. Akhirnya mereka bertiga sampai disebuah cafe yang terlihat begitu ramai mungkin karena jam makan siang.
"Kenand ingin makan apa?.
" tanya Aldrich lembut.
"Aku ingin nasi goreng om up maaf maksudku papa.
"ucap Kenzi dengan tertawa bodoh.
"Baiklah,papa akan memesankan untukmu.
"ucap Aldrich juga dengan tersenyum lembut.
Sambil menunggu pesanan Aldrich mengajak Kenzi berbicara kecil mengenai sekolahnya.
"Sekolahku baik,papa.
""Apa kau suka diganggu oleh temanmu?.
"tanya Reynand dengan wajah datarnya.
"Em....iya tapi itu sudah biasa,aku juga tidak tahu kenapa mereka suka menghina orangtuaku,apa salahnya jika aku tidak memiliki ayah aku juga tidak tahu darimana mereka tahu aku tidak memiliki ayah.
"ucap Kenzi pelan dan memasang wajah kesal dan sedihnya.
"Jangan bersedih sekarang Kenand punya papa dan papa akan membela dan menjagamu jika ada yang mengganggumu.
" ucap Aldrich dengan tersenyum lembut san berhasil membuat Kenzi tersenyum.
"Apa papamu tidak pernah mengunjungimu?.
"tanya Reynand lagi.
Kenzi langsung memasang wajah sedih dan murungnya.
"Tidak pernah om,aku sebenarnya juga merindukannya ingin sekali bertemu dengannya,aku juga ingin seperti temanku yang memiliki ayah yang dapat bermain bersama tapi sayangnya aku tidak pernah dapat bertemu dan tidak tahu dia ada dimana jika aku bertanya pada ibu,ibu pasti akan menangis dan aku tidak ingin memaksa ibu mengatakan dimana ayah dan membuatnya bersedih.
""Jangan bersedih mungkin ayahmu sedang bekerja disuatu tempat yang sangat jauh.
"ucap Reynand berusaha menghibur meski itu semua ia lakukan hsnya untuk melihat reaksi Aldrich dan ikatan batin yang terjalin diantara keduanya.
Reynand sungguh beruntung dan tidak menyangkah dapat bertemu dengan salah satu sikembar sebelum ia akan melancarkan aksinya lagi dan sepertinya tuhan sangat baik dengannya hingga mau membantunya untuk merekatkan hubungan ayah dan anak yang telah lama terpisah itu.
Saat mendengar ucapan Kenzi perasaan Aldrich benar-benar merasa bersalah dan sakit entah mengapa ia dapat merasakan hal itu padahal dia dan Kenzi adalah orang asing.
"Sejauh mana om.
?"tanya Kenzi lagi.
"Bukan jika jauh pasti dapat ditempuh menggunakan pesawat mungkin?.
""Tentu saja tapi saat akan pulang ia memerlukan banyak waktu dan mungkin pekerjaannya belum dapat diselesaikan jadi Kenand harus menunggunya dengan sabar.
"ucap Reynand pelan memghibur Kenzi tapi Kenzi terlihat hanya diam saja.
Tak lama Kenzi membuka suara dan mengatakan suatu kata yang menghantam perasaan Aldrich hingga rasa bersalah itu semakin menggerogotinya.
"Apa mungkin ayahku tidak menginginkanku seperti difilm-film yang pernah kutonton?.
"tanya Kenzi polos.
"Jangan pernah berpikir seperti itu Kenand tidak ada orang tua yang tidak menginginkan anaknya,anak adalah sumber kebahagian mereka,kebanggaannya juga dan dunianya.
"ucap Aldrich dengan lembut.
"Meski ada sebagian orang yang tidak menginginkan anaknya dengan berbagai alasan salah satunya adalah om tapi didalam dasar lubuk hati om,om sangat merasa bersalah dan menyesal jika waktu dapat diputar om ingin kembali pada masa itu,bertanggung jawab dan membesarkan anak om dengan penuh cinta hingga tumbuh sama sepertimu.
"batin Aldrich dengan menangis miris akan penyesalannya.
"Sudah jangan terlalu dipikirkan bukankah sekarang Kenand punya papa Aldrich yang tampan,pintar dan kaya.
"ucap Reynand dengan tersenyum mengalihkan pembicaraan dan berhasil membuat Aldrich sedikit terkejut karena perubahan temannya yang dratis dan mau tersenyum karena selama ini Reynand hanya selalu memasang wajah. dinginnya jangankan tersenyum untuk tersenyum saja sulit.
Sumber:Internet