. Mereka berlima telah duduk dikedai es krim dan menikmati es krim masing-masing tapi Kenzi tetap menekuk wajahnya karena hasil perlombaan hari ini tidak sesuai dengan keinginannya.
"Kenzi sayang,sudahlah jangan ber makan es krimnya lihat es krimmu sudah memeleh.
"Naya terlihat membujuk anaknya yang sedari tadi hanya diam saja tanpa banyak bicara seperti biasanya.
Kenzi memakannya dengan pelan memasang wajah lesuhnya lalu menatap Naya.
"Aku tidak berhasil mendapatkan piala itu ibu,maafkan aku.
""Tidak apa sayang,masih ada tahun depan dan berlatihlah kembali,oke.
"Naya mengusap rambut anaknya dengan lembut agar Kenzi tenang tapi Kenzi tetap terlihat lesuh dan terpukul.
Kenand berbicara dengan penuh emosi karena ia sudah lelah melihat wajah lesuh tidak bersemangat kakaknya itu karena itu seperti bukan saudara kembarnya.
"Kenzi berhenti memasang wajah membosankan seperti itu,jika kau ingin piala ambil pialaku dan anggap saja kemarin kau yang bertanding dan mendapatkannya sudah kubilang bukan wajah kita juga sama dan tidak ada permasalahnmu jangan terlalu dipikirkankan dan mudah bukan jadi lupakan semua hasil hari ini dan semangat!.
""Dan cepat makan es krimmu sebelum meleleh karena sayang sekali karena rasanya sangat enak.
"lanjutnya dan Kenzi hanya memutar bola matanya malas saat saudaranya itu tetap memikirkan makanan walaupun apa yang diucapkan Kenand benar adanya.
"Tapi itu bukan piala kemenangan perlombaan dance itu kemenangan pertandingan karate,aku kalah tidak menang.
" Kenzi mengatakannya dengan menundukkan kepalanya.
Naya kembali mengusap lembut rambut Kenzi dan tersenyum hangat.
"Tapi kamu berhasil berada diposisi kedua mengalahkan banyak peserta yang ikut hari ini dan itu suatu hasil yang bagus,ibu bangga padamu jadi jangan bersedih untuk hasil hari ini.
Dan benar apa yang diucapkan oleh Kenand dan Kenzo tadi bahwa setiap perlombaan harus ada yang menang dan kalah menjadi nomer dua disuatu perlombaan tidaklah buruk karena itu artinya kamu masih bisa. berlatih lebih keras dan memahami dimana letak kekurangannya,sayang.
"ucap Naya dengan lembut.
"Tapi aku tidak bisa membawa sebuah piala kemenangan seperti Kenand dan itu pasti mengecewakan ibu dan juga ingin membawa piala seperti Kenand dan membuat papa bangga,maafkan aku ibu,papa.
"Kenzi memeluk ibunya dengan rasa sedihnya dan jaraknya yang memang dekat dengan Naya.
"Kenzi dengarkan ibu,kamu tidak boleh berpikir seperti itu dan membuatmu patah semangat sudah ibu bilang bahwa ibu bangga dengan semua hasil yang kamu peroleh hari ini.
Ibu tidak pernah menuntut Kenzi harus menjadi seperti Kenand ataupun menjadi Kenzo dan sebaliknya.
Ibu bangga dengan kalian semua karena ibu tahu anak ibu memiliki kemampuan yang berbeda-beda,tahu apa yang mereka sukai ataupun tidak dan bagi ibu kalian semua berharga dan membanggakan ibu,itu sudah cukup.
Tidak menang hari ini tidak apa masih ada esok hari dan waktumu yang masih lama untuk memperbaikki diri dan mendapatkan kemenangamu,jalanmu masih panjang sayang.
"Naya benar-benar mencoba membuat anaknya mengerti dan Kenzi yang hanya diam saja dengan mendengar ibunya menasehatinya.
"Seseorang yang dapat menerima sebuah kekalahan adalah orang yang berlapang dada dan rendah hati dan ibu akan sangat bangga jika Kenzi mau melakukannya dan ibu akan menganggap Kenzi membawa sebuah piala kemenangan untuk ibu,bisa Kenzi melakukan itu dan tidak bersedih untuk hari ini.
"lanjutnya.
Aldrich akhirnya juga buka suara menasehati agar anaknya tidak tenggelam dalam rasa sedihnya.
"Kenzi dengarkan papa,papa tidak butuh Kenzi membawa piala untuk papa ataupun tidak yang papa inginkan hanyalah kebahagian untuk putra-putra hanya ingin putra-putra papa selalu bahagia,bersedih boleh tapi jangan terlalu larut itu tidak baik.
""Apakah papa tetap bangga denganku meskipun aku tidak membawa piala sekalipun?.
" tanya Kenzi pelan.
"Tapi itu tidak terlihat keren tidak seperti Kenand.
"lanjutnya.
Sumber:Internet