. Beberapa hari ini Naya harus mau dengan terpaksa meninggalkan anaknya dirumah dan tidak bertemu selama tiga hari karena Aldrich yang mengajaknya untuk melakukan perjalanan bisnis keluar kota,awalnya ia ingin menolak tapi Aldrich seperti biasanya menggunakan ancamannya agar Naya mau mengikuti perintahnya.
Alhasil Naya sekarang sedang menemani Aldrich disebuah proyek perbaikan hotel sedangkan Aldrich dan Arlan seketaris Aldrich terlihat begitu serius melihat-lihat sebuah detail pembangunan.
Diperjalanan bisnis ini juga membuat sikap Naya lebih banyak diam dan sering malamun hingga membuat Aldrich menatapnya aneh.
"Apa yang sedang kau pikirkan?.
" tanya Aldrich dengan menatap Naya dan membuat Naya tersadar dari lamunannya.
"Em....tidak ada.
" jawab Naya sedikit gugup.
"Benar,tapi kenapa aku perhatikan kau banyak lebih diam akhir-akhir ini.
"ucap Aldrich yang kurang puas akan jawaban Naya.
"Aku memang seperti ini.
" ucap Naya dengan datar.
"Aku tidak percaya kau berbohong padaku dan aku juga memperhatikan kau sering menatap ponselmu seperti menunggu seseorang menghubungimu.
" ucap Aldrich dengan dingin.
Naya hanya diam dan menunduk tapi dalam hati ia membenarkan ucapan Aldrich.
"Aku merindukan ketiga anakku Al"batin Naya berbicara.
Dan dihadapan Aldrich ia menjawab dengan jujur meskipun tidak sepenuhnya tapi sanggup membuat Aldrich penasaran.
"Iya aku memang sedang menunggu seseorang menghubungiku.
" "Siapa dia?.
" "Seseorang yang sangat berarti dalam hidupku.
"jawab Naya jujur dan lirih namun sanggup membuat perasaan Aldrich begitu memanas dan ia tidak suka.
"Lupakan itu,ayo makan siang.
" ucapnya dingin dan menarik tangan Naya kasar hingga membuat wanita itu mengaduh kesakitan.
Sampai dimeja makan restoran baru Aldrich melepaskan genggamannya yang kasar dan sanggup membuat tangan Naya sedikit memerah.
"Makanlah.
"ucapnya begitu dingin dan menikmati makan siangnya yang telah dipesan lebih dulu oleh Arlan sesuai perintahnya.
"Iya,iya tidak perlu menarikku juga.
"ucap Naya sedikit kesal dan duduk dihadapan Aldrich lalu matanya terlihat mencari seseorang.
"Dimana mr.
Arlan?.
" "Jangan bahas orang lain habiskan dulu makanananmu dan dia sudah makan terlebih dulu lalu kembali mengecek proyek.
"jawab Aldrich masih dengan nada dinginnya.
Lalu Naya mulai menikmati makannya dengan diam meskipun sedikit malas dan Aldrich masih setia menatap Naya dengan menikmati makannya.
"Makanlah,jangan banyak malamun itu tidak baik untuk kesehatanmu.
"ucap Aldrich dingin namun juga perhatian dan membuat Naya mendongak menatapnya begitu dalam.
Setelah itu ia benar-benar makan dengan benar apalagi tatapan mata Aldrich begitu dingin penuh perintah yang tidak boleh satupun dilanggar oleh Naya itulah yang ditangkap Naya hingga membuat Naya sedikit ketakutan. dan membuatnya makan dengan benar.
Beberapa menit mereka makan dalam diam dan hening akhirnya mereka selesai dan Aldrich adalah orang pertama yang membuka percakapan serta menghancurkan suasana hening tidak terarah.
"Nanti malam ikut aku kesuatu tempat.
" Ajakan Aldrich membuat Naya menatapnya.
"Kemana?.
"tanya Naya dengan wajah datarnya namun ia terlihat begitu penasaran.
"Kau akan tahu nanti.
" jawab Aldrich yang juga dengan wajah tak kalah datar.
"Dan apa kau sudah selesai makan?.
"lanjutnya.
Naya tidak bertanya lagi,ia hanya menganggukkan kepalanya pelan dan bangkit dari kursi untuk mengikuti langkah kaki Aldrich yang ternyata kembali bekerja mengamati proses perbaikan hotelnya.
Sumber:Internet