Gelap
Kelajuan: 1.0x
Status: Sedia
×

Bantuan tetapan main balik

Jika sudah menggunakan Chrome/Edge, tetapi tetap tidak boleh putar, semak tetapan Telefon/PC Anda.
Pastikan enjin TTS aktif, menggunakan bahasa yang ingin anda dengar.

Untuk pengguna Android dan OS lain

Untuk pengguna Android, Harmony, Lineage, Ubuntu Touch, Sailfish, ColorOS / FuntouchOS, hyperOS, dll
Akses Menu: Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Output Teks-ke-Ucapan.
Jika tiada, Tetapan > kotak carian di atas > masukkan "text-to-speech" atau "text"
Lalu pilih teks-ke-suara atau teks-ke-ucapan, atau yang serupa dengannya.
Untuk menambah bahasa, klik ikon gear โš™ > pasang data suara pilih bahasa yang anda inginkan.

Untuk pengguna iOS

Buka Tetapan > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan
Atau tetapan > kotak carian di atas > masukkan "kandungan diucapkan" enter
Untuk tambah bahasa pilih suara pilih suara

Untuk pengguna PC MacOS

Akses Menu: Klik Menu Apple (๏ฃฟ) > Tetapan Sistem > Kebolehcapaian > Kandungan Diucapkan.

Untuk pengguna Windows

Windows 10 & 11
Akses Menu: Buka Mula > Tetapan > Masa & Bahasa > Pertuturan atau Speech.
Windows 7 & 8
Panel Kawalan > Kemudahan Akses > Pengecaman Pertuturan > Teks ke Ucapan
Windows XP
Mula > Panel Kawalan > Bunyi, Pertuturan dan Peranti Audio > Pertuturan
Windows 2000 & ME
Mula > Tetapan > Panel Kawalan > Pertuturan
Untuk pengguna PC jenis lain, seperti Linux, ChromeOS, FreeBSD, dll.
Sila cari tetapan untuk aktifkan text-to-speech di enjin carian, seperti Google, Bing, dll

Nota Buat masa ini, halaman ini berfungsi mengikut enjin daripada peranti anda.
Jadi suara yang dihasilkan, mengikut enjin TTS daripada peranti anda.

My Triple Son 15

. "Siapa namamu kids?.
"tanya Revan dengan takjub lalu matanya beralih kearah Aldrich yang hanya diam dengan memperhatikan Kenand versi lainnya bahkan kali ini copyannya sangat lebih sempurna dibanding dua lainnya yang masih ia anggap satu dan sama tapi ia juga merasakan sesuatu yang berbeda namun rambut hitam kecolakatan alami sama sepertinya membuat Kenand yang sekaramg berada dihadapannya sama. seperti dirinya dengan tidak terbantahkan.
"Al kapan kau mencetaknya hingga begitu persis denganmu?.
"lanjutnya.
"Namanya Kenand dia keponakan saya.
"jawab Reina cepat saat Kenzo akan menjawabnya.
"Tapi aunty namaku kan Ken...." ucap Kenzo ingin meralat ucapan auntynya tapi Reina memejamkan matanya sebentar agar Kenzo diam dan menurutinya.
Beruntung Kenzo bukan Kenzi yang suka membantah dengan cepat jika ia mengerti ada yang salah.
"Em,ini flasdisk anda mr.
Rey.
" Reina dengan cepat memberikan flasdisk Reynand meski Reynand menatapnya penuh selidik dan sepertinya bosnya itu sedikit mulai curiga dengan sikapnya.
Entah itu hanya perasaannya atau memang seperti itu nyatanya,lalu Reynand menerimanya dan dengan terburu-buru juga Reina berpamitan untuk pulang tapi jiwa keinginan tahuan Revan yang begitu besar dan penasaran akan sosok anak kecil yang begitu persis dengan wajah sahabatnya menghentikan niatan Reina.
Bahkan tanpa sungkan ia memaksa Reina dan Kenzo untuk duduk diantara mereka.
"Usiamu berapa Kenand?.
"tanya Revan dengan tersenyum lembut menatap Kenzo.
"Usiaku sepuluh tahun.
"jawab Kenzo dengan menatap Revan.
Tanpa diduga-duga langit kembali menurunkan hujannya.
" Kalian disini saja dulu,tunggu hujannya reda baru pulang.
"ucap Aldrich dengan nada perintahnya karena yang ia tahu Kenandnya takut dengan hujan.
Reina semakin takut dan gugup entah karena apa.
"Tenanglah Reina kakakmu pasti tidak akan memiliki hubungan dengan orang-orang seperti ini.
"batin Reina menenangkan pikirannya yang mulai berkenala jauh.
namun perasaannya mengatakan hal sebaliknya.
Entah karena apa tiba-tiba saja suara guntur yang begitu keras menyapa indra telinga mereka hingga semuanya terkejut dan menutup telinganya.
Namun mata Aldrich dan Reynand begitu memperhatikan Kenand yang sekarang berada dihadapannya yang terlihat tidak ketakutan sama sekaliย karena ia terlihat hanya terkejut saja.
"Kau tidak apa?.
"tanya Aldrich yang tiba-tiba saja duduk disamping Kenzo dan memeluknya.
Hingga membuat anak itu terkejut bukan main namun ia menikmati pelukan hangat pria dewasa yang tidak ia kenali ini.
"Aku baik,om.
"jawab Kenzo pelan.
"Tenanglah tidak apa jangan takut dengan suara guntur karena guntur hanya berbunyi sebentar lalu ia akan segera pergi.
"ucap Aldrich menenangkannya.
"Aku bukan Kenzi om,aku tidak takut dengan guntur.
"batin Kenzo berbicara.
Suasana berubah hening karena semua mata menatap interaksi Aldrich dan Kenzo,Reina terkejut sedangkan teman-teman Aldrich menatap tidak percaya.
"Kau takut dengan guntur,Ken?.
"tanya Revan menatap Kenzo.
Kenzo ingin menjawab tapi suara Aldrich dengan cepat menjawabnya.
"Iya dia sangat takut dan sepertinya memiliki phobia dengan guntur benar bukan Rei?.
"ucap Aldrich menatap Reina dan membuat Reina menganggukan kepalanya pelan.
"Jika kau seperti ini,aku akan dengan mudah percaya kau adalah ayahnya kalian terlihat sangat persis seperti ayah dan anak apalagi sikapmu seperti seorang ayah ingin melindungi anaknya padahal kalian adalah orang asing.
"ucap Delwyn dengan tersenyum tipis.

Sumber:Internet