. Setelah keluar dari toko mainan,Aldrich masuk kedalam salah satu cafe dan memesan minuman.
"Maafkan aku om Al,karena membuatmu repot tadi.
"ucap Kenand pelan dan menunduk.
"Om tidak repot om malah senang dapat membelamu lagipula sikap temanmu dan juga mamanya sedikit keterlaluan denganmu jadi jangan terlalu dipikirkan.
"ucap Aldrich dengan tersenyum tipis"Lalu Kenapa kau mau meminta maaf dengannya padahal dia yang memulai pertengkaran denganmu bukan?.
"tanya Aldrich serius dengan menatap Kenand yang sekarang terlihat menunduk.
"Karena ibu mengajari jika kita berbuat salah kita harus mau mengatakan maaf entah permintaan maaf kita diterima ataupun tidak,dan meminta maaf bukan karena kita kalah karena meminta maaf dapat membuat dunia ini damai dan tidak adanya rasa balas dendam meski terkadang memaafkan begitu sulit begitupun juga meminta maaf.
"jelas Kenand panjang.
Aldrich mengulas senyumnya saat mendengar ucapan Kenand tapi pertanyaannya yang selanjutnya membuat Kenand sedikit murung.
"Lalu kenapa temanmu mengatakan kau tidak memiliki papa?.
""Karena itulah kenyataannya sejak kecil aku tidak pernah mengatahui siapa ayahku,bagaimana rupanya,bagaimana sikapnya dan lain aku bertanya tentang ayahku,ibu akan menjawabnya dengan tangisan dan mengalihkan pembicaraan dan itu membuatku sedih meski pada akhirnya aku sadar mungkin ibuku dan ayahku telah berpisah sangat lama saat aku masih kecil.
"cerita Kenand dengan raut sedihnya.
"Sungguh ibumu tidak pernah memberitahu siapa papamu?.
" tanya Aldrich lagi dan ia terlihat terkejut dan prihatin.
Apa yang akan dilakukan Aldrich jika ia adalah sumber masalah bagi Kenand dan kedua saudaranya?" semua begitu sulit,aku sangat ingin tahu siapa ayahku dan merindukannya.
Aku ingin seperti temanku yang lainnya tapi aku tahu itu tidak bisa dan aku tidak ingin memaksa ibuku.
" ucap Kenand pelan masih dengan menunduk.
"Mulai saat ini Kenand bisa panggil om dengan sebutan papa dan om akan menjadi ayah Kenand.
"ucap Aldrich menghibur Kenand dan berhasil membuat Kenand mendongak menatap Aldrich.
Aldrich sungguh tidak tahu mengapa ia mengatakan itu semua,yang ia tahu kata-kata itu meluncur begitu saja dalam pikirannya dan keluar dari mulutnya tapi didalam perasaannya ia merasakan rasa begitu hangat dan bahagia.
"Memangnya boleh?.
"tanya Kenand ragu tapi dalam hatinya ia begitu senang.
"Tidak apa untuk saat ini tidak bertemu papaku yang sesungguhnya jika om Aldrich yang keren dan tampan ini mau menjadi papaku bukankah ini sudah cukup dan membanggakan.
"batin Kenand tertawa kecil.
"Tentu saja kenapa tidak boleh,bukankah tadi om mengatakan bahwa Kenand adalah anak om pada mama Nino.
"ucap Aldrich dengan tersenyum hangat dan berhasil membuat senyum Kenand mengembang.
"Papa Al.
"ucap Kenand dengan senyumannya dan membuat perasaan Aldrich begitu membuncah bahagia bahkan detak jantungnya berdetak begitu cepat saat mendengar suara Kenand yang memanggil dirinya papa dan ia sungguh tidak pernah merasakan perasaan asing ini namun. sanggup membuat hatinya begitu bahagia dan bangga.
"Anak papa yang paling tampan tapi sungguh Kenand anak beladiri karate?.
"ucap Aldrich dengan tersenyum dan mengusap lembut kepala Kenand.
Kenand menikmati usapannya.
"Iya Kenand mengikuti kelas karate,papa.
""Dan tadi apa kau sungguh menendang begitu keras temanmu?.
"tanya Aldrich dan kembali dengan wajah seriusnya.
"Maafkan aku papa tadi aku begitu terbawa emosi karena ia sudah mendorongku hingga terjatuh dan menghina ibuku tapi aku sungguh tidak menendangnya begitu keras.
" ucap Kenand jujur.
Sumber:Internet