak Kenzo dan Kenand pulang dulu dan aku tidak tahu jika hari ini akan hujan lebat.
"ucap Kenzi dengan pelan dan menunduk.
"Tidak apa yang penting Kenzi sudah merasa baikan,kan?.
"ucap Reina menatap keponakannya dan Kenzi menganggukkan kepalanya pelan.
"Ya sudah ayo kita keluar lalu aunty antar pulang ya.
"
Sumber:Internet