. Mereka berdua masuk kedalam mobil awalnya Naya ingin duduk didepan bersama sopir Aldrich tapi Aldrich langsung melarangnya dan menyuruhnya untuk duduk dibelakang bersamanya.
Saat Naya duduk dibelakang bersamanya,Aldrich dengan cepat menaruh kepalanya dipundak Naya dan mulai menutup mata mengistirahatkan tubuhnya yang ia rasa daya tahan tubuhnya mulai menurun.
Sedangkan Naya sendiri ingin menolak dan kesal namun ia ingat bahwa kondisi Aldrich sedang lemah jadi ia tidak mungkin akan marah dan tanpa ia perintahkan tangannya bergerak sendiri mengusap kepala Aldrich dan memijatnya pelan.
Aldrich sendiri begitu menikmati pijatan lembut Naya dikepalanya dan ia merasa sakit kepalanya sedikit berkurang.
Selama diperjalanan Naya tetap memijat kening Aldrich begitu lembut hingga sampai ditempat tujuan,Naya mulai membantu Aldrich berjalan karena tubuh Aldrich benar-benar terlihat sangat lemah.
"Nyakin tidak mau kerumah sakit?.
"tanya Naya khawatir menatap Aldrich,tadi Naya mengajak Aldrich kerumah sakit namun Aldrich menolak dan ingin beristirahat dirumah saja.
"Iya aku baik-baik saja.
"jawab Aldrich dengan senyuman tipisnya lalu Naya segera membawa Aldrich masuk saat mereka berdua sampai didepan kamar apartemen Aldrich.
Naya langsung mendudukkannya disofa dan mulai melepaskan sepatu Aldrich menaruhnya ditempatnya lalu kembali membantu Aldrich melepaskan jasnya.
"Bantu aku ke kamar Nay.
" Naya akhirnya membawa Aldrich masuk kedalam kamar,menidurkannya dan menyelimutinya.
"Kenapa kau bisa sakit?.
" "Kemarin aku kehujanan.
"jawab Aldrich pelan dengan senyumannya menatap Naya.
"Kenapa bisa kehujanan,aku sudah bilang bahwa kemarin akan hujan deras lalu kenapa kau membuat tubuhmu basah?.
"omel Naya tanpa sadar.
"Maafkan aku,kemarin aku menolong seseorang dan membuatku lupa dengan ucapanmu.
"ucap Aldrich pelan meminta maaf dan itu membuat Naya sadar bahwa ia tidak ada hak untuk memarahi Aldrich.
"Em....tidak apa,maafkan aku juga karena berlebihan dan aku akan membuatkanmu makanan.
" ucap Naya cepat lalu keluar dari kamar Aldrich namun langkahnya harus terhenti saat Aldrich mengucapkan sebuah kata singkat.
"Terimakasih Nay.
"tanpa menoleh kebelakang Naya hanya mengangguk samar dan keluar dari kamar Aldrich.
Setelah itu Naya kembali melanjutkan langkahnya dan menuju dapur untuk membuatkan makanan yang dapat mengisi perut Aldrich.
Beberapa menit ia habiskan didalam dapur akhirnya ia dapat menyelesaikan masakannya semangkuk soup ayam hangat dan sepiring nasi.
Ia bawa masuk kedalam kamar Aldrich membangunkannya dengan lembut hingga kelopak mata yang tertutup itupun terbuka dengan perlahan.
"Makan dulu Al,kau bilang belum sarapan tadi pagi.
"ucap Naya pelan.
"Haus Nay.
"ucap Aldrich dengan serak lalu Naya segera memberikan segelas air untuk Aldrich minum barulah ia menyodorkan makanannya.
"Suapi aku.
"Aldrich mulai mengeluarkan nada manjanya dan Naya sangat hafal bahwa jika Aldrich sakit ia pasti akan merubah sikapnya menjadi begitu manja.
Jika Naya dulu ia akan dengan senang hati tanpa Aldrich meminta pasti ia akan menyuapi tanpa berdebat lebih dulu tapi ia Naya yang baru yang tidak akan langsung menuruti permintaan Aldrich jika menurutnya masih. bisa dinegoisasikan.
"Kau punya dua tangan dan tanganmu baik-baik saja.
" "Tanganku lemas Nay,kepalakuย juga ini perintah dari bosmu.
"ucap Aldrich dengan perintahnya yang tidak terbantahkan serta alasannya yang tidak masuk akal tapi itu membuat Naya kalah.
Sumber:Internet