. Dipagi harinya terlihat Aldrich yang bangun lebih awal dan berkutat didalam dapur membuat sarapan untuk ketiga anaknya dan Naya, ia membuat sayur soup dengan penuh isi sayuran dan irisan daging sapi dan sosis yang dipotong kecil-kecil dibantu dengan arahan dari video youtube yang ia tonton dan perhatikan begitu serius.
Akhirnya soup buatanya matang dan ia segera mencicipi rasanya yang ternyata lumayan enak dan sepertinya acara memasak Aldrich berhasil kali ini ia tidak sia-sia belajar beberapa hari yang lalu dimalam hari.
Selesai membuat sayur soup ia menggoreng ayam yang sudah ia beri bumbu saat asyik menggoreng tiba-tiba saja suara Naya masuk kedalam pendengarannya.
"Baunya sangat harum, aku tidak menyangkah kau bisa masak.
"Naya berdiri disamping Aldrich dan melihat apa yang sedang Aldrich masak karena setahu Naya Aldrich sama sekali tidak bisa memasak apapun.
"Benarkah? Aku beberapa hari ini belajar memasak karena aku ingin membuatkanmu dan ketiga anak kita makananan yang kubuat dengan kedua tanganku sendiri.
" jawab Aldrich dengan tersenyum menawan dan menatap Naya.
"Ada yang bisa kubantu?" tanya Naya dan berusaha tidak menatap Aldrich karena tatapan Aldri h terlihat tulus dan dapat menghancurkan pertahanannya.
"Tidak ada aku bisa menyiapkan semuanya kau mandi saja dan apa ketiga jagoanku sudah bangun?" jawab dan tanya Aldrich dan memang benar ia telah selesai memasak.
"Baiklah dan mereka semua sudah bangun saat ini sedang mandi.
" jawab Naya dengan lembut " jam berapa kau bangun pagi?""Aku tidak tahu yang kutahu masih sangat pagi.
" jawab Aldrich dengan berpikir.
"Maafkan aku Aldrich karena merepotkanmu.
" ucap Naya merasa tidak enak.
"Apa yang kau bilang aku tidak direpotkan sama sekali dan aku menyukai kegiatanku ini, sekarang cepat mandi lalu nanti baru aku dan kita akan makan pagi bersama.
" ucap Aldrich lembut dan menggiring Naya agar keluar dari dapur untuk mandi.
Ketiga anaknya telah berpakaian rapi dengan seragam sekolahnya setelah kemarin lalu Aldrich sempat meminta untuk membawa seragam sekolah dan pakaian ganti mereka juga lalu keluar dari kamar dan duduk dimeja makan.
"Pagi jagoan papa,ini papa buatkan kalian susu kalian minun susunya dulu baru kita makan sambil menunggu ibu selesai mandi.
" ucap Aldrich dengan tersenyum.
"Selamat pagi juga papa.
" ucap triple dengan kompak.
"Dan terimakasih papa.
" lanjut mereka bertiga.
"Em, sepertinya masakan ini sangat enak.
" ucap Kenzo memperhatikan masakan buatan Aldrich.
"Apa ibu yang memasaknya,kenapa cepat sekali?" ucap Kenand dengan bingung karena ia tahu ibunya bangun sedikit terlambat jadi tidak mungkin dapat memasak dengan cepat dan banyak seperti itu.
"Ini masakan papa loh.
" ucap Aldrich memberitahu anaknya dengan semangat.
"Sungguh, papa benar yang memasaknya?" tanya Kenzo tidak percaya "Tentu saja ini masakan papa karena beberapa hari ini papa belajar memasak untuk kalian.
" jawab Aldrich dengan nyakin dan penuh senyuman.
"Wah, hebat papaku benar-benar keren.
" puji Kenand takjub.
"Tapi kuharap rasanya sangat dapat dijamin enak.
" ucap Kenzi ragu karena ia membayangkan masakan buatan auntynya yang kurang memiliki rasa enak.
"Tentu saja Papa dapat menjaminnya delapan puluh persen pasti enak dan kalian akan ketagihan untuk memakannya bahkan masakan papa ini dapat mengalahkan masakan ibu.
" ucap Aldrich penuh percaya diri.
"Baiklah kami percaya tapi kenapa hanya delapan puluh persen lalu dua puluh persennya kemana?" ucap Kenand dengan menatap Aldrich.
"Dua puluh persennya kalian yang menentukan .
" jawab Aldrich dengan tersenyum lalu tak lama Naya datang bergabung dimeja makan setelah ia selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi.
Sumber:Internet