. Pagi ini saat Aldrich akan masuk ke area kantornya ia melihat mobil yang kemarin lalu menjemput Naya dan benar saja tak lama Naya keluar dari mobil lalu masuk ke dalam kantor.
Aldrich juga segera keluar dari mobil setelah memakirkan mobilnya baru ia masuk ke dalam kantornya dan saat sampai di ruangannya ia melihat Naya yang mengembangkan senyumnya seperti seorang wanita yang sedang jatuh cinta. dan itu membuat pagi Aldrich berubah suram.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri?"tanya Aldrich dengan nada kesalnya yang bagi Naya terdengar sangat lucu saat pria itu berada tepat di depan dirinya hanya saja meja yang memisahkan.
"Aku sedang bahagia Al.
"ucap Naya dengan tersenyum begitu bahagia.
"Apa yang membuatmu begitu bahagia?"tanya Aldrich dengan wajah malas.
"Maaf Al,aku tidak bisa mengatakannya karena kau pasti tidak akan mengerti walaupun aku mengatakannya.
"ucap Naya dengan nada lembutnya serta senyum yang masih terpantri dibibirnya.
Hal itu membuat Aldrich sangat kesal karena tidak biasanya Naya terlihat sangat bahagia bahkan berbicara lembut dengannya seolah menjadi Nayanya yang dulu karena selama ini Naya selalu memasang wajah dingin dan datar saat bersamannya.
"Aku akan mengerti jika kau mau mengatakannya.
"ucap Aldrich dengan pemikirannya dan emosi kesal yang masih menguasainya.
"Kau tidak akan mengerti karena setiap nada bicaramu mengandung emosi kau tidak akan memahaminya meskipun aku mengatakannya,lebih baik sekarang kita bekerja.
"ucap Naya dengan tersenyum dan bagi Aldrich itu terlihat mengejeknya.
"Aku mengerti apa yang membuatmu begitu bahagia pasti pria itu bukan yang membuatmu sangat bahagia hari ini.
"ucap Aldrich dengan nada dingin dan kesalnya.
" Naya dengan tersenyum lembut.
"Bagaimana kau bisa tahu jika aku sedang memikirkan seorang pria?""Aku melihatmu kemarin sedang bersama seorang pria,siapa dia?"tanya Aldrich dengan wajah dingin dan sangat penasaran.
"Kenapa kau ingin tahu sepertinya dia bukanlah seseorang yang penting untuk kau ketahui?"tanya Naya balik dengan pemikirannya dan mengajak emosi Aldrich bermain.
"Aku harus tahu karena ini menyangkut dirimu bagaimana jika ia bukan orang baik.
"ucap Aldrich dengan pemikirannya dan berusaha agar Naya mau mengatakan siapa pria itu dan membuat Naya tertawa kecil.
"Kau salah dia seorang pria yang sangat baik dalam hidupku dan aku tidakย akan pernah bisa melupakannya.
"ucap Naya dengan tersenyum dan membuat kepala Aldrich sangat mendidih,ia sangat kesal.
"Lebih baik mana dia atau diriku?"tanya Aldrich dengan wajah dinginnya.
"Dia,karena aku sudah bilang bukan dia seseorang pria yang sangat baik yang tidak pernah aku lupakan dia malaikat tanpa sayapku.
"ucap Naya dengan jujur dan membayangkan sosok seorang pria tampan seorang teman yang pernah hadir dalam kehidupannya,dan ia adalah seseorang yang mengetahui semuanya.
"Apa!....dimana perbedaan kebaikanku dengannya hingga kau bisa mengatakan dia pria yang paling baik dalam hidupmu?"tanya Aldrich dengan marah.
"Perbedaannya dia bukanlah seorang pemaksa,dia tidak pernah mempermainkan perasaanku dan ia pelindungku sejak dulu bahkan sebelum kau hadir dalam hidupku.
"ucap Naya dengan santai namun juga menyindir Aldrich yang suka memaksanya dan mempermainkan perasaannya.
Jawaban Naya membuat Aldrich terdiam tapi emosi dalam hatinya tidak bisa ia tahan.
"Kau tidak pernah dekat dengan pria manapun Nay sebelum dan sesudah kau bersamaku jadi dia siapa?""Kau salah Al,aku pernah dekat dengan seseorang pria mungkin kau sudah melupakannya tapi aku tidak lalu kenapa kau terlihat tidak suka jika aku dekat dengannya.
Aku saja tidak pernah melarangmu atau menunjukkan rasa ketidaksukaanku saat kau bersama Alexa,seharusnya kau juga bisa sepertiku.
"ucap Naya dengan sangat santai dan tetap memancing emosi Aldrich.
Sumber:Internet