. Dipagi harinya seperti biasa Naya akan mengantar anaknya pergi sekolah tanpa berniat untuk menunggu Aldrich yang biasanya akan datang kerumah pagi-pagi hanya demi untuk mengantar anaknya ke sekolah. tapi sekarang Aldrich sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya.
Padahal Naya sudah menunggunya sedari tadi sesuai dengan permintaam Aldrich kemarin malam.
Tak lama mobil berwarna hitam jenis Pajero sampai didepan rumah mereka dan keluarlah Aldrich dengan langkah tergesa-gesanya.
"Maaf papa terlambat menjemputmu sayang.
"sesal Aldrich pada ketiga putranya dan Naya.
"Tidak apa pah.
"ucap Kenand dengan tersenyum menggemaskan.
"Terimakasih sayang.
"Aldrich mengusap kepala anaknya dengan sayang.
"Papa sudah sarapan?"tanya Kenzi dengan menatap papanya dan Aldrich menganggukkan kepalanya pelan.
"Sudah sayang,kalian bertiga sudah sarapan?"jawab dan tanya Aldrich.
"Sudah papa.
"jawab Kenand dan Kenzi kompak tapi Kenzo masih bungkam seperti biasanya.
"Lalu ibu,apa dia sudah sarapan?"tanya Aldrich pada ketiga putranya dan menatap Naya yang sedari tadi hanya diam dengan memperhatikan interaksinya.
"Ibu belum makan,ibu bilang sudah kenyang padahal ibu sama sekali tidak makan apapun dan bagaimana itu bisa kenyang?" aduh Kenzo pada papanya dengan eskpresi datarnya.
Aldrich menatap Naya dengan garang.
"Kenapa kau tidak sarapan pagi?""Tidak apa,aku memang masih kenyang dan ayo berangkat anak-anak kita ini sudah hampir telat.
" jawab Naya dengan mengalihkan pembicaraan.
Aldrich hanya menghembuskan nafas kasarnya lalu menggiring anaknya dan Naya untuk pergi ke sekolah.
Saat didalam mobil Aldrich menyodorkan sekantong plastik berukuran sedang yang berisi roti sandwich.
"Makanlah,jangan pernah lewatkan makan siangmu.
"suara tegas Aldrich menggema didalam mobil sedangkan anaknya hanya diam dengan mendengarkan apa yang diucapkan oleh papanya.
"Baiklah.
"pasrah Naya padahal ia sedang tidak bernafsu untuk makan karena pikirannya yang bertumpuk memikirkan keinginan anaknya dan Aldrich yang ia rasa semakin menjauh darinya.
"Tapi kenapa ini sangat banyak?""Untukmu dan anak-anak jika mereka mau.
"ucap Aldrich dengan mengubah ekspresinya dengan tersenyum hangat.
"Kalian mau makan roti sandwich,papa membawa banyak?"tanya Naya pada ketiga anak kembarnya.
Kenand tentu maju untuk yang pertama meskipun ia telah sarapan bersama ibu dan kedua saudaranya tapi perutnya masih dapat menampung banyaknya makanan karena ia memang suka makan.
"Kenand selalu yang menjadi pertama jika menyangkut makanan lihat tubuhnya sampai berisi seperti bakpao.
"celetuk Kenzi dengan malas dan menggembungkan pipinya lucu mengejek adiknya.
Saat adiknya itu telah nenikmati dua potong roti sandwich ditangan kanan dan kirinya dengan tidak mempedulikan siapapun.
"Terserah aku yang terpenting kenyang daripada kau yang tidak suka makan lihat tubuhmu yang kering itu sama sekali tidak keren.
"balas Kenand sengit.
"Siapa yang bilang aku tidak keren saja aku punya banyak penggemar memangnya kau punya?"balas Kenzi tak kalah sengit,mengingat dirinya yang suka ikut lomba dance.
Naya dan Kenzo sudah menebak bahwa sebentar lagi dua saudara kembar itu pasti akan bertengkar beradu mulut sedangkan Aldrich hanya tersenyum dengan fokus menyetir menikmati perdebatan kecil anaknya.
"Aku tidak percaya kau punya banyak penggemar dilihat dari wajah saja kau kalah tampan dariku dan jika aku mau menjadi penari sepertimu pasti aku akan lebih hebat karena aku aku yakin akan memiliki penggemar lebih banyak darimu karena aku tampan dan menggemaskan lalu kau pasti akan dilupakan.
"ucap Kenand dengan penuh percaya diri dengan tersenyum miring mengejek.
Sumber:Internet