. 31 Mei 2019 Setelah pembicaraan keduanya yang waktu lalu mereka berdua memang menjadi orang asing dan Aldrich menjadi semakin dingin dengan semua karyawannya.
Dan saat ini Aldrich sedang berada diruangannya dan merenung.
"Senyumnya sungguh membuatku gila.
"batin Aldrich membayangkan wajah Naya.
"Tidak,aku tidak bisa menerima penolakan Naya dan Naya tetap harus menjadi milikku.
"keputusan bulat Aldrich.
"Tapi apakah aku masih mencintainya,atau aku hanya terobsesi dengannya?.
"lanjut Aldrich meragu didalam hati.
Tapi dalam pikirannya juga tidak memungkiri apa yang diucapkan Naya yang memang benar adanya karna memang sepuluh tahun mereka berpisah dan hati terkadang berganti dan hatinya saja berkelana jauh menjelajah banyak pelabuhan yang entahย akan membawa hatinya kemana untuk berhenti. dipelabuhan mana yang siap ia singgahi untuk selamanya.
::::Ini hari minggu semuanya libur dan sikembar asyik didepan tv menonton film animasi robot kucing dari masa depan dan seorang anak laki-laki yang memakai kacamata yaitu film Doraemon.
"Ibu akan kepasar siapa yang mau ikut?.
"tanya Naya menatap ketiga putranya.
"Aku mau ikut.
"Kenzo dan Kenzi kompak ingin ikut menemani ibunya berbelanja.
Jika pada umumnya anak laki-laki malas untuk ikut ibunya kepasar anak Naya sebaliknya mereka sangat bersemangat.
"Kenand tidak mau ikut?.
"tanya Naya dan menatap putra bungsunya.
"Tidak bu,aku mau menemani aunty Reina.
"jawab Kenand dengan tersenyum kecil.
"Tidak apa kan?.
"lanjutnya.
"Alasan padahal Kenand hanya ingin nonton Doraemon dan tidak ingin meninggalkannya.
" ucap Kenzi yang sebenarnya tau maksud adiknya yang tidak mau menemani ibunya kepasar.
Sedangkan Kenand hanya menampilkan senyuman bodohnya menatap kedua kakaknya dan ibunya.
"Tidak apa sayang.
"ucap Naya dengan gemas saat melihat tingkah anak bungsungnya.
"Baiklah ibu pergi dulu,kamu jangan nakal sama aunty.
"pesan Naya "Baik bos tapi Kenand selalu jadi anak baik bu.
"ucap Kenand dengan senyum kecilnya.
"Iya ibu percaya,Rei aku pergi dulu.
"pamit Naya ke adiknya lalu keluar bersama kedua putranya.
"Iya kak,kakak hati-hati dijalan jika ada apa-apa telphon aku cepat.
"ucap Reina dan Naya mengangguk mengerti.
"Kak jaga ibu dengan baik jika tidak kalian habis ditanganku.
"ancam Kenand ke kedua kakaknya dengan mengepalkan tinjunya.
"Baik bos Kenand.
"ucap Kenzi dan Kenzo kompak dengan wajah malasnya.
"Baiklah hati-hati dijalan.
"ucap Kenand saat kedua kakaknya dan ibunya sudah keluar dari rumah.
"Kenand jahat,masa aunty dijadiin alasan agar Kenand dirumah.
"ucap Reina dengan berpura-pura cemberut.
"Hehehe,maafkan aku aunty karna jika aku jujur aku takut menyakiti hati ibu.
"ucap Kenand polos dengan tertawa tapi Reina tetap berpura-pura marah.
"Aunty jangan marah.
"bujuk Kenand tapi masih tetap tidak mempan ia mengeluarkan jurus andalannya.
"Aunty Reina paling cantik dan baik hati jangan marah ya,maafkan Kenand.
"rayu Kenand dengan puppy eyesnya.
Mau tak mau membuat Reina gemas dan mencubit pipi cubby keponakannya itu.
"Aunty sakit pipiku.
"ucap Kenand mengeris kecil tapi Reina tidak peduli dan tetap mencubit gemas pipi keponakannya.
"Kamu sih terlalu lucu.
" "Aunty,telphon aunty berbunyi.
lepaskan pipiku.
"ucap Kenand dan berhasil pipinya dilepas oleh tangan jahil auntynya dan ia sangat berterimakasih dengan penelphonya mungkin jika bertemu ia akan memberi permen coklat persediannya yang sangat ia jaga.
Sumber:Internet