. Selasa,28 mei 2019.
Dirumah seorang keluarga Aldrich ada sedikit raut yang berbeda yang ditunjukkan oleh mamanya dan membuat Aldrich begitu memperhatikan mamanya yang sedari tadi melamun bahkan ia juga melirik papanya lewat kontak mata dan menanyakan apa yang terjadi dengan mamanya hingga sikapnya sedikit berubah.
"Apa yang terjadi dengan Mama,Pa?.
"tanya Aldrich membuka suara dan menatap papanya karna sedari tadi papanya hanya diam lalu mengangkat bahu tanda dia juga tidak tau.
"Tidak tau,sejak kemarin pulang dari supermarket mamamu sudah melamun seperti i ditanya mamamu akan bilang tidak apa-apa.
"jawab papa Aldrich.
"Ma,apa yang sedang mama lamunkan dan pikirkan tidak biasanya seperti ini.
Jangan membuatku khawatir ma.
" Aldrich berbicara dengan nada lembutnya dan menatap ibunya dengan tatapan bingung dan juga khawatir.
Mendengar pertanyaan sang buah hati dengan nada khawatir membuat Bella mama Aldrich akhirnya menatap anaknya dan menghembuskan nafas beratnya.
"Sebenarnya mama sedang memikirkan seseorang.
"jawab mamanya pelan sedangkan Aldrich dan papanya langsung saling menatap dan menatap Bella dengan raut penasarannya.
"Siapa?.
"tanya Aldrich dan papanya kompak.
"Seorang anak kecil yang berusia mungkin sepuluh "Lalu apa yang membuatmuย begitu memikirkannya hingga membuatmu sampai melamun.
" Zander sang suami langsung menanyakannya dan memontong ucapan istrinya karna ia sangat penasaran dengan inti cerita istrinya.
"Karna mereka sangat persis dengan Aldrich,bahkan saat melihat mereka aku seperti menatap masa kecil Aldrich ada dihadapanku.
"jawab istrinya dengan senyum kecil yang terpantri dibibirnya.
"Benarkah sangat persis sepertiku?.
"tanya Aldrich dan menunjuk dirinya dan ibunya menjawab dengan anggukan kepala.
"Mungkin hanya kebetulan mirip saja, terlalu dipikirkan atau mungkin wajah anak kita memang pasaran.
" ucap Zander dengan sedikit bergurau menatap anaknya yang langsung memasang wajah sebal karna papanya mengatakan wajahnya yang begitu tampan baginya disebut 'pasaran.
' "Iya,aku tau itu mungkin hanya kebetulan dan kuharap memang kebetulan dan aku juga takut jika pada kenyataannya Aldrich melakukan tindakan bodoh.
"ucap Bella pelan,ragu dan juga khawatir karna dalam lubuk hatinya ia merasa seperti memiliki ikatan dengan anak kecil itu,yang bertemu dengannya dan menyapanya secara tidak sengaja.
"Itu pasti kebetulan karena sebrengsek dan hobby gonta-ganti pasangan,Aldrich tidak mungkin menanam benihnya sembarangan hingga menghasilkan seorang anak.
" ucap Zander dengan tertawa kecil.
Namun pasti ucapan papanya sanggup membawa Aldrich menjelah jauh keperistiwa sepuluh tahun lalu dan membuatnya seketika beku ditempat.
"Benarkan,Al?.
"tanya sang papa dengan menatap Aldrich dan sanggup menyadarkan Aldrich dan Aldrich hanya bisa menjawabnya dengan anggukan kepala ragu,entah kenapa lidahnya begitu keluh mengucapkan kata 'Iya' dengan mantab dan lantang.
Karna seluruh ingatannya terperosok jauh kedalam sepuluh tahun lalu.
Saat ia bertemu dengan seorang gadis sederhana,menjalin kasih dengan penuh kebahagian hingga pada puncak masalah ia memilih jalan lain dan meninggalkan gadis itu sendirian bahkan ia meminta untuk menghilangkan semua kisah cintanya yang pernah terlukis indah.
::::Hari telah berganti dan Naya tetap menjalankan harinya seperti biasanya dan sebisa mungkin menjauh.
Jika dihadapannya ada Aldrich sesegera mungkin ia berbelok atau memutar arah yang terpenting tidak berpapasan dengan pria itu.
Dan pada siang ini sepertinya Naya tidak bisa menghindar lagi karna saat ia akan keluar mencari makan siang dengan cepat dan tiba-tiba Aldrich datang serta menarik tangannya dengan kuat bahkan Naya tidak bisa melepaskan.
Sumber:Internet