. Selama beberapa hari ini Aldrich memang datang ke rumah Naya untuk mengunjungi anaknya dan bermain bersama seperti biasanya tapi jika membahas masalah hubungan mereka yang semakin hari semakin. merenggang sungguh tidak ada kejelasan.
Aldrich selalu berusaha untuk mengajak Naya berbicara tentang hubungan mereka berdua dan Naya yang selalu berusaha untuk menghindarinya,mengalihkan semua pemnicaraan karena ia terlalu enggan untuk membahasnya lagi.
Setelah ayahnya berpamitan pulang karena sudah malam si kembar tiga duduk melingkari ibunya dengan saling menatap lucu seolah bertanya siapa yang berani mengajak ibunya untuk berbicara terlebih dulu.
" apa ini,kenapa anak-anak ibu duduk diam dan saling menatap satu sama lain tidak seperti biasanya,baiklah sekarang katakan pada ibu apa ingin kalian katakan ibu akan mendengarkannya?"tanya Naya lembut dan menatap ketiga anaknya.
Si kembar tiga menggaruk lehernya yang terasa tidak gatal secara bersamaan mengalihkan rasa gugup mereka.
Tapi pada akhirnya Kenzo dengan berani dan tegas membuka suara mengatakan sesuatu hal yang sedari tadi dia dan adiknya ingin katakan pada ibunya.
"Ibu,besok minggu kami diajak papa dan aunty Alexa untuk pergi berlibur dipantai,apakah ibu mengizinkan kami untuk pergi?"Kenzo menggunakan suara pelan dan lembutnya serta menunduk tidak berani menatap mata ibunya yang dirinya yakinni pasti akan sedih.
"Apa sudah saatnya aku harus merasakan ketakutan bahwa anakku akan dibawah pergi dan meninggalkanku sendirian?"batin Naya berbicara.
Mendengar apa yang diucapkan anaknya Naya awalnya sedikit terkejut dan memiliki sebuah rasa takut tapi tak lama dirinya mengulas senyum tipis dan menguatkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja lalu mengusap pelan pipi Kenzo.
"Tentu saja ibu akan mengizinkan Kenzo dan adik-adik untuk pergi berlibur bersama papa dan aunty Alexa.
Kenapa hanya ingin mengatakan hal itu saja kalian terlihat ketakutan dengan ibu?"jawab dan tanya Naya.
"Maafkan kami ibu,kami hanya takut ibu akan marah dan sedih karena kita tidak bisa berlibur bersama seperti waktu lalu dikebun binatang dan sebenarnya itu juga membuat kami sedih.
" Kenzi menundukkan kepalanya dan kedua saudara kembarnya setuju dengan ucapannya.
Mendengar jawaban anaknya Naya harus menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja dengan mengulas senyum lembutnya ia menangkup wajah Kenzi untuk menatap matanya.
"Kenzi,Kenzo dan Kenand dengarkan ibu baik-baik,ibu tidak akan marah ataupun sedih mengetahui hal itu karena kalian akan berlibur bersama dengan papa dan aunty Alexa yang sudah ibu kenal baik jadi ibu tidak akan khawatir pesan ibu seperti biasanya jangan nakal dan menurut,oke.
" ucap Naya menatap ketiga buah hatinya dan Triple mengangguk mengerti.
"Terimakasih ibu.
"peluk Kenand erat diikuti oleh kedua saudaranya.
Diesok harinya Naya masuk kedalam kantor seperti biasanya duduk tenang dengan berwajah datar dan mengerjakan tugasnya sedangkan Aldrich sendiri dia tidak tahu dimana keberadaan bosnya sekarang berada karena sejak dia datang mejanya sudah kosong.
Hingga saat akan makan siang Aldrich datang dengan membawa kantung plastik berisikan dua makan siang satu untuknya dan satu lagi untuk Naya.
"Ayo kita makan siang bersama.
" ucap Aldrich dengan tersenyum seperti biasanya dan Naya kali ini menurutinya tanpa banyak bicara duduk tenang disofa seperti Aldrich.
"Ini makanlah,aku membawa nasi goreng seafood.
"Aldrich menyerahkan sebuah kotak makan dihadapan Naya.
Naya hanya menatap Aldrich dalam diamnya sebenarnya dia sangat ingin bertanya darimana saja Aldrich hingga baru kembali saat memasuki jam makan siang tapi Naya hanya menyimpan pertanyaannya dalam hati tanpa bersuara apapun karena baginya siapakah dirinya dan pantaskah dirinya bertanya mengenai apapun yang telah. Aldrich lakukan jika Aldrich sendiri masih bingung dengan hatinya dan memiliki pendamping yang lain.
Sumber:Internet