. Setelah tertidur cukup lama Aldrich yang terlebih dulu membuka mata lalu melihat ke empat orang yang ia cintai,tiga anaknya dan juga Naya lalu Aldrich mengambil kameranya yang kemarin lalu ia sempat meminta orangnya untuk membawa kameranya juga ia segera mengambil foto triple dan Naya secara diam-diam.
Asyik mengambil beberapa gambar sungguh membuat Aldrich tidak bisa untuk berhenti tersenyum dengan penuh rasa bahagia yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Setelah puas mengambil gambar ia segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum keluar dari kamar dan menuju dapur tempat penginapannya.
Saat didapur ia melihat beberapa pegawainya yang menatapnya dengan terkejut dan tidak percaya melihat kedatangannya didalam dapur mereka dengan begitu cepat semua pegawainya berbaris rapi menyambut dan menatapnya dengan penuh rasa takut serta khawatir.
Padahal Aldrich datang tidak sedang melakukan pengecekan ia hanya ingin membuatkan makan untuk ketiga putranya dan Naya.
"Kenapa kalian berbaris rapi dan memasang wajah tegang,aku sedang tidak melakukan pengecekan ataupun mengawasi kerja kalian.
"ucap Aldrich dengan tersenyum menawan dan membuat semua pegawainya kembali terkejut karena mereka tahu bosnya itu jarang tersenyum dan memasang wajah dingin saat melakukan pengecekan walaupun tidak pernah marah juga jika mereka melakukan pekerjaan dengan sangat. baik.
"Maafkan kami,apakah ada yang bisa kami bantu?"tanya seorang pria yang sepertinya kepala dapur.
"Tidak ada,aku hanya ingin memasak.
"ucap Aldrich santai dan mulai mengeluarkan bahan-bahannya memakai apron berwarna putih ia sudah terlihat seperti seorang chef yang akan bertugas.
"Tapi mr.
Aldrich bukankah itu tugas kami jadi biarkan kami melayani anda.
"ucap sang kepala dapur selaku penanggung jawab dengan perasaan tidak enak.
"Tidak kalian lanjutkan kerja kalian masing-masing karena aku ingin membuatkan masakan untuk ketiga putraku dan wanitaku atau kalian bebas tidak bekerja juga boleh karena pulau tidak ada pengunjung selain aku dan keluargaku asalkan permintaanku seperti pesanku kemarin dipenuhi.
"ucap Aldrich dengan sibuk mengiris bawang,sayur dan sosis namun juga terlihat serius lalu ia menyiapkan penggorengannya dan mulai menumis setelah mencincang semua bawang dengan begitu halus.
"Baik,kami mengerti.
"ucap perwakilan mereka dengan menunduk hormat lalu kembali melanjutkan pekerjaan mereka dan memilih untuk tidak menganggu bos mereka.
Aldrich memilih membuat menu yang sederhana,mudah dan cepat yaitu nasi goreng dengan irisan sosis dan telur mata sapi untuk ketiga anak kembarnya dan Naya,dengan peluh keringat ia memasak tidak ada kata lelah selain tersenyum senang bagaikan orang gila hingga tak lama masakannya matang dan ia segera membawanya ke kamar mereka.
Saat masuk kedalam ia melihat ketiga anaknya dan Naya yang sudah bangun dan tampak rapi sepertinya mereka juga habis membersihkan diri.
"Aku tidak tahu kapan kau membawa semua pakaianku dan triple tapi terimakasih Al.
"ucap Naya dengan tersenyum.
Aldrich terlihat senang dan menganggukkan kepalanya pelan.
"Iya sama-sama,mari kita makan.
Aku membuat nasi goreng dan telur mata sapi papa harap kalian menyukainya.
"Ucap Aldrich dengan lembut lalu ia memberikan piring nasi goreng dengan telur buatannya pada Naya dan ketiga anak kembarnya yang langsung mengelilinginya.
Mereka duduk dibawah lantai dengan bersama dan mulai menikmati makannya "Nasi goreng buatan papa enak,aku suka.
"ucap Kenand dengan tersenyum dan menikmati makannya.
"Benarkah senang mendengarnya.
"Aldrich membalas dengan tersenyum juga.
"Lalu bagaimana dengan Kenzo dan Kenzi suka tidak?"
Sumber:Internet