. Disebuah bandara internasional tampak salah satu penumpang pria dengan pakaian modisnya yang membalut tubuh sempurnanya melangkah keluar dari bandara untuk segera menuju mobil jemputannya.
Saat melihat mobil jemputannya yang sudah didepan ia segera masuk dengan langkah tegas dan angkuhnya.
Tapi tatapan matanya terlihat menerawang jauh kedalam memory masa lalu dimana hari ini ia pulang dinegara yang penuh dengan kenangan manis serta pahit miliknya.
"Sekarang sudah sepuluh tahun berlalu,bagaimana dengan kabarnya.
meski hubunganku dengannya sudah usai kenapa hatiku ini tetap merindukan senyuman lembu gadis itu membuat pusing.
"batinnya menerawang dan mengingat satu nama dan satu wajah lembut yang tidak pernah ia lupakan dalam seumur hidupnya.
Nama pria itu Aldrich Harisson seorang pria casanova dengan wajah tampan yang memiliki rahang begitu tegas yang memahat sempurna wajahnya,begitu kharismatik dan postur tubuh tegapnya tampak menambah nilai plus dirinya tapi saat menatap matanya lebih dalam ada sebuah perasaan bersalah dan rindu yang telah menyatuh.
Mobil yang membawanya tak terasa telah sampai dirumah besarnya dengan beberapa pilar yang berdiri kokoh menjulang tinggi.
Seorang Aldrich pun dengan langkah angkuhnya seperti biasanya keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumahnya.
Saat masuk melewati ruang tamu disana sudah ada sang ibu dan ayah yang menunggu kehadirannya.
"Hai Mom,aku pulang.
"sapanya lembut saat melihat ibunya yang begitu cantik diusia yang tidak lagi muda menatapnya dengan begitu senang dan rindu,ia pun dengan cepat memeluk tubuh ibunya.
"Mommy sangat merindukanmu,Aldrich.
Kenapa kamu sangat lama di Amerika,kenapa tidak pernah mau pulang?.
"sang ibu terlihat terharu antara senang dan sedih.
"Maafkan aku Mommy disana aku terlalu sibuk lagipula disana aku hanya lima tahun.
"Aldrich terlihat santai mengatakannya tanpa tau ibunya sudah terlihat begitu berang dan ingin menendang bokongnya.
"Hanya lima tahun kau bilang,itu lama bodoh.
"Mommy aldric terlihat marah dan kesal serta tak lupa memukul kepala anaknya,Aldrcich berpura-pura kesakitan dan sang papa yang sedari tadi melihat disana terlihat hanya tertawa kecil saja.
"Papa,jangan diam saja bela aku.
Kepalaku ditipuk Mommy.
"adunya sedangkan sang papa masih menertawakan tingkah anaknya yang konyol.
Aldrich kesal tapi tidak benar-benar kesal karna sebenarnya ia juga merasa bersalah meninggalkan mamanya begitu lama di Amerika.
Sejak putus dengan kekasihnya ia menyibukkan dirinya dengan tumpukan kertas kerjanya dan menjelajah jauh masuk kedalam kehidupan beberapa wanita cantik yang siap melayaninya.
selama lima tahun,kemudian dilima tahun berikutnya ia berkelana jauh menuju benua Amerika dan mencari suasana baru.
"Maafkan Aldrich Ma,disana banyak pekerjaan tapi Aldrich juga selalu memberi kabarkan.
"ucapnya dengan penuh penyesalan dan membela diri.
Dan mamanya hanya bisa menghelah nafas serta mencoba memaklumi kelakuan anaknya.
"Baiklah Mama maafkan untuk kali ini saja,tapi janji jangan tinggalkan mama lagi.
""Baiklah janji,Ma aku lapar.
"janjinya terlihat bersungguh-sungguh dan memegang perutnya.
"Hei kau belum peluk papa,masa langsung makan.
"papanya menegurnya dan terlihat berpura-pura iri tapi bagi Aldrich itu sangat menggemaskan.
"Aku lupa,aku juga merindukan Papa.
"peluknya dengan erat.
"Baiklah son,ayo kita makan.
Kau tau Mamamu sudah memasak begitu banyak.
"ucapnya dan mengajak anaknya pergi ke meja makan meninggalkan istrinya dibelakang.
Dalam perasaan Mama Aldrich ia bersyukur anaknya mau kembali dan tersenyum bersama suatu moment yang selalu ia rindukan.
Dimalam harinya seorang Aldrich tampak melangkahkan kakinya memasuki club tempat hiburan malam yang sudah sangat lama tidak pernah ia kunjungi.
Sumber:Internet