. Setelah berbaikkan tadi pagi, Naya diberi perintah oleh Aldrich untuk menjemput ketiga buah hatinya sebagai tugasnya hari ini untuk makan siang bersama sedangkan Aldrich ia masih menghadiri rapat jadi ia mungkin sedikit terlambat untuk makan siang bersama ketiga buah hatinya dan juga Naya.
"Ibu di mana papa?"tanya Kenzi dengan meminum es jeruknya.
"Papa masih rapat mungkin sebentar lagi akan kesini.
" jawab Naya dengan tersenyum tipis.
"Papa lama aku sudah lapar, kenapa ia belum datang?"ucap Kenand dengan kesal dan manja.
"Ya sudah Kenand makan dulu saja.
" ucap Naya dengan lembutnya lalu memesan makanannya agar anaknya itu dapat makan terlebih dulu.
" tidak ibu aku ingin menunggu papa saja.
" ucap Kenand dengan tersenyum kecil saat mendengar suara lembut ibunya.
"Tidak usah tunggu papa jika kau lapar sudah makan dulu saja.
" ucap Kenzo dengan nada dinginnya.
"Tidak kak, aku ingin menunggu papa saja biar nanti kita bisa makan bersama.
" ucap Kenand dengan kekeh dan mengabaikan rasa laparnya.
Tak lama terdengar suara seorang wanita yang memanggil nama Naya dengan kencang dan membuat Naya serta ketiga anaknya menatapnya.
"Naya!""Tante cantik.
" sapa Kenzi dengan tersenyum saat melihat Leana yang menghampiri kearah mereka berempat dengan seorang wanita yang tidak triple kenal namun Naya tahu siapa itu.
"Hai triple tampan.
" sapa balik Leana dengan tersenyum.
"Siapa mereka?" tanya wanita disamping Leana dengan raut terkejutnya dan nada dinginnya.
"Anakku Mrs.
Lena.
" jawab Naya dengan datar.
"Anakmu tapi kenapa sangat mirip dengan Aldrich?" tanyanya dengan syok dan tidak percaya.
"Karena mereka adalah anakku.
" bukan Naya yang menjawab namun melainkan Aldrich yang tidak sengaja mendengarnya pertanyaan Lena dan dirinya yang telah sampai diantara keluarga kecilnya.
Aldrich terlihat mengecup satu persatu puncak kepala anaknya dan interaksi Aldrich dengan si kembar sanggup membuat Lena kembali syok dan tidak percaya.
"Maaf papa terlambat sayang.
" ucap Aldrich lembut dan penuh senyum seorang ayah yang menatap anaknya penuh cinta.
"Tidak apa Pah tapi Kenand sudah lapar.
" jawab Kenzo dengan cueknya lalu tak lama seorang pelayan datang dengan membawa pesanan mereka.
"Ya sudah ayo makan dan maafkan papa ya Kenand.
" ucap Aldrich menatap ketiganya anaknya dan meminta maaf pada putra bungsunya.
"Tidak apa pah.
" ucap Kenand dengan tersenyum kecil.
"Kalian berdua duduklah kita makan bersama.
" ajak Aldrich menatap kedua wanita itu.
"Memangnya kita boleh bergabung?" tanya Leana dengan tersenyum.
"Boleh, duduklah Mrs Lena dan Mrs.
Leana.
" jawab Naya lembut mewakili Aldrich.
Leana terlihat biasa saja sedangkan Lena ia benar-benar dibuat syok hingga sampai tidak bisa banyak berbicara seperti biasanya.
"Kenzi kenapa tidak dimakan wortelnya, wortel itu bagus untuk mata?" tanya Aldrich saat melihat anak keduanya itu meminggirkan semua wortelnya disisi piring lainnya.
"Aku tidak suka papa, wortel itu pahit.
" ucap Kenzi dengan malas dan wajah tidak sukanya.
"Tidak wortel itu tidak pahit itu bagus untuk mata sekarang ikuti cara papa makan agar wortel itu tidak terasa pahit.
" ucap Aldrich dengan penuh perhatian dan ia ingin anaknya tidak pilih-pilih makanan serta mau makan sayur.
Sumber:Internet