. Naya akhirnya sampai dirumah namun ketiga anaknya dan adiknya masih tenggelam dalam alam mimpinya dan beruntung ini hari libur.
Setelah itu ia langsung menuju dapur dan berganti menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
Selesai berkutat didapur Naya ingin masuk kedalam kamar mandi namun ia telah disambut dengan Kenand yang bangun dengan menggosok matanya.
"Ibu,kenapa semalam tidak pulang dan tidak mengangkat telphonku?.
"tanya Kenand langsung.
"Maafkan ibu sayang,kemarin teman ibu sedang sakit dan ia butuh untuk ditemani kasihan ia sendirian.
"jelas Naya dengan alasannya.
"Memang sakitnya parah bu?.
" tanya Kenzo yang muncul dan menguap.
"Iya sayang sakitnya parah.
"bohong Naya lagi agar anaknya percaya.
"Em....dimana Kenzi, masih tidur?.
"lanjut Naya mengalihkan pembicaraan.
Kenzo dan Kenand mengangguk bersamaan.
"Baiklah bangunkan Kenzi lalu mandi dan kita akan makan pagi bersama.
"ucap Naya memberi perintah lalu kedua anaknya langsung masuk kedalam kamar untuk melaksanakan perintah ibunya.
Naya berganti masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya selesai membersihkan diri ia mengganti pakaiannya dengan pakaian santai dan membangunkan adiknya yang kali ini masih tertidur dengan pulas padahal hari sudah mulai siang.
"Rei,bangun ayo mandi lalu makan.
"ucap Naya lembut dan Reina langsung bangun saat mendengar suara kakaknya.
"Kakak sudah pulang?.
"tanya Reina lalu turun dari tempat tidurnya.
"Iya,cepat mandi sana lalu nanti kita makan bersama.
"ucap Naya dan Reina yang setengah sadar hanya menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam kamar.
Sambil menunggu Reina selesai dikamar mandi,Naya masuk kedalam kamar anaknya dan melihat anaknya yang telah rapi dan segar.
"Em....anak ibu sangat harum.
"ucap Naya dan menciummi pipi ketiga putra.
"Ibu aku rindu,kenapa ibu kemarin tidak pulang.
"ucap Kenand manja dan memeluk ibunya dengan erat.
"Benar rindu dengan ibu,padahal hanya semalam saja ibu tidak pulang masa sudah rindu?.
"goda Naya.
"Rindu ibu,rindu masakan ibu.
"ucap Kenand lalu kedua anaknya mulai ikut memeluknya.
"Iya,iya maafkan ibu ya tapi yang terpenting ibu sudah pulang jadi ayo kita sarapan bersama.
"ucap Naya dengan senyum lembutnya dan mereka keluar bersama untuk makan pagi Begitupun Reina yang juga sudah selesai dengan membersihkan diri dan mereka mulai makan pagi bersama.
Selesai makan Reina tiba-tiba mengajak Naya berbicara berdua ketika sikembar sedang asyik dan serius menonton televisi.
"Kak,aku ingin bilang sesuatu.
"Reina terlihat gugup.
"Bilang apa Rei,kenapa kau terlihat gugup seperti ini.
?"Naya menatap Reina dengan aneh.
"Kak sebenarnya aku tahu siapa Aldrich Harisson itu dari bosku karena ternyata ia adalah sahabat bosku awalnya aku juga tidak tahu tapi saat mendengar ucapan sikembar yang selalu mengatakan mereka memiliki. wajah yang persis jika bertemu membuatku memiliki pikiran itu lalu menanyakannya langsung padamu.
" Reina menceritakan semuanya dan Naya terlihat terkejut.
"Me....mereka sudah pernah bertemu?.
" "Iya kak,maafkan aku tapi aku juga tidak tahu jika mereka memiliki hubungan darah.
"ucap Reina pelan dan merasa bersalah.
"Tidak apa Rei,kamu tidak salah pertemuan mereka adalah rencana tuhan kita bisa berbuat apa jika semua telah terjadi meski kita tidak pernah menginginkannya untuk terjadi.
" ucap Naya dengan tersenyum lembut meski ia terkejut dan takut.
Sumber:Internet