. Setelah Aldrich pergi Naya sibuk dengan kegiatan memasaknya akhirnya dia dapat memakai dapurnya lagi,triple sedang asyik dengan membaca bukunya,Reina dia belum datang sepertinya adiknya itu akan terlambat datang seperti biasanya.
Tanpa dia sadari Aldrich sudah berada di dapur lagi dengan wajah yang lebih segar lalu seperti biasanya dia akan memeluk Naya dari belekang dan membuat wanita itu menengang karena gugup.
"Apa yang kau lakukan?"tanya Naya pelan.
"Memelukmu,aku butuh energi.
" ucapnya dengan manja dan memeluk Naya erat.
"Jika kau butuh energi maka kau harus makan Aldrich,bukan memelukku.
Jika kau hanya memelukku kau tidak akan mendapat energi penuh.
"ucap Naya dengan tertawa.
"Aku tahu tapi saat memelukmu semangatku akan kembali dan aku menyukainya.
"bisik Aldrich tepat di telinga Naya lalu mengecup pelan pipinya dan membuat Naya melototkan matanya.
"Aldrich!"Naya terkejut dan memasang wajah kesal yang terselimuti rona merah karena malu,Naya tidak benar-benar kesal dan Aldrich tahu itu.
Lalu Aldrich membantu Naya menyelesaikan masakannya hingga selasai dan mereka makan bersama dengan Reina yang sudah datang tepat waktu saat mereka semua akan makan.
Di meja makan seperti biasa Kennad akan menyuruh auntynya untuk membersihkan diri terlebih dulu sebelum menyentuh makanan dan Aldrich hanya bisa tertawa serta mengacak-acak rambut Kenand.
Selesai makan dan saatnya tidur bersama,triple tidur di dalam pelukan Naya dan Naya berada di dalam pelukan Aldrich,sudah beberapa hari ini anaknya yang menginginkan posisi tidur seperti itu.
Aldrich juga selalu memeluknya erat serta mengecup keningnya setelah tadi selesai mengecup satu persatu kening anaknya tak lupa Aldrich juga selalu mengungkapkan sebuah ucapan dan pernyataan tentang hatinya.
"Aku mencintaimu,sangat mencintaimu maaf aku selalu terlambat dalam menyadari sebuah perasaan dan keputusan tapi satu yang harus kau ketahui hanya kau wanita yang ku cintai,jadi biarkan aku untuk kembali dalam pelukanmu dan mendapatmu lagi.
Kita bangun keluarga sempurna,kita berdua.
"bisik Aldrich setiap malam dan kata-kata itu cukup membuat Naya terlena.
Meskipun Mike selalu ada dan berhasil membuatnya tersenyum tapi hatinya tetap tidak dapat dibohongi bahwa dia lebih bahagia bersama Aldrich,cinta pertama yang selalu dia harapkan dapat menjadi cinta terakhirnya.
Walau Aldrich menyebalkan dan pemaksa nyatanya sikap seperti itu justru membuat Naya senang,setiap saat jika di kantor Naya benar-benar menjadi miliknya dia bahkan terkadang sama sekali tidak memberi Naya pekerjaan dan hanya menginginkan Naya diam,tidak menghilang dari pandangannya dan tetap menatap dirinya.
Aldrich juga menunjukkan sikap serius pada ucapannya dia menjadi ayah yang baik,selalu ada untuk mereka dan seolah menjadi suami yang penuh kasih sayang hingga Naya merasa Aldrich benar-benar serius dan ingin kembali melengkapi kehidupannya,karena itu Naya ingin membuka hatinya lagi dan memberikan Aldrich kesempatan untuk berdiri di sampingnya.
Bagaimanapun sikap brengsek Aldrich dan kesalahan yang telah dilakukannya,Naya tetap tidak bisa untuk membenci dan menolaknya katakan dia bodoh tapi dia benar-benar mencintai pria itu,bukankah cinta sungguh buta dan gila.
Naya hanya ingin menunggu waktu sebentar lagi untuk menjawab keinginan Aldrich,dia membutuhkan sedikit keseriusan Aldrich agar dia tidak merasa dibohongi untuk kedua kalinya.
Aldrich bahkan mengabaikan Alexa seolah melupakan wanita itu yang masih sangat jelas diingatan Naya jika wanita itu kekasih Aldrich.
Tapi Aldrich justru tidak peduli,waktunya dia habiskan penuh bersama Naya serta ketiga putranya menunjukkan bahwa dia pantas dan tidak akan ragu lagi.
Sumber:Internet