. Setelah pertemuannya dengan Kenzo,Aldrich sukses dibuat banyak melamun dengan menatap handphonenya sepanjang hari dikantor dan sesekali memperlihatkan muka berpikir keras apalagi Naya juga terlihat semakin menjauh darinya entah karena apa.
Aldrich kembali menatap beberapa foto Kenand yang ia ambil dan mulai memperhatikannya dengan berpikir keras.
"Benar wajah Kenand sedikit memiliki perbedaan meskipun dari segi manapun mereka terlihat sama.
"batin Aldrich berbicara.
"Kenand yang pertama kali aku temui pipinya lebih berisi dari Kenand yang kedua kali aku temui lalu yang terakhir sikapnya lebih terkesan dingin sama sepertiku,apa mereka itu sebenarnya kembar?.
"guman Aldrich saat ia mengingat pertemuannya dengan anak kecil itu serta mulai berpikir keras dan fruatasi.
"Mr.
Aldrich.
"panggil Naya sedikit keras karrna ia sedari tadi telah memanggil nama Aldrich tapi Aldrich tetap tidak mempedulikannya dan berhasil membuat Aldrich tersadar dari lamunannya lalu meletakkan handphonenya yang. masih menyala dan memperlihatkan foto Kenzo.
Naya sangat tahu itu adalah foto anaknya,Kenzo.
"Kenapa ia bisa berfoto dengan Kenzo?.
"batin Naya bertanya saat menatap foto anak sulungnya dihandphone Aldrich karena setahu Naya anaknya hanya bertemu satu kali dengan Aldrich.
"Naya...."sekarang Aldrich yang terlihat memanggil Naya dan menghancurkan lamunan Naya.
"E berkas yang harus anda tanda tangani.
"ucap Naya sedikit gugup.
Aldrich dengan cepat menerima setelah membaca sekilas lalu membumbuhkan tanda tangannya dikertas berkas penuh tulisan itu dengan sesekali menatap handphonenya yang masih menyala lalu matanya berhenti menatap handphone dan beralih menatap Naya begitu intens hingga membuat Naya sedikit risih.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?.
"tanya Naya menatap Aldrich aneh.
"Tidak wajahmu sedikit persis dengan anak kecil ini.
"ucap Aldrich dan memperlihatkan foto Kenzo didepan Naya.
"Siapa anak kecil itu?.
"tanya Naya berpura-pura tidak tahu.
"Namanya Kenzo,awalnya aku hanya tahu dia bernama Kenand tapi kemarin ia bilang bahwa namanya adalah Kenzo,ia dan Kenand adalah orang yang berbeda apa mungkin mereka itu kembar?.
"jawab Aldrich dan mengajukkan pertanyaannya.
"Dia adalah keponakan salah satu pegawai temanku.
"lanjutnya.
"Mungkin mereka kembar.
" jawab Naya datar meski hatinya telah berdetak begitu kencang saat melihat Aldrich terlihat begitu ingin tahu tentang anaknya.
"Bodoh mereka itu memang kembar,kenapa hal seperti itu saja kau tidak tahu.
?"batin Naya menggerutu akan sikap Aldrich yang bodoh dan tidak biasanya.
"Kau benar mereka sepertinya kembar,kenapa aku baru menyadarinya.
"ucap Aldrich yang akhirnya menyadari perbedaan Kenzo dan Kenand.
"Dan kenapa kau bisa begitu bodoh untuk menyadari hal sekecil ini bukankah Aldrich yang kukenal sangat terkenal dengan analisis dan kepintarannya.
"ejek Naya dengan wajah datarnya tapi berhasil membuat Aldrich melukiskan senyumannya.
"Kau ternyata masih mengingatku dengan benar,Nay.
" ucap Aldrich dengan tersenyum menatap Naya dan membuat wanita itu gugup lagi.
"Kau benar mungkin aku sedikit bodoh tapi mau bagaimana lagi jika bertemu dengan mereka aku selalu bahagia dan lupa segalanya dan juga ingin membuatku tahu segelanya.
"lanjutnya.
"Kenapa kau terlihat begitu ingin tahu tentang anak ini?.
"tanya Naya dengan penasaran.
"Aku menyanyanginya,aku tidak tahu kenapa aku dapat merasakan hal seperti itu tapi hatiku akan sangat bahagia jika bertemu mereka terlebih wajah mereka sangatlah persis sepertiku,aku juga tidak dapat melihat mereka bersedih aku selalu merindukan mereka jika tidak bertemu sehari saja dengan mereka,aku ingin menjadi sosok ayah mereka meskipun aku bukanlah ayah kandungnya dan tidak berniat menggantikan sosok ayahnya.
"ucap Aldrich dengan tersenyum lembut dan bahagia.
Sumber:Internet