. Setelah mendengar ucapan Aldrich yang seolah ingin mengajaknya berbicara tentang masalalu membuat Naya begitu muak untuk berbicara.
"Maksud anda apa Mr.
Aldrich saya tidak mengerti dan jika tidak ada lagi yang bisa saya ban permisi untuk kembali kepekerjaan saya.
".
"Jangan berpura-pura lupa dan bodoh,Nay.
Bagaimana kabarmu,apakah kau tidak merindukanku?.
"Aldrich terlihat begitu jengah dan menyeringai melihat sikap Naya yang masih berpura-pura tidak mengenalnya.
"Sepertinya yang anda lihat Mr.
Aldrich saya baik-baik saja,rindu untuk apa mr.
Aldric baru bertemu hari ini.
"jawabnya dengan begitu datar.
"Jadi kau masih berpura-pura tidak mengingatku?.
"tanya Aldrich lagi dengan wajah yang juga tak kalah datar.
Naya tetaplah bungkam dan tidak peduli dengan ucapan Aldrich bahkan ia meminta izin untuk keluar dari ruangan Aldrich tapi pertanyaan Aldrich menghentikan langkahnya.
"Kenapa kau menghilang dulu?.
"tanya Aldrich penasaran karna saat itu ia memang menyuruh wanitanya untuk menggugurkan kandungannya bukan meninggalkannya.
"Untuk apa aku tetap berdiri diposisi yang sama jika anda saja tidak bisa menjadi sosok yang bertanggung jawab dan bukankah cinta kita juga tidak akan bisa bersatu bukan.
"jawab Naya masih dengan wajah datarnya tapi ia berhasil menampar perasaan Aldrich.
Sedangkan Aldrich ia sungguh memahami perasaan Naya dan sangat merasa bersalah karna menghancurkan wanita yang sekarang berada dihadapannya dan dulu memaksanya untuk menghilangkan buah cinta mereka,darah dagingnya.
"Aku tau aku salah denganmu,aku ingin minta maaf denganmu.
"ucapan Aldrich meminta maaf dan penuh rasa bersalah itupun akhirnya keluar dari mulutnya dan membuat hatinya begitu lega meski ia tak nyakin akan mendapatkan sebuah maaf.
"Maaf untuk apa,Mr Aldrich anda tidak bersalah lagipula itu adalah kesalahanku dengan orang lain,bukan?"tanya Naya dengan wajah begitu datar saat dulu Aldrich menunduhnya telah bermain dengan pria lain lalu menyuruhnya untuk menggugurkan buah hatinya jika ia ingin kembali lagi dengannya.
Namun dalam hatinya ia ingin sekali menangis dan kenapa baru sekarang pria yang ada dihadapannya meminta maaf.
"Untuk semuanya yang terjadi disepuluh tahun yang lalu,aku sadar aku salah,tidak bertanggung jawab dan bukan kesalahanmu ataupun orang lain tapi itu kesalahanku.
"jawab Aldrich jujur masih dengan rasa penuh penyesalan dan rasa bersalahnya.
"Kenapa anda ingin meminta maaf?.
"Naya tersenyum sinis.
"Karna hati kecilku yang berbicara dan saat kau pergi meninggalkanku.
Aku merasa begitu kosong dan bodoh.
"jawabnya dengan nada pelannya meski ia tidak tahu ia benar-benar merasa kehilangan atau tidak.
"Benarkah kurasa kau tidak akan merasa bodoh ataupun kosong karena banyak para wanita yang siap mengangkang dan melayanimu.
"ucap Naya tajam dengan tersenyum sinis dan tidak percaya.."Tidak perlu disesali lagipula semua sudah terjadi tidak bisa dikembalikan seperti semula jadi lupakan saja apa yang terjadi dulu kita jalani saja kehidupan kita masing-masing.
"lanjut Naya dengan datar namun ia belum mengatakan memaafkan Aldrich.
Aldrich menatap Naya datar ia sulit untuk mengatakan apa yang sedang dipikirannya saat ia mendengar dengan jelas Nayanya sudah tidak peduli lagi dengan masa lalu bahkan ia sudah bisa berkata kasar dan memintanya untuk melupakan semuanya.
"Baiklah Mr.
Aldrich sepertinya sudah tidak ada lagi yang harus kita bicarakan,saya permisi.
"pamit Naya dan berlalu pergi sedangkan Aldrich hanya memandang punggung Naya dengan tatapan senduh dan kesalnya.
Ia sudah menurunkan harga dirinya dan memohon maaf dengan penuh rasa penyesalan tapi kenapa Naya terlihat tidak percaya dan tidak mengatakan memaafkannya? Bahkan dengan terang-terangan Naya sudaj berani berkata kasar padahal ia tahu wanitanya itu tidak pernah. berkata kasar.
Setelah keluar dari ruangan Aldrich,Naya segera diberondong begitu banyak pertanyaan dari Keira meski ada juga yang membicarakan hal tidak benar tentangnya yang begitu lama diruangan sang big bos.
"Tidak usah dihiraukan Nay,tapi kenapa kamu tadi begitu lama?.
"tanya Keira bersemangat tapi Naya terlihat lesu dan tidak bersemangat.
"Itu em....tadi aku bantuin mr.
Aldrich cari berkasnya yang terselip dibeberapa tumpukan berkas yang lainnya"jawab Naya dengan kebohongan dan tidak mungkin ia akan menjawab bahwa ia dengan pimpinannya sedang membicarakan tentang ma dia akan jadi terkenal. seantero kantor tapi jika ada yang percaya.
"O itu tidak ada lagi pembicaraan dan Naya kembali bekerja seperti biasanya.
Setelah beberapa jam dijam makan siang,Naya segera menelphon anaknya untuk menanyakan kabar mereka.
"Hallo sayang,sudah pulang?.
"".........""Ya sudah,makanan ada ditempat yang biasa jangan bertengkar ya.
Tunggu ibu pulang ya.
""........"Selesai anaknya menjawab ia segera mematikan telephon.
"Ibu sangat menyanyangi kalian.
"Setelah beberapa jam,jam kerja pun akhirnya selesai dan ia bisa pulang serta bertemu dengan ketiga putra tampannya saat membayangkan wajah ketiga putranya rasa capek dan luka lama yang kembali terbuka karna kemunculan pria masalalunya dapat menjadi pengobatnya.
Tin,Tin,TinSuara klakson mobil terdengar begitu nyaring dan menghentikan langkah Naya.
"Masuklah,aku antar pulang.
""Anda berbicara dengan saya?.
"tanya Naya menatap datar orang yang begitu tidak pernah ingin ia temui lagi dalam seumur hidupnya.
"Tentu saja dirimu,memang kau melihat ada orang lain selain dirimu?.
"sekarang Aldrich yang balik bertanya dan membuat Naya memutar bola matanya malas.
"Tidak tapi terimakasih banyak atas tawarannya tapi saya lebih suka pulang sendiri.
"tolak Naya masih dengan tanpa ekpresinya.
"Bisakah kau berbicara tanpa menggunakan bahasa formal,ada hal yang harus aku bicarakan lagi denganmu.
"Naya masih menatapnya datar.
"Tapi bagiku sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan jadi pulanglah anggap aku sebagai orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain.
"Karena kesal dengan ucapan Naya membuat Aldrich turun dari mobil dan berdiri dihadapan Naya.
"Oke jika itu yang kau inginkan tapi aku hanya ingin mendengar kau memaafkanku agar aku bisa terlepas dari perasaan bersalah ini.
""Sudah kubilang mr.
Aldrich kau tidak bersalah dan tidak ada yang perlu disesali.
"ucap Naya dengan kesal karena Aldrich tidak juga mengerti ucapannya.
"Apa tidak bisa kau memaafkan aku sudah mengakui kesalahanku tidak bisakah kau memaafkanku?.
"tanya Aldrich dengan memohon.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan ataupun memaafkan semua sudah selesai sejak kau menolaknya dan mengatakan beberapa alasan kau tidak bisa memperjuangkan cinta kita.
"ucap Naya dengan emosi.
"Aku sudah menganggap semuanya sebagai angin lalu jadi kau pun harus melakukan hal yang sama dan jangan ganggu aku.
" lanjut Naya lalu menyetop taksi dan meninggalkan Aldrich sendirian yang hanya bisa diam dan terpaku karna wanitanya begitu dingin dan membencinya.
-TbCMaafkan typo dan lainnyaMaaf sedikit.
Dan makasih semua yang sudah mau baca dan menunggu cerita ini padahal dian gak nyangkah akan ada yang baca.
Sumber:Internet