. Disiang hari yang begitu cerah hari ini Aldrich telah bersiap dengan pakaian casualnya karena ia akan bertemu Naya dengan ketiga putranya setelah Reynand membantunya memberi tahu dimana Naya. berada.
Aldrich mendatangi sebuah sekolah dasar hingga tak lama matanya menemukan Naya sedang berbicara dengan ketiga putranya hati Aldrich menghangat tidak pernah terbayangkan dalam seumur hidupnya ia akan menjadi seorang ayah dari anak kembar tiga yang memiliki wajah begitu tampan dan pintar sepertinya itu benar-benar suatu kebanggaan untuknya lalu Aldrich berjalan pelan dan menghampiri. Naya.
"Naya.
"panggil Aldrich.
Diposisi Naya ia terlihat begitu menegang dan terkejut saat Aldrich tiba-tiba saja berdiri dihadapannya,Naya tidak pernah menyangkah bahwa Aldrich juga akan mengetahui dimana anaknya sekolah tapi ucapan Kenzi benar-benar membuatnya membeku.
"Hallo papa Al.
"sapa Kenzi dengan tersenyum.
"Apa itu papamu?.
"tanya salah satu temannya yang tidak sengaja lewat dan penasaran serta menatap Aldrich.
"Tentu saja dia papaku lihat wajahnya saja mirip denganku.
"ucap Kenand bangga dan Naya terlihat begitu terkejut akan ucapan anaknya.
"Kenand.
"tegur Naya.
"Kami percaya,maafkan kami karena suka mengejekmu dulu.
"ucap temannya meminta maaf lalu pergi.
"Tidak apa,aku sudah memaafkanmu.
"ucap Kenand dengan tersenyum.
"Apa yang papa lakukan disini.
?"tanya Kenzi menatap Aldrich setelah temannya pergi.
"Menjemput kalian.
"jawab Aldrich dengan tersenyum.
"Ayo kita pulang.
"ajak Naya tanpa mempedulikan Aldrich.
"Aku kesini karena ingin menjemput anakkku Naya dan kau justru mengajaknya mereka pergi bukankah itu suatu tindakan tidak sopan.
"ucap Aldrich dingin sedangkan ketiga triple menatap kedua orang dewasa itu dengan bingung.
"Apa kau bilang anakmu?.
"tanya Naya dengan wajah tidak percayanya.
"Iya anakku,mereka adalah anakku darah dagingku.
apa aku tidak boleh menjemput mereka?.
"jawab Aldrich tenang dan serius.
"Sejak kapan kau menganggap anakku sebagai anakmu Aldric"Sejak om Aldrich datang membantu saat temanku ada yang menghinaku,om aldrich mau menjadi papaku.
"jawab Kenand memotong ucapan Naya dan semakin membuat Naya terkejut.
"Dia bukan papamu,Kenand.
"ucap Naya datar.
"Aku tahu om Aldrich bukan papa kandungku tapi hanya dia yang mau menjadi papaku dan membantuku ibu,disaat semua temanku menghinaku dan kakak karena tidak punya ayah"jawab Kenand pelan tapi menghantam perasaan dua orang dewasa itu.
"Tidak sayang,papa memang papamu,papa kandung Kenand.
Kenand anak papa darah daging papa.
Maafkan papa karena tidak pernah datang dan menemui kalian.
"ucap Aldrich menatap Kenand serta kedua anak kembarnya yang lain dengan wajah bersalahnya dan mensejajarkan dirinya.
"Sungguh om Aldrich benar papaku.
?"tanya Kenzo menatap mata Aldrich berusaha mencari sebuah kebohongan.
"Sungguh sayang papa tidak berbohong kalian bisa tanya pada ibu kalian papa berbohong atau tidak.
"jawab Aldrich nyakin dengan tersenyum menatap ketiga anaknya.
"Kau bukan papanya,dia anakku Al.
" ucap Naya dengan dingin.
"Dia anakku,aku punya semua bukti kuat hingga siapapun tidak dapat menyanhkalnya termasuk kau sebagai ibunya.
"Aldrich terlihat begitu serius membalas ucapan Naya.
"Dan ayo kita pulang kita bisa berbicara hal itu tapi tidak disini.
"ucap Aldrich datar dan menggandeng tangan anak kembarnya untuk mengikuti langkahnya masuk kedalam mobilnya.
Sumber:Internet