. Selesai lamaran dadakan itu Naya terlihat khawatir melihat wajah Aldrich yang babak belur lalu dia segera mengobati lukanya.
Mereka sekarang duduk di sofa sedangkan triplet entahlah mereka sudah pergi bersama kakek,neneknya.
"Kenapa wajahmu bisa babak belur seperti ini,apa kau berkelahi dengan seseorang?"tanya Naya dengan ekspresi kahwatirnya.
"Kau khawatir dengan keadaanku?"tanya Aldrich dengan tersenyum senang.
"Jika aku tidak khawatir aku tidak akan bertanya padamu.
"ucap Naya dengan kesal dan menekan luka disudut bibir Aldrich hingga dia meringis kesakitan.
"Sakit Nay.
"keluhnya dengan manja.
"Rasakan,siapa suruh menggodaku tinggal jawab saja apa susahnya kenapa harus balik bertanya.
"ucap Naya dengan sebal lalu mengobati luka Aldrich dengan hati-hati.
"Wajahmu terlihat pucat,kau baik-baik saja?"tanya Aldrich dengan serius dan khawatir.
"Aku baik-baik saja,jawab pertanyaanku Al.
"jawab Naya dengan lembut.
"Baiklah aku memang berkelahi tapi aku memang pantas mendapatkan luka ini,Mike yang memukulku tapi yang memulai adalah aku karena aku sangat kesal dia mencium wanita lain disaat aku tahu dan melihat kemarin lalu dia melamarmu.
"jawab Aldrich dengan jujur.
"Lalu yang terakhir papa memukulku tadi.
""Rasakan makanya jangan suka menghilang ada baiknya dibicarakan dulu,kau suka mengambil keputusan secara sepihak tanpa berpikir panjang masih sama seperti dulu.
"Naya tertawa kecil dan membuat Aldrich mendengus sebal lalu Naya mengusap lembut wajahnya,menatapnya begitu intens.
"Tapi wajahmu juga pucat,apa kau sakit Al?"Aldrich mengangguk pelan lalu memegang tangan Naya yang mengusap wajahnya untuk dia cium dan menatap Naya dengan penuh cinta.
"Iya,aku baru sembuh dari sakit setelah beberapa hari aku dirawat di rumah sakit.
""Kau sakit apa,sekarang sudah baik-baik saja,apa perlu kita ke dokter?"tanya Naya yang panik dan juga khawatir membuat Aldrich tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dan sekarang ganti dia yang mengusap wajah Naya dengan sangat lembut penuh perhatian.
"Aku sudah baik-baik saja,kemarin aku kebanyakan minum dan terlalu merindukanmu dan triplet,aku sangat frustasi.
"jawab Aldrich dengan jujur dan Naya melototkan matanya tajam.
"Kenapa kau tidak berhenti minum,sudah kukatakan minum alkohol tidak baik untuk kesehatanamu Al.
"ucap Naya dengan wajah kesalnya.
Aldrich tertawa kecil lalu menghentikan tawanya dan menatap Naya begitu intens.
"Iya,iya baiklah maafkan aku,aku janji tidak akan mengulangi lagi dan sepertinya kau yang harus ke rumah sakit karena wajahmu sangat pucat Nay,demammu juga sepertinya sangat tinggi kita ke rumah sakit sekarang ya.
""Tidak mau,aku akan minum obat aku sudah ke rumah sakit kemarin diantar Mommy.
"tolak Naya halus.
"Maafkan aku seharusnya aku yang mengantarmu dan lebih memperhatikan dirimu dan triplet tapi aku justru lalai dan membuatmu khawatir.
"sesal Aldrich.
"Tidak apa Al,yang terpenting sekarang kau sudah tahu mengapa aku bersedia kembali padamu? Alasannya aku dan triplet membutuhkanmu.
"ucap Naya dengan lembut lalu Aldrich memeluknya dengan sangat erat.
"Aku juga membutuhkanmu sangat membutuhkan kalian.
"Naya membalas pelukan Aldrich hingga Aldrich merasa Naya melepaskan pelukannya begitu saja.
Aldrich melepaskan pelukannya dan melihat Naya yang jatuh pingsan dengan panik dia berusaha membangunkan Naya lalu menggendongnya untuk dibawa ke dalam kamar dan terakhir dia menghubungi dokter.
Zander dan Bella tentunya juga sangat terkejut saat mendengar suara Aldrich yang panik dan memanggil nama Naya.
Sedangkan triplet ketiga anak kembar itu sudah menangis ketakutan saat melihat ibunya tidak sadarkan diri.
Sumber:Internet